
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Bram terpana mendengar itu, meskipun Bram sendiri belum pernah berjumpa langsung dengan Hendra. Namun dengan Aster istri Hendra Bram pun masih menyimpan sisa sia masalah yang belum tuntas. Sehingga momen tersebut membuat Hendra kembali tersulut dengan kemarahan masa lalunya dengan Aster. Secara tidak langsung memang Aster yang membuat Bram dikeluarkan. Meskipun Bram bisa membuka usaha sendiri. Namun itu adalah perkara beda, pikir Bram. Bram mulai tertarik tawaran tersebut, dan mempunyai kesempatan untuk membalas sakit hati masa lalunya dengan Aster…!!!
Bram akhirnya dipertemukan dengan Daniel, ditempat lain. Dua orang yang pernah bekerja dalam satu perusahaan itu pun saling berbagi cerita.
Dari cerita tentang pekerjaan, keluarga sampai dengan petualangan cinta sesaat. Gelak tawa mengiringi mereka yang menceritakan pengalaman masing masing.
Tak ada lagi rahasia yang tersimpan diantara mereka, bahkan hal hal yang sebenarnya bersifat personal bisnis pun mereka ungkapkan.
pembicaraan pun akhirnya mengarah kepada tujuan Daniel mencari Bram yaitu mencari wanita untuk menjebak Hendra.
"Aku gak nyangka, pak Daniel ternyata punya pikiran begitu?" kata Bram.
"Iya Bram, baru kenal nikmat nya surga dunia yang sesungguhnya. Sebenarnya aku menyesal juga sih." jawab Daniel.
"Menyesal? Kenapa malah mau dilanjutkan Pak...?" Tanya Bram.
"Menyesal kenapa gak dari dulu saja melakukan petualangan, baru tahu sensasinya luar biasa." Jawab Daniel.
"Dasar memang laki laki itu semua punya sifat buaya ternyata." Ucap Bram sambil tertawa.
"Karena itu juga aku berpikir seorang Hendra juga pasti bisa kita jebak dengan wanita. Tinggal cari cara yang tepat saja." Sahut Daniel.
"Kenapa gak cari karyawan wanita saja, kan bisa manfaatkan kedudukan Hendra yang bisa menggiurkan cewek matre pak?" Kata Bram.
"Betul, tapi aku bingung menentukan siapa yang cocok untuk tugas itu." jawab Daniel.
"Cari saja yang cantik, yang baru dalam kesulitan keuangan dan butuh banget pertolongan. Datanglah sebagai Malaikat untuk memikat, kalau sudah berhasil kembalilah jadi setan yang dilaknat." kata Bram sambil tertawa ngakak.
"Dasar kamu memang baj****n Bram, ide kamu memang liar." Sahut Daniel ikut ngakak.
"Kalau soal itu saya punya jam terbang yang lebih pak." Ucap Bram.
"Kamu bisa bantu cari wanita yang seperti itu Bram ?" Tanya Daniel.
"Bisa sih bisa, tapi untuk mencari juga butuh sesuatu tentunya." kata Bram otak culasnya mulai jalan.
"Pastilah kalau itu, butuh berapa tinggal bilang saja." Jawab Daniel.
Bram menyebutkan angka langsung di transfer sama Daniel. Bram pun kemudian pamitan pulang, dalam hati Bram membatin. "Ada apa dengan Daniel kenapa sekarang jadi begini." Namun Bram tak mau ambil pusing, karena rumah tangganya sendiri saat ini juga hancur.
*****
Di rumah Pak Baskoro
Suasana di rumah pak Baskoro bapaknya Andi, Aster sedang merencanakan menjenguk Andi dengan Hendra. Dan Asih menjenguk orang tuanya untuk melepaskan rindu. Bu Halimah ibunya Andi ikut berbincang bincang dengan Hendra dan Aster. Hendra dan Aster sengaja tidak memberitahukan kondisi perusahaan saat ini. agar tidak menambah beban pikiran bu Halimah.
“Baiknya bagaimana bang untuk memberi support kepada Andi yang saat ini belum stabil betul kondisinya.” Tanya Aster ke Hendra.
“Kita hanya bisa memberikan dukungan dalam bentuk kepedulian saja Aster. Untuk soal spiritual sudah kita serahkan kepada ahlinya.” Jawab Hendra.
“Maksud Aster kepedulian kita yang bagaimana ?” Aster minta penjelasan lebih lanjut kepada Hendra suaminya.
“Aku rasa dengan sering menanyakan kabar kepada Andi itu sudah merupakan salah satu bentuk kepedulian kita Aster. Juga dengan menjenguk Andi, agar Andi tidak merasa seperti diasingkan.” Jawab Hendra.
__ADS_1
“Berarti Andi perlu pegang HP untuk komunikasi agar bisa tetap bisa melakukan kontak. Meski tetap harus diawasi dan hanya dengan orang tertentu dulu saja.” Kata Aster.
“Aku rasa begitu, kalau bulik sendiri bagaimana bulik ?” tanya Hendra minta persetujuan dan pendapat bu Halimah.
“Bulik kira usulan nak Hendra itu sangat bagus, dalam hal ini bulik ikut kalian saja. Soalnya bulik sendiri sedang tidak bisa berpikir jernih.” Jawab bu Halimah.
“Iya Bulik, Aster paham kok. Bulik tenang saja biar yang muda muda ini yang bergerak. Asal bulik tetap jaga kesehatan saja.” Kata Aster.
“Terimakasih Aster dan nak Hendra, kalian sudah bersedia membantu Andi.” Ucap bu Halimah.
“Sama sama bulik, Hendra juga kan sudah jadi anggota keluarga sekarang.” Jawab Hendra.
“Iya bulik jangan sungkan sungkan, Aster kan juga sering merepotkan bulik dan Andi.” Sahut Aster.
“Kalau begitu besok kita tanya pengurus yang menangani dan membimbing Andi. apakah boleh Andi dikasih HP atau jika mau kontak Andi kontak pengurusnya saja.” Kata Hendra.
“Iya juga ya, di sana tentu juga ada peraturan yang harus di ikuti.” Sahut Aster.
Pak Baskoro pun akhirnya datang dari menjenguk Andi. wajah pak Baskoro pun sudah lebih cerah di banding ketika Andi belum dibawa ke pesantren waktu itu.
“Assalaamu ‘alaikum,,, rupanya ada tamu. Alhamdulillah Aster sepertinya sudah hampir punya momongan.” Ucap pak Baskoro saat masuk rumah.
“Wa’alaikummussalaam…!” jawab semua bersamaan.
“Alhamdulillah pak lik, doanya saja semoga lancar sampai proses persalinan nanti.” Kata Aster.
“Aamiin,,, pak lik hanya bisa doakan Aster. Bagaimana kabarnya nak Hendra ?” Tanya pak Baskoro ke Hendra.
“Berkat doa pak lik kami sekeluarga sehat semua, pak lik juga makin segar sekarang.” Ucap Hendra.
“Alhamdulillah, sejak Andi dirawat Pak lik dan Bulik Bulik kamu jadi lebih tenang sekarang.” Kata pak Baskoro.
“Maaf pak lik, bagaimana dengan wanita yang dulu itu, apa masih suka mengganggu ?” Tanya Aster. Aster tidak tahu jika saat ini justru dia dan Hendra lah yang jadi sasaran pelampiasan dendam. Dan ada rencana jahat yang direncanakan untuk membuat rumah tangga Aster dan Hendra berantakan.
“Tidak kok, hanya saja jika nanti saat dia melahirkan dan hasil tes DNA nya menunjukkan bahwa anak yang dikandungnya adalah anak Andi maka kita tetap akan merawat anak itu.” Jawab pak Baskoro.
“Iya Aster, tapi kalau bulik sendiri sebenarnya pingin nanti jika Andi sudah betul betul Insyaf segera dinikahkan dengan wanita baik baik.” kata bu Halimah.
Aster dan Hendra diam saling berpandangan, bingung untuk menanggapi kata kata bu Halimah tersebut.
“Bapak juga pinginnya begitu bu, tapi kita harus tahu diri dengan kondisi Andi begitu. Dia punya masa lalu yang kelam tentu sulit untuk mendapatkan yang sesuai harapan kita.” Sahut pak Baskoro semakin membuat Aster dan Hendra tidak enak hati. Bingung untuk menanggapi, karena tidak mungkin juga untuk membujuk Asih kembali ke Andi.
“Andi,,, Andi,,, kenapa kamu dulu bisa terjerumus seperti itu. Sudah bagus kamu jadian sama Asih bahkan sudah bertunangan. Kenapa malah bikin ulah seperti itu, sehingga merusak segalanya.” Kata Aster dalam hati.
“Semoga saja Andin anti mendapatkan jodoh yang baik pak lik, siapa tahu memang ini adalah ujian bagi Andi untuk menjadi lebih baik.” kata Aster.
“Aamiin,,, semoga saja begitu Aster.” Jawab pak Baskoro.
“Keadaan Andi saat ini bagaimana Pak lik ?” Tanya Hendra.
“Alhamdulillah nak Hendra, Andi sudah makin baik sekarang, kalau dulu masih suka teriak teriak sekarang sudah tidak lagi. Paling hanya suka menangis saja, namun menangis menyesali perbuatannya yang salah.” Jawab pak Baskoro.
“Alhamdulillah,,, semoga saja Andi cepat kembali ke rumah agar bisa segera berkumpul lagi.” Kata Hendra.
“Untuk soal itu kayaknya tidak nak Hendra, Andi masih belum siap tinggal dilingkungan ini. mungkin Andin anti jika pulang akan tinggal di rumah kami yang dulu kami siapkan untuk Andi jika jadi menikah, meski akhirnya Gagal.” Jawab Pak Baskoro.
Dan saat mereka sedang berbincang bincang tiba tiba Asih pun langsung masuk ke rumah itu dan berkata.
“Jika masih di ijinkan, Asih masih mau melanjutkan hubungan pertunangan dengan Andi…!” kata Asih mengejutkan semua yang ada di situ. Bahkan Aster dan Hendra pun seakan tidak percaya dengan ucapan Asih tersebut.
“Asih,,, kamu sadar apa uang kamu ucapkan itu ?” Tanya Aster.
“Asih sadar Aster, Asih sudah bertekad tetap mau menerima Andi seperti apapun masa lalunya.” Jawab Asih.
Semuanya terdiam haru dan bahagia, sampai tidak bisa berkata apapun juga.
__ADS_1
“Terimakasih Asih, jika Asih masih bersedia menerima Andi. tapi ada satu hal yang harus Asih pikirkan, yaitu restu orang tua Asih. Tanpa restu Hendra rasa kalian akan sulit untuk bisa bahagia.” Kata Hendra.
“Iya bang Hendra, Asih juga barusan bicara denagn kedua orang tua Asih. Dan mereka lah yang mendorong Asih untuk tetap menerima Andi, sekalipun Andi sudah memiliki anak dari wanita lain sekalipun.” Jawab Asih.
Tiba tiba bu Halimah bangkit dan memeluk Asih yang berkaca kaca. Tangis bu halimah pun meledak dalam dekapan Asih.
“Apa kamu tidak sedang bercanda Asih ?” tanya bu Halimah.
“Tidak bu, meski jujur Asih sempat kecewa dengan Andi bahkan marah kepada Andi. Namun hati kecil Asih tidak bisa berbohong jika Asih tidak bisa melupakan Andi.” Jawab Asih.
“Tapi Andi itu sudah kotor nak Asih, apakah kamu tidak merasa risih dengan Andi yang sekarang ini ?” Tanya pak Baskoro.
Dengan Andi yang kemarin memang Asih jijik bukan hanya risih, tapi dengan Andi yang sekarang Asih tetap mencintai Andi pak. Dan maaf Asih sudah menguping pembicaraan dari tadi.” Kata Asih.
“Alhamdulillah,,, menurut Hendra tidak usah menunggu lama lama pak lik bulik. Segera saja Andi dan Asih kita nikahkan. Untuk menghindari agar Andi tak lagi terjerumus kedalam perbuatan dosa lagi.” Kata Hendra.
“Aster setuju bang, bagaimana pak lik dan bulik ?” tanya Aster.
“Aku tergantung Asih saja yang mau menjalani kalau Andi aku yakin pasti mau. Karena sebenarnya Andi pun sangat mencintai Asih. Dengan Asih bersedia menerima Andi kembali itu adalah Anugerah yang luar biasa untuk Andi.” Kata pak Baskoro.
“Apa kamu bersedia Asih ?” sahut bu Halimah.
“InsyaAllah,,, Asih bersedia menerima Andi apa adanya dan atas izin Allah Asih siap menjadi istri Andi kapanpun Andi siap menikahi Asih.” Asih berkata dengan air mata yang tak terbendung lagi. Semakin erat bu Halimah memeluk Asih bahkan berkali kali bu Halimah sampai menciumi Asih calon menantunya itu.
“Kalau begitu, kebetulan kan Asih mau kita tempatkan di kantor cabang yang dekat sini. Nanti sekalian saja Andi diajak ikut bekerja di sana. Karena Andi kepala rumah tangga yang harus mencari nafkah untuk keluarga.” Kata Hendra.
Aster tidak berani berkomentar, karena tahu jika perusahaan baru dalam masalah yang cukup besar. Seandainya sedang tidak dalam masalah tidak jadi masalah. Namun saat ini masalah besar yang dihadapi belumlah selesai. Namun juga tidak mungkin bicara langsung pada Hendra di depan semua yang ada di situ.
Asih sendiri pun tahu soal itu, namun juga tidak berani berkomentar apapun. Sehingga Asih pun memilih untuk diam saja dulu.
“Jadi Asih bersedia menikah dengan Andi, jika bersedia besok juga Asih kita ajak ke tempat Andi sekalian kita minta tolong agar Andi dan Asih dinikahkan di sana. Meskipun sekedar Nikah agama dulu, perayaan bisa menyusul nanti.” Kata pak Baskoro.
“Tapi pak lik, bukankah nanti butuh Surat Nikah juga ?” tanya Aster.
“Iya Aster, nanti dinikahkan di sana dikasih surat keterangan telah Nikah ‘Siri’ untuk mengurus Surat Nikah resminya dari KUA. Karena di sana ada Yayasan resmi yang bisa dipertanggung jawabkan, dan bisa mengeluarkan surat keterangan untuk mengurus surat nikah resmi.” Penjelasan pak Baskoro kepada Aster.
“Owh jadi begitu, kalau begitu Aster setuju, yang penting tetap bisa mendapatkan Surat Nikah, karena itu sangat penting.” Kata Aster.
“Betul Aster, dan KUA itu sebenarnya hanay mencatat telah terjadinya pernikahan tidak harus menikahkan. Nanti dikasih keterangan siapa yang menikah dengan siapa, yang menikahkan siapa, walinya siapa dan saksinya siapa, pihak KUA langsung bisa mengeluarkan Surat Nikah Resminya.” Keterangan lanjut pak Baskoro.
Pada saat itu juga akhirnya semua mempersiapkan untuk melakukan pernikahan antara Andi dan Asih, sekaligus juga akan membawa Andi pulang dan tinggal di rumah yang telah di sediakan. Dengan harapan Andi akan menjalani hidup normal kembali dan dapat hidup berumah tangga secar benar dengan Asih. Sehingga bisa melupakan dan meninggalkan semua masa lalu Andi yang buruk.
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Reader semuanya.
Komentar reader semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Reader semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...