Cinta Asteria

Cinta Asteria
Skenario kedua Astri membuka rahasia


__ADS_3

🌷🌷🌷


Readers Tercinta, mohon maaf jika masih banyak tipo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Episode lalu


“Aster, Aku Hendra mengucapkan ini dengan sepenuh hatiku. Bahwa Aku ingin melamar kamu dengan segala kelebihan dan kekuranganmu. Aku siap menerima kamu, jika kamu bersedia menjadi calon istriku maka ambilah cincin ini dan kita pakai berdua. Namun jika kamu tidak bersedia, ambilah cincin ini dan campakkan ke kotak sampah saja. Biar nasibnya sama dengan diriku yang kamu campakan cintaku.” Ucap Hendra didepan Astri dan mamahnya


Aster hanya menangis tak menjawab, dan justru menghampiri mamah Astri dan bersimpuh dihadapan mamah Astri, sementara Hendra dibiarkan ditempatnya tanpa merubah posisi bersimpuh Hendra….!!?


*****


Episode ini


“Mah Aster tidak tahu harus bilang bagaimana mah ? Aster gak nyangka akhinya hati Aster luluh dihadapah Hendra mah. Orang yang dulu paling nyebelin bagi Aster.” Ucap Aster kepada mamah Hendra.


“Bangunlah Aster,,, Hendra kamu kesini. Biarlah mamah yag measangkan cincin buat kalian sebagai ikatan tali cinta kasih kalian.” Ucap mamah Hendra menangis bahagia. Karena akhirnya Hendra bisa mendapatkan calon pendamping sesuai pesan terakhir almarhum papahnya.


Disampingnya Astri pun meneteskan air mata bahagia akhirnya sahabat karibnya Aster menemukan cinta sejatinya. Gunung es yang selama ini beku itu akhirnya leleh dan mencair. Aster yang selama ini tidak pernah merasakan jatuh cinta akhirnya dapat luluh di  hati Hendra abang Astri.


”Aster, akhirnya kita beneran akan menjadi saudara sekarang.” Ucap Astri sambil memeluk Astri.


“Iya Astri, apa yang pernah dikatakan Nisa dulu memang benar, dari benci bisa berubah menjadi cinta. Hendra,,, Aster bersedia menerima pinangan kamu. Aster bersedia menjadi calon istri kamu, dan aku bersedia menjadi kakak ipar Astri.” Ucap Aster agak malu malu dengan Hendra.


Hendrapun tersenyum bahagia dan menghampiri Aster serta memeluk Aster dihaapan mamah dan adiknya. Aster agak risih dan berusaha melepaskan pelukan Hendra, namun Hendra tidak mau melepasnya. Sampai Hendra berhasil mencium kening Aster. Barulah Hendra melepaskan Aster, sambil berkata pelan.


“Aster, terimakasih kamu sudah bersedia menerima pinanganku. Mulai sekarang aku akan selalu menjagamu dan mengawasimu. Hendra tidak ingin kamu disakiti oleh siapapun lagi.” Ucap Hendra.


“Iya Hendra, tapi jangan begini juga ah Aster malu sama mamah dan Astri.” Gerutu Aster.


“Aster kapan orang tuamu pulang ke Indonesia, mamah pingin kalian segera meresmikan hubungan kalian dengan tali pernikahan. Meskipun sekedar acara sederhana dulu dan untuk pesta bisa menyusul.” Ucap mamahnya Hendra.


“Iya mah, kebetulan awal bulan depan bapak dan ibu Aster akan pulang ke Indonesia. Karena tugas beliau  disana juga sudah paripurna tinggal menunggu serah terima jabatan saja mah.” Ucap Aster.


“Alhamdulillah kalo begitu, jadi kita pastikan saja bulan depan kalian segera menikah. Dan selama menunggu kalian menikah mamah harap kalian bisa jaga diri kalian masing masing. Kalian pasti tahu maksut mamah kan ?” kata mamah nya Hendra.


“Iya mah, Hendra tahu kok hendra sangat mencintai Aster gak akan kurang ajar sama Aster. Apa lagi Hendra tahu mamah dan Astri juga  sangat menyayangi Aster.” Jawab Hendra.


“Sukurlah, mamah merestui kalian tapi mamah juga pesan buat Hendra, teruslah bekerja dengan sepenuh hati kamu adalah calon kepala rumah tangga yang punya tanggung jawab penuh untuk mencukupi kebutuhan rumah tanggamu nanti. Kamu yang bertanggung jawab akan anak dan istrimu nanti. Dan bagi Aster, Hendra memang seperti itu mamah harap Aster bisa memaklumi abangnya Astri itu.” Ucap mamahnya Hendra.

__ADS_1


“Iya mah, Aster juga siap jika nanti aturan perusahaan mengharuskan salah satu dari kami harus berhenti bekerja. Aster siap untuk berhenti bekerja, karena Aster sadar kodrat wanita mah. Dan berapapun hasil yang diperoleh oleh suami Aster nanti akan Aster terima dengan senang hati mah.” Jawab Aster. Baik mamah Hendra, Astri dan Hendra sendiri saling pandang bertiga. Kemudian mamah nya Hendra yang menjawab.


“Tidak begitu Aster, kita usahakan kamu tetap bisa mencapai cita cita kamu. Sayang jika kamu berhenti di tengah jalan dalam meniti karir kamu. Soal pekerjaan Hendra yang mengalah jika salah satu dari kalian harus berhenti. Biar Hendra yang berganti profesi nanti.” Ucap mamahnya Hendra yang belum mau membuka rahasia mereka. Bahwa perusahaan itu adalah milik keluarga mereka.


“Tapi mah, bagi Aster keluarga lebih penting mah. Dan jujur saja Aster saat ini merasa sangat bahagia akhirnya Aster bisa membuka hati bagi laki laki hal yang selama ini meresahkan Aster mah. Jadi apalah artinya karir dibandingkan dengan anugerah yang Aster terima saat ini.” jawab Aster.


“Astri rasa bener mamah Aster, kamu jangan sentimental begitu. Bagaimanapun pekerjaan kamu bukan hanya sekedar urusan mencari nafkah, namun juga sebagai bentuk ekspresi dirimu dalam mencurahkan bakat dan kemampuanmu. Kamu akan merasa resah jika tidak bisa mengekspresikan bakat dan kemampuanmu.” Sambung Astri.


“Soal pekerjaan bagi Hendra gampang Aster, ibaratnya jika Hendra harus jualan cilok pun gak masalah asal Aster gak malu nanti.” Gurau Hendra.


“Apaan sih Hendra, gak bakalan Aster malu dengan profesi suami nanti. Tapi juga gak usah begitulah Hendra.” Jawab Aster.


“Atau gini saja ya mah, Hendra resent saja dari perusahaan dan mencar kerjaan lain biar Aster tetap bisa kerja disana.” Tanya Hendra pura pura.


“Itu soal gampang Hendra, kita bicarakan nanti saja.” Jawab Mamahnya Hendra.


“Maaf mah, Aster mau Tanya satu hal yang selama ini Aster simpan dalam hati. Tapi sekali lagi mohon maaf nih ini tidak akan mempengaruhi apapun.” Kata Aster yang ragu ragu untuk bertanya.


“Tanyakan saja Aster, apa yang akan kamu tanyakan !” jawab mamahnya Hendra.


“Begini mah, seingat Aster waktu kecil mamahkan punya usaha tapi Aster gak ingat usaha apa waktu itu. hanya yang Aster ingat mamah dan papah kan sering kali keluar kota urusan usaha. Apakah usaha itu tidak dikembangkan lagi saja mah. Mungkin Aster bisa bantu.” Tanya Aster.


Sejenak keluarga Hendra saling pandang, saling member isyarat.


“Begini Aster, perlu kamu ketahui jika usaha mamah dan papah waktu itu sempat jaya namun ambruk di tengah jalan. Dan semua Aset perusahaan dan rumah disita bank. Sampai akhirnya mamah menjual rumah yang dulu saat masih tinggal di dekat Aster.


dan saat ini pun rumah yang mamah tempati masih dalam proses lelang untuk pelunasan bank. Semoga kamu gak kecewa mendengar ini Aster.” Jawab mamah Hendra.


“Jadi kamu gak kecewa Aster tahu kondisi sebenarnya keluarga kami ?” Tanya Astri, berakting sedih.


“Yaa Allah Astri,,, apa kamu kira Aster ini cewek matre yang hanya mencari harta saja ?” jawab Aster.


“Terimakasih ya Aster, kamu memang sangat baik sebagai sahabatku dan sekarang sebagai calon kakak iparku.” Ucap Astri sambil memeluk Aster.


“Iya Astri, owh iya maaf mah jika rumah mamah memang harus dijual untuk pelunasan bank jual saja mah. Nanti kita tinggal di rumah Aster saja, Aster kira cukup lah buat kita tinggal bersama ramai ramai nanti.” Kata Aster.


Keluarga Hendra sangat tersentuh dengan ketulusan Aster, yang tidak peduli mendengar berita kebangkrutan keluarga Hendra. Meskipun itu hanya sandiwara mereka untuk menguji Aster saja.


“Terimakasih Aster, tapi mamah rasa gak perlu seperti itu, kalo rumah itu terjual nanti mamah bisa menyewa rumah tinggal yang sederhana saja.” Ucap mamah Hendra.


“Wah ini sudah kelamaan kita meninggakan kantor. Apa gak sebaiknya pembicaraan ini kita lanjutkan nanti saja Aster ?” Tanya Hendra mengalihkan pembicaraan.


“Owh iya, sampai lupa Aster yaudah mah Aster pamit kerja lagi. Astri aku pergi dulu ya !” ucap Aster.


Aster dan hendra akhirnya kembali ke perusahaan, sepanjang perjalanan Aster agak malu malu dengan Hendra.  Sementara Astri dan mamahnya pulang kerumahnya untuk membicarakan perihal Aster dan perusahaan.


“Apa gak sebaiknya kita sekarang terus terang saja dengan Aster mah, jika perusahaan itulah hasil jerih payah papah dan mamah selama bertahun tahun berjuang. Kan mamah juga sudah tahu sendiri jika Aster tidak terpengaruh dengan harta. Mau kita bangkrut ataupun tidak dia tetep mau jadi calon istri bang Hendra.” Ucap Astri.

__ADS_1


“Mamah ras benar itu Astri, tapi bagaimana caranya agar kita menyampaikan itu kepada Aster. Agar tidak membuatnya terkejut apalagi merasa tersinggung atas semu ini.” jawab mamahnya Astri.


“Soal itu biar Astri yang atur mah, yang penting mamah setuju saja.” Kata Astri.


“iya mamah setuju, tapi mamah juga harus tahu apa rencana kamu Astri ?” kata mamahnya Astri.


“Kita undang saja para petinggi perushaan dalam acara pertunangan Aster dan bang Hendra nanti. Kemudian kita kasih tahu Aster rahasia yang selama ini kita simpan.” Jawab Astri.


“Apa gak bikin Aster malah jadi syok nanti Astri ?” ucap mamahnya.


“Mungkin memang akan sedikit terkejut mah, tapi itu sekalian bisa jadi surprise bagi Aster nanti.” Jawab Astri.


“Hmmm,,,, yaudah kamu atur saja semuanya nanti mamah setuju saja sama kamu, berarti sekalian saja nanti diumumkan diperusahaan setelah itu. Bahwa Hendralah yang akan menjalankan roda perusahaan itu pada seluruh karyawan. Artinya sandiwara ini selesai dan tidak ada lagi penyamaran Hendra, biar dia bisa leluasa menjalankan roda perusahaan nanti.” Kata mamahnya Hendra.


“Siap mah, Astri akan siapkan rencana yang tepat untuk semua itu. yang jelas Astri sekarang bahagia bang Hendra sudah mendapatkan pengganti Elisa yang jauh lebih baik dan orang itu ternyata Aster yang sudah sama sama kita kenal dari kecil mah.” Ucap Astri.


Begitulah rencana Astri dan mamahnya yang akan segera membongkar sandiwara yang selama ini mereka mainkan. Dan tentu saja dengan dibongkarnya rahasia tersebut akan membuat Aster kaget jika dia menyadari bahwa selama ini dia bekerja di perusahaan milik keluarga sahabatnya Astri. Dan ternyata calon suaminya adalah pewaris perusahaan tersebut.


Bagaimanakah reaksi Aster nanti jika mengetahui semua itu, bahkan justru Nisa juga tahu tentang semua rahasia itu ? Ikuti terus ya reader tercinta, jangan lupa dukung terus author dengan Like, komen dan vote nya.


Terimakasih.


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2