
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
...Selamat membaca...
Hazel benar benar termakan omongan Bram runtuhlah pertahanan dan kewaspadaan Hazel yang akhirnya menyetujui untuk bertemu Ketua Panitia. Yang dalam hal ini Daniel lah yang akan diperankan sebagai ketua Panitia. Dan Hendra juga akan diundang Hadir setelah Daniel pergi untuk bertemu Hazel dan di situlah rencana busuk Bram akan dilaksanakan…!
Bram tersenyum penuh kemenangan, hatinya bersorak kegirangan. "kamu rasakan nanti Haz, bagaimana rasanya kehilangan kehormatan seorang Gadis." kata Bram dalam hati.
Setelah Bram merasa berhasil dia pun segera berpamitan, Hazel yang sudah jadi lunak pun mempersilahkan Bram
"Hati hati Haz, Bram bukan orang baik baik." Kata mamanya Haze.
"Iya mah, Hazel lebih percaya orang lain dari pada Bram. makanya Hazel mau bicara langsung dengan Ketua Psinitianya, apa benar ucapan Bram tadi" Jawab Hazel.
"Meski begitu kamu harus tetap hati hati Sayang. Mama gak mau kamu dibohongi Bram lagi." Ucap mamanya Hazel.
*****
Sementara Bram meninggalkan rumah Hazel dengan perasaan gembira, merasa berhasil memperdaya Hazel. Bram pun bergegas menemui Daniel mengajak bertemu di sebuah tempat yang biasa mereka gunakan untuk bertemu.
Bram meluncur lebih dahulu ke lokasi, kemudian memesan sebuah minuman kepada waiters. Sambil menunggu Daniel datang, Bram pun memanggil seorang wanita untuk menemaninya.
“Non daripada sendiri lebih baik bergabung disini saja, kita bisa ngobrol berdua.” Ucap Bram pada seorang wanita yang duduk sendirian di sebelahnya.
“Gak ah, takut nanti ada yang menyusul bisa runyam urusanya.” Jawab Wanita itu.
“Tenang saja, nanti yang datang menyusulku seorang lelaki juga kok.” Jawab Bram dengan isyarat mengajak wanita itu bergabung.
“Aku juga baru menunggu seorang teman disini, sebentar lagi juga datang.” Jawab Wanita itu.
Kemudian Bram mendekati wanita tersebut, dan duduk di hadapan wanita tersebut.
“Baiklah, ini kartu nama Saya, kalau boleh minta nama dan nomor HPnya. Jujur saya suka wanita seperti anda.” Kata Bram mulai mengeluarkan rayuannya.
Wanita tersebut pun menerima kartu nama Bram.
“Owh nama kamu Bram, punya usaha aksesoris dan spare part mobil sport. Boleh juga nih, tapi kamu baru ketemu langsung bilang suka norak amat sih ?” Kata wanita itu.
“Saya orangnya memang apa adanya, meskipun baru pertama kali lihat kalau kenyataanya suka ya bilang suka. Mau dibilang Norak kek apa kek, kalau kenyataannya saya suka mau apa lagi ?” kata Bram.
Wanita tersebut tertegun sejenak, “ini orang bisa aja ngomongnya, boleh nih aku uji dulu.” Batin wanita tersebut.
“Terus apa yang membuat kamu jadi suka sama aku, kenal juga belum. Tahu aku orangnya bagaimana juga gak ? Awas kalau kamu mencoba berniat jahat.” Ucap qanita itu setengah mengancam Bram meski tidak terlalu serius.
“Aku laki laki normal, jadi lihat wanita cantik yang pasti suka. Soal kamu bagaimana orangnya aku memang tidak tahu. Tapi kesan pertama kamu cantik itu sudah cukup bagiku untuk bilang aku suka sama kamu.” Jawab Bram kalem.
Wanita tersebut jadi agak jengkel dengan nekatnya Bram, “Brengsek juga ini orang, terlalu merendahkan wanita. Tapi aku jadi penasaran, sampai sejauh mana dia berani merayuku.” Kata wanita itu dalam hati.
“Banyak wanita cantik, kenapa harus aku yang kamu suka ?” tanya wanita itu.
“Memang,, tapi wanita cantik yang lain sudah ada pasangannya aku gak mau mengganggu yang sudah berpasangan. Sedang Nona saya lihat sendirian jadi apa salahnya kalau aku ajak gabung.” Jawab Bram santai seperti tanpa beban.
__ADS_1
“Kalau misalnya nanti pasanganku datang bagaimana, apa kamu masih berani mengajak aku ?” Tanya wanita itu.
“Aku gak suka berandai andai, yang aku lihat Nona sendiri soal nanti pasangan Nona datang itu urusan nanti.” Jawab Bram dengan bahasa buayanya.
“Rupanya cowok ini buaya juga, mulut besarnya apa sesuai kemampuannya ?” batin wanita itu.
“Cowok seperti kamu biasanya hanya besar mulut saja, dan biasanya kemampuanya hanya sekejap.” Ucap wanita itu menantang.
“Boleh dicoba, mau dibuktikan dengan apa ?” Jawab Bram menerima tantangan wanita tersebut.
“Aku tidak hanya sendiri, tapi berdua dengan temanku yang dalam perjalanan. Jika kamu bisa terima tantanganku dan lolos akan kami sediakan lima puluh juta cash.” Tantang Wanita itu.
“Apa tantangannya ?” Tanya Bram.
“Kalau kamu lelaki apapun tantangannya harus berani tidak perlu tanya apa tantangannya.” Jawab Wanita itu.
Kali ini Bra yang jadi gelagapan seperti sedang dihadapkan pada sebuah dilemma. Mau diterima belum tahu tantangannya tap gak diterima sudah terlanjur sok berani.
“Gak bisa begitu juga dong, nanti kamu suruh aku terjun ke jurang sama saja membunuh aku namanya.” Jawab Bram.
“Bilang saja berani apa tidak ?” tegas wanita itu.
“Selama itu mungkin dilakukan manusia aku berani.” Jawab Bram.
“Ok kita deal, karena tantangannya sangat mungkin dilakukan oleh manusia. Bahkan sering dan bahkan setiap orang hampir selalu melakukannya.” Kata wanita itu.
Kemudian muncul lagi wanita yang satunya teman wanita pertama tadi.
“Loh jeng Eli, sudah berduaan nih ?” Ucap wanita yang baru datang tersebut.
“Gak kok, cowok ini sok berani tadi jadi aku tantang terima tantangan kita dengan imbalan lima puluh juta jika lolos. Nanti kita patungan jika dia bisa lolos.” Ucap wanita yang disebut Eli tersebut.
Sementara wanita yang baru datang tersebut memandangi Bram tanpa berkedip. Memperhatikan Bram seakan hendak menguliti tubuh Bram.
“Boleh juga, kalau memang bisa Lolos jangankan patungan aku tanggung sendiri yang lima puluh juta gak masalah.” Kata wanita tersebut.
Bram agak panas dingin karena menghadapi wanita yang diluar prediksinya. Namun tetap harus menjaga gengsinya.
“Baik aku siap terima, nanti setelah urusanku sebentar lagi selesai.” Jawab Bram.
Tak lama kemudian Daniel pun datang dan segera Bram kembali ke tempatnya semula meninggalkan dua wanita tersebut.
“Sori pak Bram, jalan agak macet jadi sedikit terlambat datang. Ucap Daniel.
“Tidak papa pak Daniel, saya juga belum begitu lama kok.” Jawab Bram.
“Ada apa mengajak saya ke sini ?” tanya Daniel.
“Soal rencana yang saya sampaikan dulu itu pak, saya sudah berhasil membujuk Hazel mantan pacar saya. Tinggal besok menemui Bram untuk kita jebak sesuai dengan rencana kita.” Bisik Bram ke Daniel.
“Bagus lah, jadi apa yang harus saya lakukan ?” Tanya Daniel.
“Besok bapak menemui Hazel mengaku sebagai ketua Panitia sesuai rencana kita kemarin.” Jawab Bram.
“Hanya itu saja ?” Tanya Daniel.
“Tidak, tapi siapkan juga beberapa orang yang sekiranya bisa membawa Hendra dan Hazel kedalam kamar Hotel setelah keduanya meminum obat itu.” Jawab Bram.
__ADS_1
“Ok, itu gak masalah asalkan semua bisa terkondisi.” Ucap Daniel.
“Beres pak, kalau soal itu sudah saya atur sedemikian rupa agar mereka bisa masuk ke dalam perangkap kita.” Jawab Bram.
“Apa masih ada yang akan dibicarakan lagi, soalnya saya juga sudah ada janjian ini dan sudah booking tempat juga pak Bram. Atu mau ikut saya sekalian saja ?” Tanya Daniel.
“Tidak pak, terimakasih. Saya masih ada bisnis lain juga lain kali saja.” Jawab Bram.
“Baiklahkalau begitu, saya pergi duluan silahkan dilanjutkan kegiatanya.” Ucap Daniel yang melihat Bram tadi sedang bersama dua wanita. Kemudian Daniel meninggalkan tempat itu. dan Bram pun kembali menemui dua wanita tersebut.
“Oke, sekarang urusan saya sudah selesai. Tantangan apa yang akan diberikan kepadaku ?” Tanya Bram.
“Bagaimana jeng Eli ?” Tanya wanita teman Eli tersebut.
“Terserah jeng Asni saja.” Jawab Eli.
“Tidakusah menunggu lama lama, kita berangkat sekarang biar aku yang bayar bill nya.” Ucap wanita bernama Asni tersebut.
Kemudian mereka bertiga pergi meninggalkan tempat itu menuju ke sebuah Villa yang cukup Besar. Bram terpana dengan Keindahan Villa tersebut. namun hatinya jadi gelisah mau apa dibawa ke tempat sepi tersebut, Villa besar dan Mewah tapi sangat jauh dari pemukiman penduduk.
Dan setelah memasuki pintu Gerbang, dua wanita tersebut keluar dari mobil berjalan ke arah pintu Villa tersebut. Bram mengikuti kedua wanita tersebut, kemudian ikut masuk kedalam Villa tersebut. kemudian dua wanita itu berbisik bisik. Sesaat kemudian datang seorang lelaki yang berwajah dingin. Dan kedua wanita itu membisikan sesuatu ke wanita tersebut.
Lelaki tersebut langsung membawa Bram kedalam sebuah kamar dan tanpa diduga oleh Bram lelaki itu mengikat Bram dengan paksa. Sehingga Bram tidak mampu bergerak, meski teriak teriak pun tidak akan ada yang mendengar.
Beberapa saat kemudian dua wanita tadi datang menghampiri Bram.
“Katanya berani, baru begitu sudah teriak teriak.” Ucap Eli.
“Apa sebenarnya mau kalian ?” Tanya Bram.
“Kami hanya mau bersenang senang saja kok.” Ucap Asni wanita yang sudah cukup umur tersebut.
Sesaat kemudian Asni mengeluarkan sebuah cambuk dan mencambuk tubuh Bram. Hingga Bram menjerit kesakitan. Namun justru Eli juga ikutan memberikan cambukan kepada Bram berkali kali gentian dengan Asni sampai sebagian kulit Bram terkelupas dan mengalirkan darah.
Bram menjadi sangat ketakutan, mengira dirinya akan dibunuh di tempat itu juga…!
.........
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Reader semuanya.
Komentar reader semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Reader semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...