
Alhamdulillah kamu sudah mulai ingat Nak.” Ucap papah Hazel.
“Terimakasih nak Andi, kamu sudah membantu mengingatkan memori Hazel anakku.” Ucap mamah Hazel.
“Iya bu sama sama, Hazel kan sahabat baik kami sudah sepantasnya kami membantu sebisa kami.” Jawab Andi.
“Tunggu tunggu… kamu namanya Andi…???” Tanya Hazel.
Semua kaget mendengar ucapan Hazel, berarti ingatan Hazel sudah agak pulih.sebagian memorinya sudah kembali, meski belum sempurna. Belum semua ingatanya pulih, hanya mampu mengingat jika dia seorang vokalis dan Hazel mampu mengingat namanya dan kedua orang tuanya. Namun belum semua mampu diingatnya. Semua menjadi bahagia waktu itu, tapi justru Andi agak was was jika nanti Hazel ingatan memorinya sampai pada saat dia menjali hubungan kasih sementara dengan Andi. Bagaimana dia harus mensikapi hal itu.
“Terimakasih nak Andi, kamu sudah membantu mengingatkan memori Hazel anakku.” Ucap mamah Hazel.
“Iya bu sama sama, Hazel kan sahabat baik kami sudah sepantasnya kami membantu sebisa kami.” Jawab Andi.
“Tunggu tunggu… kamu namanya Andi…???” Tanya Hazel.
Semua kaget mendengar ucapan Hazel, berarti ingatan Hazel sudah agak pulih.sebagian memorinya sudah kembali, meski belum sempurna. Belum semua ingatanya pulih, hanya mampu mengingat jika dia seorang vokalis dan Hazel mampu mengingat namanya dan kedua orang tuanya. Namun belum semua mampu diingatnya. Semua menjadi bahagia waktu itu, tapi justru Andi agak was was jika nanti Hazel ingatan memorinya sampai pada saat dia menjali hubungan kasih sementara dengan Andi. Bagaimana dia harus mensikapi hal itu.
“Iya aku Andi.” Jawab Andi tergagap.
“Ada hubungan apa antara aku dengan kamu Andi ?” Tanya Hazel kemudian.
Andi menjadi semakin bingung menghadapi Hazel, mau bilang apa untuk menjelaskan pada Hazel.
Kita ini sahabat Hazel, kita sama sama vokalis sebuah band yang berbeda genre, aku dijalur pop kamu dijalur bosanova tapi kita sering manggung bareng.” Jawab Andi.
Hazel hanya termenung sejenak, kemudian mencoba mengingat siapakha Andi sebenarnya. Apakah ada hubungan khusus denganya atau tidak. Karena Hazel seperti tidak Asing mendengar nama Andi,di dalam alam bawah sadarnya nama Hazel begitu kuat terukir.
“Ada berapa Andi yang aku kenal saat ini ?” Tanya Hazel lanjut.
Semua terdiam tidak tahu apa maksut Hazel bertanya seperti itu, kecuali Andi sendiri. Andi tahu bahwa Hazel merasa tidak asing dengan nama dirinya. Karena sejak Andi menemukan foto dirinya yang dibawa Hazel saat jatuh ketika Hazel tertidur. Andi jadi tahu bahwa sebenarnya Hazel sudah lama mengukir namanya didalam hatinya. Sehingga nama Andi bagi hazel sangat lekat bahkan mungkin susah dihapus oleh amnesia sekalipun.
Andi menjadi salah tingkah, tidak enak dengan Wawan juga merasa kikuk dengan kedua orang tua hazel.
Andi berpikir keras agar dapat menemukan jawaban yang tepat namun tidak mengganggu Hazel dalam mengembalikan memorinya serta tidak membuat Wawan merasa cemburu sekaligus tidak membuat kedua orang tua Hazel curiga.
“Owh iya Hazel, kita pernah membuat sebuah lagu, dimana kamu yang membuat Syairnya dan aku yang membuat tangga nadanya. Apakah kamu masih ingat ?” jawab Andi.
“Membuat lagu ? Lagu tentang apa dan bagaimana isi lagunya ?” Tanya Hazel lanjut.
“Lagu itu belum pernah realease Hazel, bahkan belum sempat di aransemenet keburu kamu jatuh kemarin.” Jawab Andi.
“Aku belum bisa ingat, apa lagi yang pernah kita kerjakan bersama mungkin bisa membuatku ingat ?” Tanya Hazel kemudian.
“Kita pernah secara tidak sengaja bertemu di pantai tanjug kait, dan disana kita ngobrol berdua kemudian kamu ikut pulang bersamaku dengan mengendarai motor, kamu pulangnya tidak ikut rombongan band kamu.” Kata Andi dengan perasaan was was, karean dari peristiwa itu Andi dan Hazel kemudian membuat sebuah ikatan tanpa ikatan atau menjalin hubungan tanpa status Teman Tapi Mesra. Hati Andi berdebar debar, satu sisi berharap Hazel cepat pulih ingatanya namun disisi lain Andi khawatir ketika yang Hazel ingat adalah saat mereka berdua berstatus Pacar Sementara dan kemudian Hazel merasa sedih karenanya.
“Di pantai Tanjung Kait, waktu itu aku pulangnya bersama kamu ? dan berangkatnya dengan rombongan sendiri ?” Tanya Hazel memastikan.
“Iya Haz, apakah kamu ingat ?” Tanya Andi harap harap cemas dalam hatinya.
Hazel tampak diam merenung sejenak mencoba membuka memori lamanya di pantai Tanjung Kait. Cukup lama Hazel mengingat itu namun tampaknya masih kesulitan untuk membuka memori itu.
“Sudahlah Hazel, kamu istirahat saja dulu nak, dilanjutkan besok ini masih dini hari. Saat ini pukul 02.15 nak.” Pinta mamahnya Hazel.
“Saat ini masih dini hari mah ? Tapi Hazel gak bisa Tidur mah, hazel masih penasaran untuk mengingat semuanya.” Jawab Hazel.
“Iya mamah tahu nak, tapi kamu butuh istirahat agar besuk pagi kamu bisa Fresh dan mampu mengingat semua yang terjadi padamu dan masa lalumu.” Jawab mamahnya Hazel.
Hazelpun menuruti apa kata mamahnya, kemudian Hazel memejamkan mata agar bisa tertidur, namun justru ingatanya mencoba kembali memasuki masa lalu saat bersama Andi di Tanjung kait. Semntara yang lain tertidur justru Hazel menerawang jauh ingatanya sedikit sedikit mulai membuka kenangan saat bersama Andi di Tanjung kait.
__ADS_1
Hazel mulai mengingat pertemuan tidak sengajanya dengan Andi di pantai itu, dan Hazel yang menyapa Andi lebih dulu. Kemudian mereka mengobrol menceritakan kehidupan jmasing masing.
Hazel ingat ketika Hazel meminta tolong Andi untuk pura pura jadi pacarnya agar tidak di bully teman temanya yang sudah punya pasangan ( Pacar ) sementara Hazel sendiri yang masih berstatus jomblo waktu itu.
Kemudian ingatan Hazel justru masuk pada kehidupan bersama Bram kekasihnya yang telah mengkhianatinya karena hgagal menggagahi dirinya kemudian berselingkuh dengan perempuan lain yang juga pacar sahabatnya sendiri. Hazel sakit hati dan memutuskan untuk meninggalkan Bram, dan sejak saat itu Hazel memilih untuk sendiri.
Kemudian Hazel ingat ketika pertama kali bertemu Andi yang saat itu hazel masih bersama Bram sebelum putus. Saat itu Andi memperkenalkan gadis yang bernama Asih yang pada saat itu diperkenalkan sebagai tetehnya.
Sampai disitu Hazel sudah tak mampu mengingat kelanjutanya dia mulai cape dan tertidur.
Semua tertidur dan terbuai oleh dewi mimpi yang menyambut mereka, sehingga terlelap dalam buaian mimpi masing masing. Hingga tanpa terasa kokok ayam jantan sayup sayup terdengar dari luar rumah sakit. Dan sang surya pun sudah tampak mengintip melalui bias bias sinarnya yang siap menggantikan malaam yang sudah lelah untuk berganti siang.
Saat semua terbangun mereka segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Begitupun Andi dan Wawan, Andi segera membersihkan diri dan mengambil air wudhu serta melaksanakan sholat subuh. Kemudian kembali keruaangan Hazel, sementara Wawan keruangan Hazel untuk berpamitan karena hari itu harus ke kampus dan harus pulang dulu untuk bersiap dan berganti pakaian tentunya.
Tinggalah disitu Hazel kedua orang tuanya dan Andi, yang masih mencoba untuk memulihkan memori Hazel.
“Nak Andi, tante mau cari sarapan dulu sama om Mau sarapan apa nak Andi ?” Tanya mamahnya Hazel.
“Apa aja tante, biar Andi disini sambil membntu Hazel agar ingatan memorinya kembali.” Jawab Andi.
“Iya nak, tolong nak Andi bantu ya, tampaknya Hazel lebih cocok sama nak Andi.” Ucap mamahnya Hazel datar. Entah apa maksut mamahnya Hazel, tapi kata kata itu sempat membuat Andi terkesiap kaget. Mungkin juga disebabkan saat itu Andi memang baru sensitive sehingga menjadi baperan.
Karena terlihat mamahnya Hazel mengucapkan itu tanpa ekspresi apapun, hanya karena melihat saat dengan Andi memori ingatan Hazel anaknya berangsur angsur kembali pulih.
Untunglah saat itu Hazel masih tertidur sehingga tidak melihat perubahan pada mimic wajah Andi. Sehingga tidak menimbulakan perasaan curiga pada diri Hazel. Sementa kedua orang tua Hazel tidaklah memperhatikan wajah Andi yang mengalami perubahan.
Kedua orang tua Hazel sengaja meninggalkan Hazel dan Andi berdua, mereka member kesempatan kepada Andi untuk membuka memori ingatan Hazel agar pulih. Mereka menangkap ada sesuatu yang jika diungkap didepan mereka membuat Andi agak risih sehingga kurang serius dalam membuka memori ingatan Hazel anaknya. Mungkin juga ada rahasia antara Hazel putrinya dan Andi yang tidak ingin diketahui oleh orang tua Hazel. Itu ppemikiran kedua orang tua Hazel semalam ketika menghentikan Hazel dan menyuruh Hazel tidur dulu sebenarnya.
Saat tinggal Hazel berdua dengan Andi, tiba tiba Hazel pun terbangun dan langsung memanggil Andi.
“Andi, aku sedikit ingat tentang kamu, di tanjung kait kemudian aku juga ingat Bram mantan pacarku kemudian juga ingat seseorang yang pernah kau kenalkan padaku sebagai teteh kamu yang bernama Asih. Bisakah kamu membantu aku mengingatkan semua itu Andi ?” Tanya Hazel.
“Apa yang kamu ingat tentang aku Hazel ?” Tanya Andi hati hati.
“Aku ingat kita pernah bertemu di pantai Tanjung Kait dan aku meminta kamu pura pura menjadi pacar aku agar aku tidak di bully temen temen aku. Kemudian aku pulangnya bersama mu naik motor kamu.” Kata Hazel.
“Terus setelah itu apa lagi ?” Tanya Andi lanjut.
“Aku belum mampu mengimgat peristiwa setelah itu Andi.” Jawab Hazel.
Andi sedikit meragukan jawaban Hazel, Ani khawatir Hazel sengaja menyembunyikan jika dia sudah ingat bahwa pernah menjalin cinta kilat dengan dirinya. Meski hanya sebatas saling mengisi kekosongan waktu itu, untunglah mereka berdua tidak sampai lepas kendali waktu itu.
“Kamu ingat mantanmu Bram juga, tapi belum ingat siapa Wawan dan Aku ?” Tanya Andi kemudian.
“Aku ingat kamu pernah pura pura jadi pacar aku, kemudian kita pura pura pacaran dan kita pernah saling bercumbu dirumah kamu itu saja Andi.” Jawab Hazel sambil tersipu malu.
“Apa kamu ingat jika kamu menyimpan foto aku Hazel ?” Tanya lanjut Andi.
Hazel justru merasa kaget ditanya Andi seperti itu, sehingga membuat Hazel harus mengakui jika dirinya sekarang sudah ingat semua masa lalunya. Kemudian Hazel menceritakan bahwa semalam saat semua tidur dirinya mencoba mengingat semua peristiwa yang dia alami. Sampai tertidur dan akhirnya saat didalam tidurnya itulah semua ingatan Hazel kembali.
“Kamu kenapa nekat seperti iyu Hazel, sehingga membuat kamu mengalami kecelakaan itu ?” Tanya Andi.
“Maaf Andi, Hazel sebenarnya sudah lama menyukai Andi. Sejak masih bersama Bram waktu itu, makanya Hazel menyimpan foto kamu. Namun saat itu Hazel mencoba untuk setia kepada Bram, sampai akhirnya Bram justru selingkuh dengan wanita lain. Sementara kita sudah jarang bertemu dan berbicara hingga pertemuan tanpa sengaja di pantai Tanjung Kait itu.” Kata kata Hazel terjeda oleh isak tangis Hazel.
“Dan saat Hazel mendengar ceritamu di pantai Tanjung Kait waktu kamu lebih menyukai wanita yang sedikit lebih tua dari kamu maka hati Hazel seperti hancur. Namun ada sedikit harapan ketika kamu mengajak Hazel menjalin hubungan meski tanpa ikatan pasti. Dan saat itu Hazel juga sudah tahu bahwa hubungan kita tidak akan lama, dan itu benar terbukti adanya.” Kata Hazel membuat Andi semakin tertunduk.
“Maafkan aku Hazel, saat itu Andi tidak tahu jika kamu menyukai Andi sampai suatu hari saat kamu tertidur aku menmukan fotokaku terjatuh dari jaketmu. Jika aku tahu maka aku tidak akan mungkin mengajakmu menjalin hubungan seperti itu. Karena jelas itu akan menyiksa batinmu Hazel.” Ucap Andi.
“Gak papa Andi, itu bukan salah kamu bersamamu saat itu meski hanya sebentar sudah membuat hati Hazel bergairah lagi. Mungki saat ini kalo boleh aku hanya minta satu permintaan padamu Andi !” kata Hazel.
__ADS_1
“Apa itu Hazel ?” Tanya Andi.
“Maukah kamu, menyisihkan sedikit hatimu untukku selain Asih pacar kamu. Sampai aku benar benar siap kamu tinggalkan Andi ?” kata Hazel membuat ndi tak mampu bicara apapun. Satu sisi dia tidak ingin mengkhiananti Asih kekasih hatinya tapi disis lain dia juga tidak tega dengan Hazel namun jika menuruti Hazel Wawan juga akan terluka hatinya.
Kembli ketegasan Andi diuji pada saat itu, dan salah satu kelemahan Andi memanglah kurang tegasnya Andi dalam mengambil sikap. Yang sering kali harus berakibat kurang baik. Andi bimbang banyak pertimbangan yang harus dia pikirkan dan suasana seperti itu justru membuat jiwa Andi tampak rapuh. Antara mengambil sikap tegas dengan menolak kemauan hazel yang tidak masuk akal atau menerima kemauan Hazel yang justru akan membuat Hazel semakin sakit dan Wawan sahabatnya juga akan bertambah sakit.
Lama andi merenung dalam diamnya lisan, sampai tak terasa jika tangan Hazel sudah menggenggam tangan Andi.
“Please andi, sampai Hazel merasa siap kamu tinggalkan. Atau sampai Hazel menemukan pengganti dirimu nanti. Kebersamaan kita terasa sangat cepat Hazel ternyata belum mau kehilangan kamu Andi.” Kata Hazel penuh harap.
“Bagaimana dengan Wawan yang sangat mencintai kamu hazel ?” Tanya Andi.
“Beri Hazel waktu untuk itu Andi, Wawan tak lebih dari sekedar sahabat saat ini. Hazel gak bisa atau belum bisa mencintai Wawan. Please beri aku waktu Andi, jangan putusin Hazel sekarang Andi. Saat ini Hazel masih mau bersama Andi meski Hazel tahu Hazel hanya jadi yang kedua bagimu dan hanya jadi pacar sementara bagimu.” Pinta Hazel semakin melemahkan ketegasan Andi yang sebenarnya sudah hamper terkumpul keberanian menolak permintaan Hazel.
Hazel menciumi telapak tangan Andi tanda dia sangat berharap, membuat pertahanan ketegasan Andi semakin rapuh dan akhirnya runtuh.
“Baiklah Hazel, tapi apakah itu akan membuatmu terhibur atau justru akan membuat kamu semakin hancur nanti ?” kata Andi.
“Tiak Andi, hatiku sudah Hancur dari kemarin. Tidak akan semakin hancur, justru dengan ini mungkin sedikit dapat menghibur Hazel untuk mengumpulkan puin puing hatiku yang sudah hancur Andi.” Jawab Hazel.
Andi menatap wajah Hazel yang menitikan air matanya, membuat Andi semakin tidak tega melihatnya.
“Iya Hazel asal kamu merasa lebih bahagia aku bersedia, secara jujur aku juga merasa berat ketika Andi harus memutuskan kamu waktu itu. Namun jujur Asih adalah impianku dari dulu, namun memutuskan kamu tiba tiba itu juga menyakitkan hatiku Hazel.” Kata Andi menghibur Hazel.
“Ndi, aku ingin kamu peluk aku Ndi saat ini pelukanmu akan menguatkan hatiku.” Ucap Hazel.
Andipun memenuhi permintaan Hazel, kemudian Andi memeluk Hazel yang masih terbaring. Hazel yang masih terbaringpun pun melingkarkan tanganya memeluk Andi yang juga memeluknya sambil berdiri.
Wajah Andi yang begitu lekat dengan Hazel tiba tiba dihujani ciuman oleh hazel, Andi menahan karena kepala Hazel masih luka bekas operasi. Andi melarang Hazel banyak bergerak dulu, agar tidak membuat luka bekas operasi hazel kembali berdarah.
“Iya deh Ndi, tapi Hazel minta kecupan bentar aja Ndi, please kecup bibirku Andi.” Pinta Hazel kemudian.
Andi pun memenuhi permintaan Hazel, meski kali ini Andi justru membayangkan sedang mencium bibir Asih kekasihnya. Baru sekejap andi mendaratkan bibirnya mengecup bibir Hazel tiba tiba terdengar suara kedua orang tua Hazel datang.
“Ehhmm Hazel kenapa nak Andi ?” Tanya mamahnya Hazel.
...***bersambung...
hai Readers tercinta
tak lupa Author mengucapkan minal Aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin.
Selamat Hari raya 'idul fitri bagi yg merayakanya.
Bantu author dengan
...like...
...Komen...
...dan...
...Vote ya...
...🙏🙏🙏...
...Terimakasih***...
__ADS_1