Cinta Asteria

Cinta Asteria
Jemput Andi Pulang


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Aku hanya disuruh menyampaikan ke Diana, bahwa ada seseorang yang menyukai dia. Dan hendak mengenal Diana lebih dekat, dan mengundang Diana pada acara pesta ulang tahunnya.” Jawab Syifa.


“Selanjutnya bagaimana ?” desak Hendra kemudian.


“Tanpa sepengetahuanku, ternyata beberapa temanku telah menyiapkan minuman khusus yang akan di berikan kepada Diana agar dia tidak sadarkan diri.” Jawab Syifa.


“Biadab….!!! Aster gak Yakin kamu gak terlibat dalam hal itu…!!!” sahut Aster dengan penuh amarah kepada Syifa….!!!


“Sungguh Syifa gak bohong, Syifa gak ngerti ada rencana jahat yang membuat Diana terpukul hingga depresi dan akhirnya sampai meninggal.” Jawab Syifa.


Aster yang memandang wajah Syifa merasa jika Syifa berkata yang sebenarnya, ucapan Syifa tulus dan jujur waktu itu. kemudian atas permintaan hendra Syifa diminta bermalam disitu, dan esuk harinya harus mengantar menemui Andi dan membujuknya agar mau pulang.


Syifa yang tidak punya pilihan lain hanya bisa menuruti keinginan Hendra. Saat itu Syifa pun bingung, mau berbuat apa. Dia tak lagi punya pilihan kecuali harus membantu mempertemukan dan menyatukan lagi Andi dengan keluarganya.


 Sementara Jhoni dan Armando mohon ijin untuk pulang karena waktu juga sudah larut malam.


Dan malam itu Syifa menginap di rumah Andi, hampir semalam syifa gak bisa tidur merenungkan semua peristiwa yang terjadi padanya, pada Andi dan juga pada Syasya serta semua orang yang dia kenal. Hampir semua sedang mengalami masalah yang sangat sulit saat ini. dan itu membuat Syifa kembali berpikir, “Apakah Tuhan itu memang beneran ada ?” Tanya Syifa dalam hati.


Sayangnya saat Syifa tengah ‘Mencari Tuhan’ dia juga harus berhadapan dengan masalah yang mau gak mau menyeretnya terlibat dalam masalah itu.


“Biarlah, setidaknya Syifa sekarang mau berbuat baik. siapa tahu Syifa dapat menemukan apakah Tuhan itu benar benar ada.” Kata Syifa dalam hati. Sampai menjelang subuh pun Syifa belum juga mampu memejamkan matanya. Dia masih merasakan betapa sedihnya orang tua Andi khususnya, sudah di tinggalkan Diana anak pertamanya. Sekarang Andi anak satu satunya yang masih ada malah terjerumus kedalam lembah Dosa karena Syifa.


“Ya Tuhan, jika kamu memang benar benar ada cukup tunjukkan keberadaanmu. Dengan mengabulkan permintaanku, agar Andi dapat kembali bersatu dengan orang tuanya. Syifa berjanji akan percaya Kamu ada, dan Syifa juga akan ikut menyembahmu jika permohonan ku ini Kamu kabulkan. Karena otak Syifa sudah tidak mampu lagi berpikir. Maka Syifa serahkan kepada Tuhan, jika memang Tuhan itu ada, karena kata Orang Tuhan itu maha segalanya.” Ucap Syifa seperti kepada dirinya sendiri.


Dan tertidurlah Syifa, saat menjelang Subuh hingga terbangun ketika semua isi rumah sudah pada bangun dan beraktifitas.

__ADS_1


Syifa bangun dengan mata yang masih merah menunjukkan dia masih mengantuk. Dan mata agak sembab seperti habis menangis semalaman. Kemudian Syifa menuju ke kamar mandi dan membersihkan dirinya sebelum bergabung dengan keluarga Andi.


Sementara Asih juga masih beres beres di rumahnya sendiri, meski hanya terbatas dinding dengan rumah Andi.


“Syifa…. Kamu agamanya apa kok gak sholat subuh ?” Tanya Aster kepada Syifa.


“Kalo di KTP aku beragama Islam, karena orang tuaku juga Muslim. Tapi jujur saja sampai saat ini, Syifa masih mencari apakah Tuhan itu beneran ada. Jadi Syifa memang belum menjalankan Sholat, sampai bisa menemukan Tuhan.” Jawab Syifa jujur.


“Astaghfirrullah… ya tapi itu urusan pribadi kamu, Aster gak mau ikut campur. Tapi soal yang menyangkut Andi kamu harus bertanggung jawab…!” ucap Aster kepada Syifa.


“Iya, aku ngaku salah tapi dengan apa aku harus bertanggung jawab menebus kesalahanku ?” Tanya Syifa kepada Aster.


“Kamu harus bisa membujuk Andi kembali ke rumah ini dulu. Selebihnya nanti kita bahas setelah itu. tapi yang itu mutlak harus kamu lakukan sampai berhasil. Tidak ada kata tidak berhasil.” Ucap Aster mengancam.


Syifa tak mampu member komentar apapun terhadap apa yang di katakana Aster. Syifa hanya terdiam dan tertunduk seperti kerbau yang di cocok hidungnya saja.


Dan setelah mereka makan pagi akhirnya Hendra dan Aster di damping Syifa mencari tempat persembunyian Andi. Karena Andi disembunyikan Syifa di rumah paman Syifa yang kebetulan kosong tidak di huni.


Sementara Asih tidak ikut ke tempat persembunyian Andi dengan Alasan jika Asih masih belum sanggup untuk bertemu dengan Andi.


Hendra segera melajukan kendaraannya menuju ke alamat yang di tujukkan Syifa. Dan sesampai di rumah yang dimaksut Syifa mengajak Hendra dan Aster masuk kerumah yang ditempati Andi. Pintu rumah itu selalu dikunci dari dalam oleh Andi, namun Syifa juga selalu membawa kunci duplikat rumah itu. karena Syifa dan Andi berharap rumah itu dianggap rumah kosong untuk keamanan Andi.


Kemudian Syifa memanggil Andi agar keluar kamar.


“Andi, bangunlah aku bawakan makanan untuk kamu !” kata Syifa.


Kemudian terdengar Andi membuka pintu kamarnya dan betapa terkejutnya Andi melihat keberadaan Aster dan Hendra suami Aster. Hingga Andi hanya terbengong serba salah, bahkan hampir saja Andi berusaha kabur kalo tidak segera di tahan Hendra.


“Mau kemana kamu Andi, jadi laki laki harus berani bertanggung jawab. Jangan berjiwa pengecut seperti itu…!” ucap Hendra sambil memegang kerah baju Andi yang hendak kabur.


Andi yang tertahan oleh Hendra tak dapat berbuat apapun, hanya diam terpaku dan menundukkan wajahnya.


“Andi adikku, kenapa kamu bida jadi seperti ini ? apakah kamu tak sayang lagi dengan kedua orangtuamu, apakah kamu gak ingat Almarhum Diana kakak Kamu ?” Tanya Aster kepada Andi.


“Ampun mbak Aster mas Hendra, Andi sudah terlanjur kotor sekarang. Andi malu dan tidak ingin membuat kalian juga jadi malu dengan kelakuan Andi selama ini…!” jawab Andi.


“Duduklah, jangan coba coba kabur karena aku akan dengan mudah menemukan kamu kemanapun kamu pergi !” bentak Hendra Kepada Andi.

__ADS_1


Aster yang melihat penampilan Andi yang sekarang menjadi prihatin sekali. Benar benar tidak terurus tubuhnya. Baju dekil tak kena setrikaan juga rambut acak acakan  serta lekung matanya yang kelihatan semakin dalam. Tidak memancarkan aura sama sekali, berbeda dengan dulu yang bersih rapi dan berwajah cerah memancarkan Aura positif.


“Maaf Ndi, apa yang dibilang Aster kakakmu adalah benar. Kembalilah kamu ke orang tuamu dan hiduplah dengan normal seperti dulu lagi. Syifa juga sudah menyadari kesalahan Syifa selama ini dan berniat untuk menghentikan semuanya. Syifa juga ingin hidup normal seperti yang lainnya sekarang.” Ucap Syifa.


“Andi sudah terlalu kotor dan malu kembali ke bapak ibuk ku Syifa…!?” jawab Andi.


“Tidak ada kata terlambat buat bertaubat Andi !” jawab aster sedih melihat keadaan Andi begitu.


“Pulanglah Andi, ingat bapak ibuk kamu selalu menanti kehadiranmu.” Kata Hendra.


Namun Andi masih sangat berat untuk ikut Aster dan lainya pulang. Apa lagi mengetahui Asih juga berada di sana. Mau ditaruh mana muka Andi, batin Andi.


Namun dengan bujuk rayu dari Aster dan Syifa, juga sedikit tekanan dari Hendra akhirnya Andi mau ikut pulang bersama mereka. Dan berangkatlah mereka kembali kerumah Andi setelah Andi mandi dang anti baju agar ibunya tidak makin Sedih melihat keadaan Andi yang berantakan seperti itu…..?!?


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


 


__ADS_2