
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
"Hazel tahu kamu memang mencintai Hazel. Tapi Hazel juga masih dalam rangka belajar mencintai kamu wan. Jadi maaf kalau kamu selama ini merasa kecewa.” Kata Hazel. Membuat Wawan jadi gemetar nikmat mendapat ciuman dari Hazel, meskipun Wawan sering ingin mencium Hazel tapi tidak berani. Bahkan selalu Hazel yang memberikan hadiah tersebut jika Hazel menghendaki…!!!
Wawan selalu bergetar jika Hazel menciumnya, namun Wawan tak pernah berani untuk mendahului mencium Hazel.
“Haz, Wawan boleh Jujur ?” Tanya Wawan.
“Iya ada apa Wan ?” tanya balik Hazel pada Wawan.
“Apa di hatimu ada sedikit saja perasaan cinta ke Wawan ?” Tanya Wawan.
Hazel menatap Wawan dalam dalam, ada keraguan dalam diri Hazel karena secara jujur Hazel belum punya perasaan itu ke Wawan. Hazel hanya menaruh rasa kagum dengan perjuangan Wawan mendapatkan dirinya dan kesabaran Wawan yang luar biasa menunggu Hazel mengatakan Cinta. Hazel juga tak ingin menyakiti hati Wawan namun di satu sisi juga tak ingin membohongi Wawan.
“Kamu sabar dulu ya Wan, jujur saja Hazel masih berusaha memupuk benih benih cinta agar dapat tumbuh cinta pada Wawan di hati Hazel.” Jawab Hazel.
“Iya Haz, Wawan masih sabar menunggu tapi jangan bosan jika Wawan selalu bertanya begitu. Karena Wawan tidak sekedar menginginkan tubuh Hazel namun juga hati Hazel.” Ucap Wawan sambil memandang wajah Hazel.
Kata kata Wawan itu sedikit membuat Hazel luluh, dan sebuah ciuman hangat dari Hazel kembali mendarat di bibir Wawan. Dan Wawan pun menyambut ciuman Hazel itu dengan penuh perasaan, bahkan kali ini Wawan pun berani memeluk Hazel dengan erat serta memberikan sesuatu yang lebih. Namun Hazel segera melepaskan tangan Wawan yang semakin berani.
“Sudah Wan, jangan sampa keterusan bukankah yang kamu inginkan bukan hanya tubuh Hazel tapi hati Hazel.” Kata Hazel.
“Maafkan Wawan Haz, Wawan teramat larut tadi sampai tidak bisa kontrol karena terbuai suasana.” Jawab Wawan.
Hazel cepat sadar jika dirinya memang belum mempunyai perasaan kepada Wawan. Dan tidak mau terlarut ke dalam perbuatan yang lebih dari sekedar ciuman. Karena akan berbeda jika sudah sama sama larut dalam kenikmatan bercumbu. Antara Cinta dan ***** yang sangat sulit dibedakan jika sudah sama sama terbuai asmara sesaat.
“Owh iya Wan, jadi bagaimana besok kita jadi datang ke pernikahan Andi dan teh Asih ?” tanya Hazel.
“Tentu saja Haz, bagaimanapun Andi adalah sahabat kita. Dan wawan ingin nanti kita bisa member hiburan dengan lagu lagu jika memungkinkan Haz.” Kata Wawan.
“Apa kamu gak cemburu jika aku menyanyi untuk Andi Wan ?” tanya Hazel.
“Kenapa harus cemburu, bukankah Andi sudah menikah dengan teh Asih besok ?” jawab Wawan.
“Iya Wan kamu benar, dan sejujurnya Andi pernah cerita jika Andi itu hanya bisa mencintai orang yang lebih tua sedikit darinya. Harusnya memang dari awal Hazel sadar akan itu Wan.” Ucap Hazel dengan mata yang sembab.
Wawan justru merasa agak cemburu, karena merasa jika air mata Hazel itu bukan untuk dirinya tapi untuk Andi. Namun dengan besar hati pula Wawan menerima itu dan kali ini Wawan kembali memeluk Hazel. Tapi bukan dengan birahi melainkan dengan kasih sayang Wawan kepada Hazel. Sehingga Hazel menjadi agak lega karena mendapatkan pelindung di saat dirinya dalam masalah dan butuh orang untuk mengeluarkan tangisan Hazel.
Dengan sabar Wawan menenangkan Hazel, bahkan dengan memberikan support kepada Hazel.
“Menangis lah jika Hazel pengen menangis, Wawan siap untuk menjadi sandaran kesedihan Hazel.” Kata Wawan.
Begitulah Wawan yang selalu bisa menenangkan Hazel meski belum bisa mendapatkan hati Hazel. Hati Hazel masih tertutup, nama Andi masih melekat kuat di dalam hati Hazel.
*****
__ADS_1
Saat pagi hari Hendra segera mengeluarkan sepeda motor untuk berangkat ke tempat Andi dirawat selama ini. Hendra benar benar berharap dapat menyelesaikan masalah Andi. meskipun dirinya sendiri sedang memiliki masalah besar di perusahaannya. Namun Hendra berpikir jika masalah Andi bisa di selesaikan maka akan sedikit mengurangi beban dia dan Aster bahkan Asih. Sehingga nanti bisa berkonsentrasi untuk memecahkan masalah perusahaan yang baru dalam masalah besar.
“Aster kamu benar benar siap untuk membawa mobil nanti.” Kata Hendra kepada Aster yang sangat mengkhawatirkan kandungan Aster lebih dari mengkhawatirkan dirinya sendiri.
“Iya bang, Abang gak usah khawatirkan Aster, Insya Allah Aster akan baik baik saja.” Jawab Aster.
“Jelas abang khawatir dong Aster, kan kamu lagi mengandung anak abang juga ?” jawab Hendra.
“Memang kalau Aster gak mengandung anak Aster abang gak khawatir sama Aster ?” Tanya Aster menggoda Hendra.
“Ya khawatir juga lah, namanya juga istri tercinta.” Jawab Hendra.
“Hmmm… abang menggombal udah sana jalan biar bisa jalan santai jangan ngebut.” Kata Aster.
“Memang Aster juga khawatir sama abang ?” Balas Hendra.
“Ya iyalah bang, masak sama suaminya gak khawatir, abang ini ah suka mancing mancing terus. Nanti malah gak jadi berangkat hanya ngobrol terus.” Ucap Aster.
Maka Hendra pun segera bersiap untuk berangkat lebih dahulu, dan setelah berpamitan dengan semuanya Hendra pun segera menjalankan sepeda motor berangkat lebih dahulu dari rombongan untuk menyerahkan data keperluan Nikah tersebut.
Sambil mempersiapkan Mas Kawin sebagai syarat pernikahan dan juga semua yang dibutuhkan termasuk snack dan segalanya Aster menunggu rombongan teman teman Andi. namun ternyata yang Hadir hanyalah Wawan dan Hazel saja. Karena yang lain tidak bisa hadir karena ada acara lain.
“Ini mbak Aster kan ? Wah rupanya mbak Aster sudah hampir memiliki putra sekarang, selamat ya mbak Aster.” Kata Wawan didampingi Hazel.
“Ini pasti Wawan dan Hazel ya, kapan kalian akan menyusul segera menikah ?” Tanya Aster.
Wawan dan Hazel jadi agak kikuk dan bingung mau menjawab.
“Kalau Wawan terserah Hazel saja mbak kapan Hazel siap menjadi istri Wawan.” Jawab Wawan.
Karena secara tidak langsung Aster dulu yang ikut terlibat membuat Andi dan Hazel putus. Meski itu sekedar meminta ketegasan Andi untuk memilih satu diantara Asih atau Hazel. Dan Aster juga tidak menyangka jika Andi akan mengalami hal yang cukup parah kemarin.
“Hazel, kamu makin cantik saja sekarang.” Kata Aster mengalihkan pembicaraan.
“Makasih mbak Aster atas pujiannya, tapi Hazel merasa biasa biasa saja kok mbak. Malah lebih cantik mbak Aster menurut Hazel.” Jawab Hazel. Yang tahu jika Aster hampir menjadi pelarian Cinta Andi setelah memendam perasaan lama kepada Asih. Meskipun hal serupa ternyata juga dirasakan Asih, hingga atas peran Aster dan Astri lah akhirnya yang mempersatukan Andi dan Asih.
“Gak juga Haz, mbak kan udah tua sebentar lagi juga sudah dipanggil ibu. Beda lah sama Hazel yang masih muda dan cantik.” Jawab Aster.
Mereka pun terlibat pembicaraan santai sambil menunggu persiapan selesai. Dan Asih pun muncul menghampiri Wawan dan Hazel.
“Eeeh ada tamu rupanya, apa kabar kalian Wawan dan Hazel.” Asih menyapa Wawan dan Hazel kemudian Asih mendekati Hazel dan memeluk Haz sambil cipika cipiki.
Ada perasaan berbeda antara Asih dan Hazel. Asih sedikit canggung dengan Hazel dan Hazel pun merasakan itu. namun berusaha menutupi agar tidak merusak kebahagiaan Asih.
“Selamat ya teteh Asih yang cantik semoga kalian bahagia selamanya.” Ucap Hazel kepada Asih.
“Terimakasih Hazel, Asih doakan kalian juga bahagia selamanya nanti.” Jawab Asih yang tidak mengetahui kerumitan hubungan Hazel dan Wawan.
“Makasih teteh, atas doanya Aamiin doa dari kami juga bua teteh ku yang cantik.” Balas Wawan yang terbiasa bercanda dengan Asih, ketika band mereka masih aktif dulu.
“Yee Wawan, masih ingat saja candaan masa lalu dengan teteh. Awas nanti Hazel marah lo Wan.” Kata Asih.
“Gak kok teteh, Hazel tahu teteh Asih dan Wawan dari dulu suka bercanda begitu.” Jawab Hazel. Sekedar member pengertian kepada Asih sekaligus member support pernikahannya dengan Andi. dengan tidak menunjukkan rasa kecewanya.
“Terimakasih Haz, sayang pernikahan kali ini hanya sederhana tanpa pesta. Kalau ada acara Asih pengen kalian menyanyi di acara Asih nanti.” Kata Asih.
__ADS_1
“Owh dengan senang hati teteh, kami memang punya rencana seperti itu juga.” Jawab Wawan.
“Sekalian saja nanti sepulang dari sana kita bikin acara kecil. Di rumah Asih dan Andi yang baru nanti, sambil peresmian mereka memasuki rumah baru dan kehidupan baru. Nanti Aster juga mau ikut nyanyi kok.” Sahut Aster dan langsung disanggupi Wawan dan Hazel Maka berangkatlah mereka setelah semua persiapan selesai.
*****
Hendra yang baru sampai di pesantren tempat Andi dirawat, sudah disambut pengurus yang akan ikut menjadi saksi pernikahan Andi dan Asih. Termasuk juga Andi yang sudah berdandan menggunakan Jaz pengantin.
“Makasih bang Hendra, Andi gak tahu harus bagaimana berterima kasih dengan bang Hendra.” Ucap Andi sambil menyalami Hendra suami kakak sepupunya.
“Gak usah dipikirkan Andi, akau ini abang kamu jadi sudah sepantasnya jika aku membantumu.” Jawab Hendra.
Kemudian Hendra segera menyerahkan data data yang dibutuhkan untuk keperluan pernikahan. Sebuah pernikahan sederhana yang hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat yang terbatas. Untuk mencari syah secara agama dulu, sedang untuk mengurus surat nikah resmi belakangan. Karena jika harus menikah Resmi secara hukum Negara memang persyaratannya lebih sulit. Sehingga pernikahan ‘Siri’ kadang memang jadi alternatif. Meskipun tetap tidak meninggalkan proses hukum Negara, sehingga harus menikah di pesantren yang memang memiliki legalitas hukum untuk mengeluarkan Surat pengantar mengurus Surat Nikah yang Resmi.
Jadi keberadaan pesantren seperti itu sebenarnya malah membantu KUA agar proses Nikah bisa lebih mudah tapi tanpa meninggalkan proses hukum Negara.
Dan waktu berselang cukup lama, akhirnya rombongan calon pengantin Putri pun akhirnya datang juga. Nampak Asih cukup tegang wajahnya, karena sudah lama tidak bertemu maupun berkomunikasi dengan Andi. Bahkan Asih pun pernah mencoba melupakan Andi dengan menjalin hubungan dengan Arya. Meskipun akhirnya juga gagal.
Di lain pihak Andi pun berdebar debar, seakan masih belum bisa mempercayai jika Asih yang dicintai namun dikhianati itu masih mau menerima dirinya yang sudah banyak menyakiti Asih.
Dan saat kedua calon pengantin itu siap dinikahkan tiba tiba Andi meminta waktu untuk berbicara terlebih dahulu. Dan semua mempersilahkan Andi mengutarakan maksud dan isi hatinya tersebut.
“Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu…!”
“Wa’alaikummussalaam warahmattullahi wabarakatuhu…” jawab Hadirin.
“Andi tidak akan bicara banyak, hanya mengucapkan Syukur Alhamdulillah, di tempat ini Andi menemukan kedamaian dan dapat kembali mencari jalan yang lurus. Bahkan anugerah terbesar dalam hidup Andi kali ini… ( Suara Andi terputus karena menangis )
Adalah dapat memperistri seorang gadis pujaan hati Andi dari dulu. Meskipun pernah Andi khianati cinta nya. Namun diluar dugaan Andi. Ternyata masih mau menerima Andi apa adanya, untuk itu izinkan saya bertanya sekali lagi. Kepada calon istri saya agar saya mendengar sendiri ucapannya jika masih mau menerima Andi yang sekarang ini. Asih,,, apakah benar kamu masih mau menerimaku sebagai calon suami kamu, setelah apa yang pernah aku lakukan selama ini. kalau pun kamu tidak lagi bisa menerima Andi, maka Andi pun ikhlas melepasmu. Namun jika Asih masih mau menerima Andi, maka aku berjanji akan berusaha mnejadi suami yang baik bagi kamu selamanya.” Ucap Andi.
Banyak yang terharu dengan apa yang diucapkan Andi tersebut, termasuk juga Asih dan Aster yang ikut bahagia waktu itu. dan atas kesepakatan semua maka Asih pun diminta untuk menjawab langsung pertanyaan Andi tersebut. sehingga Asih pun mau tidak mau harus menjawab pertanyaan Andi tadi dihadapan semua hadirin di situ….!!!
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Reader semuanya.
Komentar reader semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Reader semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1