Cinta Asteria

Cinta Asteria
Mencari siapa Pengkhianat Perusahaan


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Hendra memanggil tim Audit untuk segera membantu meng Audit semua berkas laporan, serta meliburkan seluruh karyawan selama tiga hari.Suasana kantor pun yang biasanya penuh keramahan dan kekeluargaan saat ini menjadi tegang dan saling berbisik dan bergunjing. Membicarakan siapakah yang telah membuat data palsu dengan memanipulasi data serta mengirimkan data laporan palsu tersebut ke klien untuk menjatuhkan perusahaan, dan apa motivasinya ?


“Asih kamu bantu Astri periksa data karyawan yang ada di divisi Administrasi.” Perintah Hendra pada Asih dan Astri. Keduanya pun segera membuka data diri karyawan administrasi yang ada kemungkinan menjadi spionase perusahaan Rival yang akan menjatuhkan perusahaan Hendra tersebut….???


Kemudian Asih dan Astri pun segera memeriksa dari mulai CV karyawan bagian Administrasi sampai dengan Data personal semua karyawan bagian itu. termasuk juga Nisa pun tak luput dari pemeriksaan data diri dan CV nya. Namun hasil pemeriksaan terhadap Nisa semua bersih, tidak ada indikasi kerja sama dengan perusahaan Rival. Begitu juga dengan semua data karyawan bagian Administrasi yang lain, tidak di temukan indikasi karyawan yang kerja sama dengan perusahaan Rival.


“Sampai sejauh ini aku belum menemukan indikasi karyawan bagian administrasi yang terafiliasi oleh perusahaan Rival untuk menjatuhkan perusahaan ini.” kata Astri kepada Asih.


“Iya Astri, Asih juga begitu termasuk data diri dan CV Nisa juga tidak menunjukkan indikasi apapun. Dia bersih dan baru pertama kali bekerja setelah lulus sekolah. Dan begitu lulus sekolah langsung bekerja di sini. Sementara selama bekerja di sini juga tidak pernah berhubungan dengan orang luar.” Kata Asih kepada Astri.


Asih yang sebenarnya memendam pertanyaan tentang kondisi Andi itu pun tidak berani menanyakan karena situasi yang sangat genting. Sehingga Asih pun hanya mampu menahan rasa penasaran yang ada di hatinya.


“Kita laporkan hasil penyelidikan sementara kita kepada bang Hendra saja. Meski ini sifatnya masih sementara.” Kata Astri kepada Asih.


Kemudian keduanya pergi menghadap Hendra untuk melaporkan hasil penyelidikan data diri karyawan bagian Administrasi.


“Bang, hasil penyelidikan data diri karyawan again Administrasi sementara ini tidak menunjukkan adanya indikasi adanya karyawan yang terlibat.” Lapor Astri ke Hendra.


“Bagian mana lagi yang mungkin bisa mengakses laporan keuangan kita ?” tanya Hendra kemudian.


 “Hanya bagian personalia yang bisa mengakses, karena semua laporan masuk ke bagian personalia meskipun hanya globalnya saja, tidak secara detail.” Jawab Astri.


“Personalia ???” jawab Hendra kaget.


“Iya bang, kenapa ?” tanya Astri.


“Coba kamu cari File kepemilikan Saham Perusahaan ini, dan surat mandate penyerahan pengelolaan Perusahaan ini ketika Papah dulu meninggal !” perintah Hendra kepada Astri.


“Untuk apa bang ?” tanya Astri kemudian.


“Aku takut ada penyalahgunaan kekuasaan dan merubah isi surat pengelolaan tersebut. makanya kita pastikan dulu apakah surat pengelolaan itu  berubah isinya atau tidak.” Perintah Hendra kepada Astri.


Astri baru faham maksutnya Hendra, karena saat papah mereka sakit sebelum meninggal sempat membuat surat kuasa untuk memberikan kekuasaan sementara kepada Manager personalia untuk memegang kekuasaan tertinggi sementara. Dan Hendra ingin memastikan apakah surat itu masih seperti yang aslinya atau ada upaya untuk mengambil alih kepemilikan perusahaan tersebut. Dengan merubah isi dari surat aslinya.


Astri pun minta bantuan Asih untuk memeriksa berkas berkas yang berhubungan dengan surat penyerahan kekuasaan sementara itu. memang tidak menutup kemungkinan akan adanya tindak manipulasi data untuk mendapatkan Perusahaan tersebut.


Siapa yang tidak akan tergiur dengan Perusahaan yang cukup besar itu, apa bila mempunyai kesempatan untuk memilikinya, batin Hendra dan Astri. Kecuali orang orang Istimewa yang tidak mau mengambil sesuatu yang bukan hak nya. Dan orang seperti sangatlah susah untuk di temukan saat ini.

__ADS_1


Hendra memeriksa semua perangkat computer yang bisa mengakses data laporan keuangan perusahaan. Sementara Astri di bantu Asih memeriksa berkas berkas yang di maksud Hendra. Sementara Aster ikut membantu Hendra memeriksa semua perangkat computers yang ada. Karena  jumlah perangkat computer yang cukup banyak dan sebagian tidak masuk line maka harus di periksa satu persatu untuk mengetahui perangkat siapa yang telah mengubah laporan keuangan perusahaan dan dilaporkan kepada perusahaan klien sehingga mereka banyak yang memutuskan berhenti bekerja sama.


“Ini sebenarnya adalah ruang khusus, tidak semua orang boleh masuk. Namun Astri percaya pada Asih, sehingga Asih aku perkenankan untuk ikut masuk dan memeriksa ke dalam.” Kata Astri kepada Asih.


Kemudian Astri membuka ruangan khusus itu untuk memeriksa file file penting dan sifatnya adalah rahasia. Dengan hati hati serta perasaan berdebar Astri membuka file demi file untuk mencari file yang di maksud Hendra. Namun lama Astri yang di bantu Asih mencari File yang di maksud tidak di ketemukan juga. Meskipun sudah berkali kali File itu di bongkar dan di tata lagi. Namun hasilnya tetap saja Nihil.


Berkas atau File yang Astri cari tidak di temukan di situ, hal itu semakin membuat Astri semakin curiga dengan adanya usaha memanipulasi surat tersebut. namun begitu Astri dan Asih masih saja mencari File tersebut berulang ulang. Sehingga waktu sudah semakin larut namun belum juga dapat di temukan.


Sampai akhirnya Hendra dan Aster pun ikut masuk ke ruangan itu, dan menanyakan hasilnya kepada Astri dan Asih.


“Bagaimana apakah sudah di periksa File nya ?” tanya Hendra kepada Astri.


“Boro boro di periksa bang, File nya saja belum ketemu sampai sekarang.” Jawab Astri.


“Apa belum ketemu ? kan tempatnya tidak pernah berubah dari dulu !” ucap Hendra.


“Iya justru itu yang bikin Astri bingung. Jangan jangan memang File itu sudah di sembunyikan dan ada upaya untuk memalsukan surat kuasa yang dibuat papah dulu ?!?” ucap Astri dengan perasaan sedih dan khawatir karena tak juga menemukan File penting yang mereka cari.


“Sabar Astri, kita tetap berusaha dulu, jangan mudah menyerah. Pasti ada jalan untuk mempertahankan Perusahaan ini.” Kata Aster yang lebih tenang dari pada Astri.


“Tapi ini sangat penting sebagai bukti kepemilikan kita atas perusahaan ini Aster.” Jawab Astri hampir menangis.


“Wah kurang ajar, apakah benar dia yang ada main dengan perusahaan rival kita. Dan sengaja membuat agar perusahaan ini terkesan curang kemudian bangkrut dan dia mau menguasai perusahaan ini nantinya.” Ucap Hendra.


“Dia itu siapa bang ? jangan bikin Aster jadi bingung…!” ucap Aster.  


Siapa lagi kalo bukan orang yang selama ini menjadi kepercayaam mamah Aster.” Ucap Hendra kemudian.


“Ya siapa lagi kan dia yang memegang surat kuasa itu, seharusnya disimpan disini. Tapi tiba tiba dicari tidak ada, dan hanya dia selain kita yang bisa masuk ke ruangan ini.” jawab Hendra.


“Bukankah dia selama ini juga baik kepada kita ?” Tanya Aster.


“Jangan mudah tertipu penampilan seseorang begitu saja Aster, mungkin ini juga yang di maksud kyai eeh Abuya kemarin itu.” Ucap Hendra kepada Aster.


“Astaghfirrullahal adzim…. Kenapa Aster gak kepikiran begitu ya ? memang  sangat menggiurkan jika bisa menguasai perusahaan ini. “ ucap Aster menyadari semua meski sudah agak terlambat.


“Itulah Aster, kenapa Aku meliburkan semua karyawan, agar kita bisa leluasa memeriksa semuanya. Kalo begitu tolong Asih periksa perangkat computer manager personalia. Apakah di sana ada berkas   tentang laporan keuangan.” Ucap Hendra.


“Tapi perangkat Komputer manager personalia seharusnya tidak di line dengan administrasi, jadi kalo ada sudah jelas dan akan semakin kuat dugaan kita bahwa pelakunya adalah dia.” Ucap Astri.


Aster segera mendampingi Asih menuju ke ruang personalia untuk memeriksa perangkat computer milik manager personalia. Kemudian di ikuti oleh Astri dan Hendra setelah merapikan File file penting lainya kembali ke tempat semula.


Asih pun segera menyalakan perangkat computer milik manager personalia dan membuka semua history penggunaan dan memeriksa semua File yang di buat oleh Manager personalia tersebut.


“Dan alangkah terkejutnya Asih, ketika melihat memang di perangkat Komputer itu ternyata bisa ikut mengakses computer yang ada di bagian Administrasi. Dan ternyata memang ada file Administrasi tambahan yang sudah melalui proses editing dan tidak sesuai laporan yang semestinya.


“Benar….! Ternyata ini ada file administrasi Ganda yang satunya sudah mengalami editing dan semua data yang di input adalah manipulasi semua !” kata Asih.


“Segera laporkan ke pihak kepolisian saja, tidak ada ampun untuk orang seperti itu.” teriak Hendra.

__ADS_1


Semua kaget dengan Hendra yang ketika marah menjadi begitu beringas, dan tidak mau kompromi. Sehingga semua hanya diam kecuali hanya Aster istrinya.


“Bang sabar dulu bang, jangan terburu emosi. Kita kumpulkan dulu bukti buki yang kuat baru lapor polisi.” Ucap Aster.


Hendra jadi agak mereda emosinya, merasa di khianati oleh orang yang selama ini di beri kepercayaan penuh. Ternyata dia adalah seorang pengkhianat, yang akan menjatuhkan Perusahaan ini, batin Hendra.


“Aku tidak akan membiarkan siapapun yang mencoba menjatuhkan Perusahaan jerih payah Papah dan mamah selama ini.” ucap Hendra.


“Iya bang, Aster juga tahu tapi kita kumpulkan saja bukti bukti lainya. Kemudian kalo sudah cukup baru kita panggil dia dan jika perlu baru laporkan ke pihak yang berwajib, untuk memproses  secara  Hukum.” Kata Aster, membuat emosi Hendra sedikit mereda.


“Baiklah sekarang kita sudahi dulu besuk kita lanjutkan lagi, setelah cukup bukti besuk panggil Daniel untuk menghadap saya. Jika tidak mau datang segera saja kita lapor kasus perdata ini, dengan tuduhan  memanipulasi data perusahaan untuk kepentingan pribadi.” Jawab Hendra.


 Semua pun setuju saja dengan keputusan Hendra tersebut. karena memang kesalahan yang dibuat Daniel sudah sangat besar. Tidak ada jalan lain untuk menyelesaikan kecuali dengan membawa kasus tersebut ke meja Hijau.


“Aster, kita pulang sekarang saja, perintahkan pada security untuk melarang siapapun masuk kecuali kita yang ada disini saat ini, tanpa kecuali.” Ucap hendra.


Hendra berharap tidak ada satu orang pun yang bisa masuk ke kantor saat itu sampai semua bukti penyalahgunaan kekuasaan di temukan.


“Aktifkan CCTV rahasia kita dulu bang, jaga jaga ada orang yang menyusup masuk diam diam.” Ucap Astri.


“Owh  iya, aku hampir lupa.” Kata Hendra kemudian mengaktifkan kamera CCTV yang hanya keluarga dia yang tahu. Dan tak seorangpun bisa mengetahui.


“Seandainya mungkin kita juga bisa melihat siapa yang telah mengambil File itu, jika pengambilannya tidak terlalu lama. Sebelum file recordernya kehapus.”Ucap Aster.


“Ambil saja hard disk  CCTV nya, ganti yang baru nanti kita periksa di rumah.” Ucap Hendra yang sudah tidak sabar ingin pulang dan mengatur strategi agar dapat menjebak Daniel manager personalia yang licik itu.


...Bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


 


 


__ADS_2