
🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Mau gak mau Hendra harus kembali mengundang Jhoni dan Armando untuk mengamati Daniel minimal dan jika memungkinkan mengajak ke tempat Hendra….!!!
“Aster aku harus menemui Jhoni dan Armando, ada tugas khusus bagi mereka agar urusan kita segera beres dan kita bisa kembali bekerja dengan tenang.” Ucap Hendra
“Iya bang hati hati di jalan.” Jawab Aster.
…..
Jhoni dan Armando pun bergegas menemui Hendra di tempat yang telah disepakati.
“Siang pak Hendra…!” Sapa jhoni dan Armando.
“Siang juga, ada tugas khusus buat kalian berdua.” Kata Hendra.
“Siap laksanakan, tugas apakah itu pak ?” tanya Jhoni.
“Bagaimana caranya kalian harus bawa Daniel si pengkhianat kepadaku. Bila perlu ajak anak buah kalian secukupnya. Tapi ingat jangan gunakan kekerasan jika tidak perlu apalagi pada keluarga Daniel. Aku hanya butuh Daniel saja.” Kata Hendra.
“Kapan pak Hendra Daniel harus kami hadapkan ke pak Hendra ?” Tanya Armando.
“Ku beri waktu lima hari, agar kalian bisa menyelidiki dulu dan mencari waktu yang tepat untuk membawa Daniel.” Kata Hendra.
“Baik pak, apa masih ada perintah lain ?” Tanya Jhoni.
“Tidak, cukup itu dulu sekarang kalian boleh bersantai dulu tempat ini sudah aku booking dan alia bisa pesan makanan sesuka kalian. Ini nanti jika kurang bisa buat bayar, tapi jangan buat mabuk semua.” Kata Hendra. Kemudian Hendra berpamitan untuk menemui Astri adiknya dan Dimas pacar Astri untuk berbagi Tugas.
Dan sesampai di rumah mamahnya ternyata Dimas pun sudah berada disitu juga.
“Kebetulan kamu ada di sini juga Dimas, aku butuh bantuan kamu ?” kata Hendra.
“Bantuan apa bang ?” Tanya Dimas.
“Kamu selidiki siapa saja karyawan yang bersatu dengan Daniel tapi jangan sampai mereka tahu kamu di pihak ku.” Kata Hendra.
“Sulit dong bang, semua sudah tahu kalau Dimas itu pacar Astri.” Sahut Astri.
Dimas dan Astri yang baru berada di depan teras rumah Astri itu pun menjadi bingung dengan tugas dari Hendra yang dianggap tidak mungkin. Karena semua karyawan tahu jika Dimas adalah pacar Astri, jadi sudah hampir bisa dipastikan jika Dimas membantu Hendra dan Astri.
“Bagaimana Dimas, apa kamu sanggup menjalankan tugas ini.” Tanya Hendra dengan sedikit keras nadanya.
Astri hanya terdiam karena mengira abangnya sedang suntuk sehingga sifat kerasnya muncul. Sementara Dimas kebingungan mau menjawab karena memang merasa Sulit.
“Jawab dong Dimas jangan hanya Diam saja…!” Bentak Hendra kemudian membuat Dimas jadi kaget.
“Sulit bang bukan Dimas gak mau…!” jawab Dimas.
Plaak…
Tiba tiba Tamparan keras Hendra mendarat di pipi Dimas meninggalkan jejak telapak tangan yang jelas dan bibir Dimas pun sampai sedikit berdarah.
Astri menjerit melihat kekasihnya di tampar abangnya tersebut, sementara Dimas Hanya tertunduk saja.
“Abang apa apaan sih, abang mabuk ya datang datang main tampar saja memang apa salah Dimas bang ?” Tanya Astri sambil melotot ke kakaknya.
Hendra kemudian memegang tangan Astri kemudian mendorong Astri ke tembok dan berkata setengah berbisik meski masih di dengar Dimas.
“Maafkan abang Astri, ini kondisi darurat ada yang memata matai rumah kita saat ini. biar orang mengira aku membenci dan mengusir Dimas. Agar Dimas bisa masuk ke pihak musuh untuk menyelidiki mereka. Maaf ya dimas ini hanya sandiwara, kamu gak usah menjawab dan segera pergi dari sini. Aku akan pura pura mengusir kamu sekarang ini.” Kata Hendra yang langsung berbalik ke Dimas dan mengusir Dimas dari rumahnya.
Sehingga adegan satu babak itu cukup menjadi perhatian orang orang dekat dan yang baru lewat. Dan memang ada beberapa pasang mata yang mengawasi kejadian itu dan orang itu adalah suruhan Mr.X yang disuruh mengawasi gerak gerik Hendra dan Astri.
Hendra dapat informasi itu juga saat dalam perjalanan tadi dari Jhoni yang memasang informan di beberapa titik termasuk di dekat rumah daniel dan Mr.X.
__ADS_1
Hendra pun pura pura menyeret Astri masuk rumah setelah mengusir Dimas sebagai salah satu Adegan sandiwaranya.
“Abang apaan sih, ini beneran apa sandiwara narik Astri nya kok beneran sampai tangan Astri sakit.” Protes Astri.
Hendra pun lantas memeluk Astri adik kandungnya.
“Maafkan abang Astri, kan biar tampak nyata dan alami jadi kalian memang tidak abang kasih tahu dulu tadi. Sekarang cepat hubungin Dimas, sementara suruh Blokir nomor kamu. Dan kamu kalau mau hubungi Dimas pakai no lain dan jangan si save sama Dimas.” Kata Hendra.
“Kenapa begitu bang ?” Tanya Astri.
“Sudah ikuti saja apa kata abang, ini demi kebaikan kita semua.” Jawab Hendra.
Astri pun hanya mengikuti apa perintah Hendra abangnya. Dia meminta dimas memblokir sementara no nya dan akan menghubungi dimas dengan nomor lain nanti.
*****
Di luar Dimas yang masih menahan perih akibat tamparan Hendra yang memang tamparan sungguhan agar meninggalkan bekas nyata itu berjalan meninggalkan rumah Astri. Dan setelah menerima telpon dari Astri barulah Dimas bisa Yakin jika Hendra tadi memang bersandiwara.
Kemudian Dimas pun berhenti di sebuah warung untuk sekedar minum dan mengobati lukanya. Dan sekaligus Dimas memblokir Nomor Astri orang yang dicintainya secara tulus tersebut. tanpa di sadari Dimas ada orang yang mendekati kemudian mengajak Dimas ngobrol.
“Kenapa bang, kulihat pipinya merah habis berantem ?” Tanya orang tersebut.
Dimas yang memperhatikan wajah orang tersebut jadi ingat jika dia tadi ikut berada di dekat  rumah Astri . “jangan jangan ini salah satu orang yang dimaksud bang Hendra tadi.” Katak Dimas dalam hati.
“BIasa mas, nasib orang miskin pacaran sama anak orang kaya, malah jadi pelampiasan amarah kakaknya.” Jawab Dimas.
“Wah kasihan amay nasib kamu mas, sakit hati dong tentunya kalau begitu.” Kata orang tersebut.
“Sudah pasti kalau itu mas, tapi apa daya saya hanya orang miskin gak berani melawan orang berduit.” Jawab Dimas.
“Mau saya bantuin mas, biar bisa balas sakit hati mas ?” tanya orang itu.
“Jelas mau lah mas, tapi bagaimana caranya ?” Tanya Dimas.
“Gampang kok asal kita bisa kerjasama agar saling menguntungkan.: Jawab Orang itu.
“Mau saya, tapi beneran saling menguntungkan lo mas jangan nipu orang kecil seperti saya ini.” Jawab Dimas memperlihatkan logat asli jogja nya agar terkesan lebih polos dan jujur.
“Iya tenang saja, kalau bersedia bisa ikut saya sekarang juga ?” tanya orang itu.
“Wkakakaka… mas ini lugu amat namanya siapa mas, gak lah saya juga gak tega lihat masnya begitu. Justru saya berniat membantu masnya kok.” Jawab orang tersebut.
“Nama saya Dimas saya asi jogja mas Cuma anak petani kecil jadi ya gak ngerti apa apa.” Jawab Dimas.
“Owh Dimas, kenalkan nama saya Jajang Marjuki. Jadi mau ikut saya sekarang juga ?” tanya orang tersebut.
Dimas pura pura berpikir sejenak.
“Iya lah mas, gapapa sudah kepalang basah saya juga malu kembali ke kontrakan karena yang bayarin pacar saya tadi.” Ucap Dimas.
“duuh segitunya memang mas pakai pelet apa bisa dapetin cewek anak orang kaya ?” tanya Jajang.
“Gak pakai apa apa kok mas, Cuma telaten saja buat dia jadi jatuh cinta sama saya terus akhirnya mau jadi pacar saya.” Jawab Dimas.
“Iya deh terserah mas aja, mau pakai pellet apa gak terserah yang penting ayo ikut akau sekarang.” Kata orang itu.
“Iya saya bayar dulu mas.” Kata Dimas sambil mengeluarkan uang sepuluh ribuan yang agak kucel dari saku celananya.
“Udah mas biar saya bayarkan saja, hitung saja tadi makan dan minum apa.” Kata orang tersebut.
Kemudian setelah selesai menghitung kemudian jajang membayar dan mengajak Dimas pergi ke suatu tempat.
Dan Dimas pun akhirnya diajak ke tempat Mr.X dan akan di jadikan informan untuk memberikan informasi seputar keluarga besar Hendra. Dimas pun di hadapkan kepada Mr.X oleh Jajang. Jajang menjelaskan alasan dia mengajak Dimas bergabung dengan Mr.X dengan alasan barusan Ribut dengan Hendra.
Dimas mengira akan diperlakukan denganbaik mengingat dia akan di jadikan mata mata oleh Mr. X.
Namun diluar dugaan Jajang dan Dimas Sendiri tiba tiba Mr.X memanggil salah satu anak buahnya dan menyuruh menggeledah Dimas.
“Periksa dia, jika ada sesuatu yang mencurigakan habisi dia sekarang juga.” Perintah Mr.X pada anak buahnya. Dan beberapa orang maju menggeledah Dimas dengan membuka seluruh pakaian Dimas hingga Nyaris telanjang hanya menggunakan ****** ***** saja.
Dimas yang menyadari disitu juga ada wanita jadi sangat malu dan menutupi bagian tubuhnya yang sangat privasi itu dengan kedua tangannya karena ditahan di tempat dan tidak boleh duduk. Wajah dimas asli kelihatan pucat dan malu karena memang itu adalah hal sangat memalukan bagi Dimas. Sehingga hal itu juga di perhatikan oleh Mr.X.
“Ada tidak penyadap atau sejenisnya ?” ucap Mr.X.
__ADS_1
Sementara Jajang yang mengajak Dimas jadi merasa gak enak Dimas karena yang terjadi diluar perkiraannya.
“Bersih bos, hanya ada Hp ini saja di dompet juga tidak ada apapun hanya beberapa lembar uang lima puluh ribuan. Atm dan bukti transfer  saja.” Jawab salah satu anak buahnya,
“Kalau begitu berikan kembali pakainya agar dia berpakaian lagi dan ajak ke sini.” Kata Mr.X.
Kemudian dimas digiring menghadap ke Mr.X.
“Nama kamu siapa ?” tanya Mr.X
“Dimas.” Jawabnya singkat.
“Benar kamu pacar Astri adiknya Hendra ?” tanya Mr.X lagi.
“Dulu, sekarang tidak lagi sudah putus.” Jawab Dimas.
“Kenapa Putus ?” tanya Mr.X.
“Kakaknya mabuk nuduh Dimas hanya manfaatin adiknya dan menampar Dimas tadi.”jawab Dimas.
“Coba kamu hubungi pacar kamu sekarang, aku mau dengar beneran putus apa gak ?” ucap Mr.x.
“Sudah saya Blokir no Nya.” Jawab dimas.
“Serius sudah kamu blokir ?” tanya Mr.X
“Serius.” Jawab dimas.
Kemudian Mr.x meminta HP Dimas dan memeriksa no HP yang ada.
“Siapa no pacar kamu ?” tanya Mr.X.
“Astria panggilannya Astri,” Jawab dimas.
“sebagai pacar biasanya hafal dong no pacarnya, coba sebutkan !” perintah Mr.X
Dimas pun menyebutkan No Astri dan di cek oleh Mr.X.
“Hmm… beneran sudah di blokir…! Ok kamu saya anggap Bersih sementara ini. Selamat bergabung di kerajaan ini. Aku akan kasih hadiah besar yang melebih besarnya mimpimu jika kamu bias kerja sama denganku.” Ucap Mr.X kepada Dimas.
“Apa yang harus saya kerjakan di sini ?” Tanya dimas polos.
“Tidak ada,,, tidak ada yang harus kamu kerjakan di sini.” Jawab Mr. X.
“Terus ?” tanya dimas bingung.
“Kamu cukup menceritakan bagaimana keadaan keluarga Hendra sekarang. Dan siapa saja orang orang yang membantu dia saat ini.Aku hanya butuh Hendra gak butuh adiknya, jadi aku gak akan ganggu jika kamu mau ambil adiknya Hendra.” Kata Mr.X.
Dimas berpikir, begini kah persaingan antar para pelaku bisnis sampai tak lagi menggunakan rasa dan perasaan. Tidak segan dan malu menggunakan cara car culas yang merugikan banyak orang.
“Jangan hanya diam, aku butuh orang yang tegas, kalau kamu gak mau ya terpaksa akan saya buang ke laut, karena sudah terlanjur mendengar. Pilihannya hanya dua, bergabung dengan kami atau bergabung dengan arwah penasaran lainya…!” bentak Mr.X…..???
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Reader semuanya.
Komentar reader semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Reader semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...