
🌷🌷🌷
Readers Tercinta, mohon maaf jika masih banyak tipo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Episode lalu
“Berdoalah Wan, biar Hazel dapat melupakan Andi dan membuka hati Hazel buat Wawan. Karena saat ini bukanya Hazel tidak mau, tapi Hazel memang belum bisa. Belum bisa melupakan Andi dan belum bisa membuka hati kepada laki laki lain termasuk kepada Wawan juga belum bisa. Meskipun hazel tetap menganggap Wawan itu special karena sangat care dengan Hazel tapi jujur belum bisa masuk kehati hazel, mohon maaf ya Wan.” Kata Hazel.
Wawan mendengar ucapan hazel ada perasaan sedih namun masih ada secercah harapan karena Hazel menganggap Wawan juga Special meski sebatas teman sja.
“Haz Bagaimana kalo misalnya Wawan datang kesini bersama orang tua Wawan menyatakan ingin melamar kamu. Apakah kamu masih keberatan juga ?” Tanya Wawan tiba tiba mengejutkan Hazel.
Hazel : “@@@@@*****>>>>>?????”
*****
Epsode ini
“A… apa maksut kamu Wan ?” yanya Hazel tergagap.
“Wawan mau melamar kamu secra Resmi bersama orang tua Wawan, bukan sekedar menjadikan kamu pacar Wawan. Tapi Wawan pingin kamu menjadi calon istri Wawan.” Ucap Wawan mantap.
“Aah apa hazel gak salah denger Wan, bukankah baru saja hazel sudah menceeritakan suasana hati Hazel saat ini Wan. Apakah masih kurang jelas juga ?” Tanya Hazel agak menaikan nada dan volume bicaranya. Maklumlah mungkin bagi Hazel apa yang dibicarakan Wawan itu salah Timing sehingga justru membuat Hazel makin terpukul hatinya.
Hal itu pun disadari Wawan, namun tekat Wawan memang sudah bulat. Dari pada menunda takut kedahuluan orang lain, lebih baik cepat mendapat jawaban kepastian. Sama sama tidak bisa mendapatkan Hazel, lebih baik karena murni ditolak dari pada karena kedahuluan orang. Lebih baik ditolak sekarang dari pada harus menunggu lama jika hasilnya juga sama saja ditolak.
“Enggak Hazel, kamu gak salah dengar kok. Wawan tahu ini bukan moment yang tepat buat Wawan menyampaikan niat Wawan. Namun Wawan merasa harus menyampaikan sekarang juga, kalaupun kamu menolak maka Wawan akan mundur dengan teratur. Tapi jika kamu menerima maka Wawan akan maju terus untuk membuktikan keseriusan Wawan.” Jawab Wawan.
“Wan, kamu jangan maksa hazel jawab sekarang wan, hazel benar benar gak mampu menjawab saat ini.” kata Hazel gugup bahkkan berkeringat dingin.
“Wawan juga gak maksa kamu jawab sekarang, Wawan hanya minta kapan kamu akan member jawaban akan Wawan tunggu. Tapi jangan kelamaan, apapun jawaban kamu nanti akan Wawan dengrkan disini bersama kedua orang tua Wawan dan kedua orang tuamu juga.” Kata Wawan tegas sehingga membuat Hazel semakin gelisah dan bingung.
__ADS_1
“Aduh Wn kamu malah bikin Hazel makin pusing harus memikirkan hal seberat ini Wan….!?!” Ucap Hazel.
“Sebenarnya justru Wqawan ingin kamu gak pusing lagi Haz, karena kamu saat ini pusing disebabkan masih berharap atau mengharapkan Andi kembali padamu. Padahal itu hampir tidak mungkin kan. Dengan Andi sudah bertunangan dengan Asih, maka langkah mereka menuju ke pelaminan juga tinggal selangkah lagi. Apa yang masih kamu anggap ada harapan ?” seru Andi.
“Gak tahu degh Wan, tapi yang jelas Hazel gak bisa jawqab kamu sekarang wan, suasana hati Hazel sedang kacau saat ini.” ucap Hazel mencoba memeberi pengertian kepada Wawan.
“Ok, wawan gak maksa kamu jawab sekarang, tapi satu bulan lagi dari sekarang Wawan akan kesini lagi bersama orang tua Wawan untuk mendengarkan jawabanmu di depan orang tua kita.” Jawab Wawann Nekat.
“Aah kenapa kamu senekat itu sih Wan ? apa gak ada gadis lain selain Hazel ?” kata hazel.
“lah kamu juga, apa gak ada cowok lain selain Andi. Kalo aku kan realistis kamu belum punya pasangan maka aku lamar. Kalo kamu malah mengharap orang yang sudah bertunangan, nyakitin hati dan diri sendiri saja namanya Hazel.” Ucap Wawan membuat Hazel kebingungan.
Disatu sisi Hazel merasa jengkel dengan Wawan yang terkesan memaksa, namun disisi lain ada kekaguman yang timbul pada diri Hazel kepada Wawan. Bahkan hazel berbisik dalam hatinya, “seandainya Andi setegas Wawan, mungkin Hazel gak akan mengalami hal seperti ini. ada benarnya juga sih yang dibilang Wawan. Mengharapkan Andi kembali justru menyakitan hati Hazel sendiri. Meskipun, seandainya Hazel membuka pintu hati pun belum tentu untuk Wawan.” Gerutu Hazel dalam hatinya.
“Entah lah Wan,,, apakah Hazel mampu melupakan Andi atau tidak hazel juga belum yakin.” Jawab Hazel.
“Ya bagaimana kamu mau lupa, setiap saat yang kamu pikirkan adalah Andi, bahkan mencoba saja, mencoba untuk move on saja kamu gak mau. Kamu lebih mementingkan perasaanmu tidak memakai rasional mu.’ Ucap Wawan.
“Wah tumben ini anak ngomongnya susah banget di bantah, habis ngapain sih dia nih. Ucap Hazel dalam Hatinya.
“Semua butuh proses Wan, kan kamu juga bilang tadi mau melupakan aku juga sulit sampai sekarang kan ?” jawab Hazel menemukan cara mengalahkan Wawan, pikirnya.
Hazel benar benar gak menyangka Wawan jadi bisa sehebat itu dalam dialog.
“Jujur Wan, aku gak ada rasa cinta sama kamu, hanya menganggap kamu sebagai sahabat baikku saja Wan.” Jawab Hazel sudah kehabisan kosa kata lagi dalam dialog dengan Wawan.
“Wawan tahu haz, makanya Wawan berjanji akan menyemai benih benih cinta dihatimu agar dihatimu tumbuh benih benih cinta untukku. Maka dari itu beri Wawan kesempatan untuk itu Hazel.” Kata Wawan.
Hazel terbungkam tak mampu langsung menjawab. Dalam hati hazel menggerutu, ‘ini anak habis ngapain kali bicaranya bener bener gak bisa dikalahkan.” Gerutu Hazel dalam hati.
“Kamu habis makan apa sih Wan, kok bicaranya ngelantur begitu. Memang kamu anggap hati Hazel tu kebun bisa kamu tebarin benih. Kamu ini ada ada saja deh ?” ucap hazel mencoba berkelit.
“Gak, bukan gitu Hazel, maksut Wawan begini, hidup itu pilihan Hazel. Kamu memilih mencintai atau dicintai ?” Tanya Wawan.
“Maksutnya gimana Wan ? mencintai atau dicintai, kalo Hazel jelas pilih mencintai dan dicintai lah.” Kata Hazel.
“Iya itu ideal namanya, tapi hidup gak selalu ideal Haz, sekarang kamu hanya punya dua pilihan mencintai atau dicintai. Artinya kalo kamu pilih mencintai, kamu akan tetap menunggu Andi yang jelas mencintai dan dicintai orang lain. Tapi jika kamu memilih dicintai maka Wawanlah yang saat ini mencintai kamu.” Desak Wawan. Membuat Hazel semakin terpojok dan merasa pening dengan desakan Wawan yang menjadi lihai dalam bersilat lidah.
“Ah kamu ini Wan, bener bener bikin Hazel tambah pusing sekarang. Tolong beri Hazel waktu Wan, biarkan Hazel merenung agar bisa berpikir jernih. Hazel gak mau buru buru memutuskan ya dan tidak dalam hal ini.” ucap Hazel meohon pada Wawan.
“Baiklah hazel, Wawan kasih kamu kesempatan tapi tetap dengan keputusan Wawan tadi. Apapun jawabanmu maksimal satu bulan Wawan akan datang lagi kesini bersama orang tua Wawan. Dan satu lagi sebelum Wawan pamit, Wawan pesan satu hal Haz. Bahwa mencintai itu lebih sulit dari pada dicintai, karena mencintai itu harus berkorban banyak. Sedang dicintai itu justru akan menerima pengorbanan dari orang yang mencintainya. Dan Wawan memilih untuk berkorban karena mencintaimu. Kecuali jika kamu sudah memutuskan untuk menolak wawan, maka awan pun mungkin akanlebih memilih untuk dicintai saja.” Ucap Wawan.
__ADS_1
Kata kata Wawan terakhir tersebut cukup masuk kedalam hati Hazel. Karena Hazel sudah merasakan sakitnya mencintai sementara yang dicintai tidaklah mencintainya. Justru mencintai orang lain. Saat bersama Andi Hazel banyak berkorban, sampai rela membuatkan lagu untuk Andi yang mengisahkan kisahnya bersama Asih. Dan dirinya hanyalah menjadi obyek penderita saja, sebagai pelengkap kisah Andi dan Asih. “Memang benar Wan, mencintai itu berat Hazel sudah merasakan sendiri.” Kata Hazel dalam hati.
“Beri wktu buat Hazel berpikir Wan, dan janganlah kamu target karena Hazel juga gak tahu kapan akan mampu memberikan jawaban pada Wawan.” Kata hazel.
“Yaudah Wawan pamit pulang dulu saja. Sampaikan salam hormatku ke tante.” Kata Wawan sambil melangkah pergi meninggalkan Hazel.
Sepninggal Wawan dari hadapan Hazel, hazel memikirkan semua kata kata Wawan yang sudah mempengaruhi pemikiran Hazel.
“Apa sih yang membuat Aku tertarik pada Andi hingga cinta ssetengah mati denganya ? wajah gantengnya, yang ganteng juga banyak. Kemampuan bermain musiknya, yang lebih pandai juga banyak. Machonya juga enggak sifatnya, gak juga bahkan semua temen temen tahu dia itu gak bisa tegas. Bahkan jauh lebih tegas Wawan dari pada Andi. Hanya Saja Wawan itu tubuhnya agak tambun tidak seatletis cowok lain. Meski kalo wajahnya cukup taampan dan bersih. Ah kenapa aku jadi terpengaruh omongan Wawan sih. Hatiku gak bisa memungkiri lebih mencintai Andi daari pada Wawan. Masa bodo nanti lah, yang jelas saat ini Hazel gak bisa atau belum bisa menerima Wawan ataupun yang lain selain Andi.” Gerutu Hazel.
@@@@@****>>>>>?????
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1