
"Soal Hazel. menurut nak Wawan, mohon maaf sebelumnya tapi. Apakah nak Wawan setuju
jika kita minta tolong Andi dan istrinya membantu menyadarkan Hazel?!?" tanya mamanya Hazel.
Wawan jadi ragu, tepatnya masih merasakan cemburu jika Hazel didekat Andi...!!?
“Apakah tidak ada jalan lain lagi tante ?” Tanya Wawan.
Dari jawaban Wawan mamanya Hazel pun merasakan jika Wawan menyimpan rasa cemburu pada Andi.
“Begini maksud tante Wan, jika Hazel sudah kembali sadar tante pengen kamu segera menikahi Hazel. Namun jika konidis Hazel masih seperti ini kan gak mungkin Hazel dinikahkan dalam kondisi seperti ini.” Kata mamanya Hazel.
“Iya tante, kalau begitu Wawan menurut saja apa yang terbaik buat Hazel menurut tante.” Jawab Wawan.
“Tentu saja tante berharap yang terbaik buat Hazel dan Wawan. Tante lihat kamu sangat mencintai Hazel, jadi tante percayakan Hazel pada Wawan.” Kata mamanya Hazel.
“Iya Tante, Wawan sangat menyayangi dan mencintai Hazel dari dulu. Wawan pengen
Hazel bahagia dan Wawan akan buat Hazel bahagia bersama Wawan tante.” Jawab Wawan bersemangat.
“Nah maka dari itu tante minta sedikit lagi pengorbanan Wawan. Meskipun Tante tahu Wawan
sudah banyak berkorban demi Hazel.” Jawab mamanya Hazel.
“Gak juga kok Tante, Wawan hanya melakukan apa yang harus Wawan lakukan buat Hazel.
Pengiorbanan apa yang tante harapkan dariWawan ? Jika Wawan mampu pasti Wawan
bersedia kok Tante.” Jawab Wawan.
“Sedikit saja Wawan mengorbankan perasaan Wawan, Biar Hazel dibujuk Andi agar sadar, memang tante tahu jika Wawan Pasti masih ada rasa cemburu dengan Andi meski Andi sudah beristri. Namun Wawan perlu tahu jika tante sudah pernah bilang ke Hazel untuk belajar dan mencintai kamu dan mau menerima kamu sebagai suaminya sebelum peristiwa naas itu terjadi.” Ucap Mamanya Hazel.
“Jadi tante betul betul merestui jika Wawan mau menikahi Hazel ?” tanya Wawan.
“Pada siapa restu tante akan tante berikan jika tidak pad Wawan yang tante lihat sangat mencintai Hazel dengan tulus dari dahulu.” Jawab Mamanya Hazel.
Wawan yang mendengar dirinya direstui oleh mamanya Hazel langsung bangkit dan mencium tangan mamanya Hazel.
“Terimakasih tante, Wawan bersedia melakukan apapun demi Hazel.. termasu jika memang Hazel harus dipertemukan dengan Andi. Apalagi Andi juga sahabat wawan kok Tante.” Kata Wawan dengan bangga dan gembira.
“Nah mulai sekarang kamu jangan panggil tante lagi. kan kamu calon menantuku, panggil mama
juga dong seperti Hazel memanggilku.” Kata mamanya Hazel.
“Iya ma, Wawan bahagia sekali boleh memanggil dengan sebutan mama. Mama mertua kapan
Hazel akan dipertemukan dengan Andi, Wawan siap mengantarkan menemui Andi ma.” Kata Wawan.
“Terserah Wawan saja bagaimana baiknya dan kapan waktunya. Mau Hazel yang kamu bawa ke
Andi atau Andi yang kamu bawa kesini juga terserah Wawan saja. Mama percayakan Hazel pada Wawan saja.” Kata mamanya Hazel.
“Baik ma, Wawan coba kontak Andi bagaimana baiknya sekalian juga dengan the Asih istri
__ADS_1
Andi biar sama sama enak. Jangan sampai rumah tangga Andi dan the Asih malah jadi retak nanti.” Kata Wawan.
“Iya atur saja bagaimana baiknya menurut Wawan.” Jawab mamanya Hazel yang sebenarnya tahu
jika Wawan hanya tidak rela jika Hazel hanya berdua dengan Andi saja. Minimal jika Andi dengan Asih istrinya Wawan tidak terlalu merasa cemburu.
Sebagai orang tua mamanya Hazel sangat memahami perasaan Wawan yang begitu mencintai
Hazel. Sehingga perasaan cemburunya agak berlebihan. Namun dengan begitu mamanya Hazel juga merasa lebih tenang karena Wawan kelihatan sangat mencintai Hazel anaknya. Tentu saja perasaan cinta Wawan akan membuat Wawan berlaku baik kepada Hazel anak semata wayangnya.
“Kalau begitu sore ini juga wawan akan kerumah baru Andi ma, biar dapat keterangan kapan Andi bisa menemui Hazel. Juga sekalian memastikan apakah Andi bersedia ke sini atau Hazel yang harus Wawan bawa menemui Andi dirumahnya.” Kata Wawan.
“Iya wan, mama bahagia sekali punya calon menantu seperti Wawan. Begitu perhatian dan
menyayangi Hazel anak Mama.” Jawab mamanya Hazel.
“Iya ma, Insya Allah Wawan tidak akan menyia nyiakan Hazel dan mengecewakan mama nanti.” Jawab Wawan.
Kemudian Wawan mohon pamit mau menemui Andi di rumah baru Andi dan Asih. Namun sampai
dirumah baru Andi Wawan mendapati rumah itu kosong sehingga Wawan terpaksa menghubungi Andi menanyakan keberadaannya.
“Assalaamu’alaikum Wan, tumben telpon ada apa Wan ?” Suara Andi di telpon.
“Wa’alaikummussalaam Brother… memangnya gak boleh ya Wawan telpon Andi ?” Jawab wawan.
“Tentu saja boleh lah, bahkan Andi senang sekali kalau Wawan masih mau berteman dengan Andi.” Jawab Andi.
“Eeeh buju busyet… dari dulu juga Wawan anggap Andi brther bukan sekedar friend saja kali…!”
“Alhamdulillah kalau begitu, Andi kira sudah melupakan Andi karena Andi pernah menjadi bahan
berita negatif dulu itu. seperti teman teman yang lain yang sekarang meninggalkan Andi.” Jawab Andi.
“Tidak dengan Wawan Bro,,, Wawan tetap anggap Andi brother kok. Masa lalau kamu tidak mempengaruhi Wawan sama sekali. Yaa sedikit terkejut saja dulu tapi yang penting kamu sekarang sudah kembali jadi Andi yang
dulu.” Kata Wawan.
“Syukurlah Wan, berkat doa dan support dari banyak saudara dan teman Andi kembali sadar sekarang, by the way ada apa nih ? Sekedar say hello atau ada perlu lain Wan ?” tanya Andi.
“Tahu aja lo Ndi kalau gue lagi butuh lo sekarang.” Jawab Wawan.
“Bilang saja sih Wan, kalau memang Wawan masih mau jadi Sohib Andi.” Kata Andi.
“Gue di depan rumah lo sekarang Ndi, pengen ngobrol langsung sama kamu. Lo bisa pulang
gak, atau gue yang susul lo dimana ?” tanya wawan.
“What… Lo di depan rumah gue, Rumah gue yang baru maksud lo ?” Tanya Andi.
“Ya iya lah Ndi, gue kan tahu lo gak enak tinggal di rumah bokap nyokab lo !” Jawab
Wawan.
__ADS_1
“Aduh Wan,,, Gue lagi dirumah sakit sama istri gue. Nungguin mbak Aster yang baru
lahiran nih.” Jawab Andi agak gak enak karena Wawan menunggu di depan rumahnya.
“Yah,,, mbak Aster sudah melahirkan anaknya ? Cowok apa cewek Ndi ?” Tanya Wawan.
“Alhamdulillah Wan sudah lahir normal semuanya sehat, anaknya cowok Ganteng banget lo Wan.”Jawab Andi.
“Alhamdulillah Wawan ikut bahagia Ndi, salam saja buat mbak Aster dan suaminya, namanya siapa
Wawan lupa Ndi ?” tanya Wawan.
“Bang Hendra Wan, ini semua kumpul disini, sebenarnya sudah boleh pulang sih tapi
nunggu besok pagi saja. Kasihan Bayinya kalau malam malam diajak jalan.” Jawab Andi.
“Owh ok deh Ndi, jadi sebenarnya Wawan mau minta tolong sama Andi buat sadarkan Hazel Ndi,
tentu saja ajak istri kamu biar dia gak slah paham nanti.” Kata Wawan.
“Lah kenapa Hazel, apa dia sakit gak sadarkan diri Wan ?” tanya Andi.
“Bukan Ndi, memang lo belum tahu apa yang menimpa Hazel ?” Tanya Wawan.
“Iya Andi dengar baru tadi dari mbak Aster sebelum ke rumah sakit. Tapi bagaimana kondisi
Hazel Andi belum tahu Wan. Andi ikut prihatin Wan atas apa yang menimpa Hazel.” Kata Andi.
“Iya Ndi, Makasih emptinya dan jujur saja Ndi. Wawan akan menikahi Hazel minta doa nya ya
Ndi.” Kata Wawan kemudian.
“Alhamdulillah,,, iya Wan, Andi doakan kalian jadi pasangan yang samawa. Kapan Wan Andi di undang
ya Wan ?” kata Andi.
“Belum ada kepastian waktu, masih nunggu Hazel sampai pulih Ndi. Makanya wawan mau minta
tolong agar Andi bisa menyadarkan Hazel. Dia depresi berat Ndi setelah peristiwa itu. kasihan papa mamanya Ndi. Hazel bahkan tidak mau makan kalau gak dipaksa Ndi.” Kata Wawan.
“Iya Wan, aku bicarakan dengan istriku dulu Wan. Nanti aku kasih kabar kapan bisa ke
tempat Hazel bersama istriku nanti.” Jawab Andi.
“Serius ya Brtother, Wawan sangat mengharapkan kehadiran Andi dan the Asih buat menemui
Hazel. Biar Hazel cepat pulih dan Wawan bisa segera menikahi Hazel.” Kata Wawan.
“Insya Allah Wan, Andi akan bantu semaksimal mungkin Wan.” Jawab Andi.
“Yasudah bro, kalau begitu Wawan tunggu saja berita baiknya. Wawan cabut dulu gak enak di sini kelamaan tar malah dikira mau maling ke rumah kamu lagi. udah ya Ndi, asssalaamu ‘alaikum….!” Kata Wawan mengakhiri telpon tanpa menunggu jawaban salam dari Andi langsung mematikan HPnya dan meluncurkan mobilnya kembali ke rumah Wawan.
Hubungan
__ADS_1
Wawan dan Andi pun kembali menjadi baik setelah sempat lama Renggan karena berbagai peristiwa yang bahkan membubarkan Grup Band mereka. Dan nyaris tidak pernah ada lagi komunikasi siantara mereka. Bahkan Wawan pun mendapatkan nomor baru Andi baru pada Saat pernikahan Andi denga Asih dulu.
Bersambung…