
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Hendra dan Aster pun segera berkemas untuk berangkat ke rumah orang tua Andi sebelum menjenguk Andi di pesantren….!!!
Tak lama kemudian muncul Asih yang sudah siap untuk ikut Aster dan Hendra.
“Assalaamu ‘alaikum…!” sapa Asih, gadis malang yang sudah dua kali gagal dalam membina kasih pertama dengan Andi yang kedua dengan Arya, yang memilih balikan dengan sang mantan.
“Wa’alaikummussalaam,,, eeh Asih sudah siap semuanya ?” tanya Aster kepada Asih.
“Iya sudah siap kok wah tampaknya Asih bakal segera punya ponakan nih ?” Kata Asih yang melihat perut Aster yang sudah kelihatan membesar itu.
“Iya Asih, doakan yang terbaik saja ya.” Jawab Aster.
Setelah berpamitan dengan kedua orang tua Aster mereka bertiga pun berangkat ke rumah orang tua Andi. yang berdampingan dengan rumah Asih juga. Ada banyak beban yang Asih bawa pulang ke rumahnya. Kegagalan yang dialami dalam merajut cinta dan kini perusahaan dimana dia bekerja juga sedang dalam masalah besar. Membuat Asih jadi tampak murung, dan hal itu pun dilihat oleh Aster dan Hendra.
“Kenapa kamu murung Asih ?” tanya Aster.
“Gak tahu Aster, Asih saat ini seperti kehilangan gairah hidup. Asih gak tahu harus bagaimana untuk membantu kalian mengembalikan perusahaan kembali seperti semula.” Jawab Asih.
“Hal itu jangan terlalu dipikirkan Asih, cepat atau lambat perusahaan akan kembali lagi.” Jawab Aster kemudian menjelaskan bahwa mertuanya menyimpan berkas asli surat itu. sedang yang diambil Daniel hanyalah duplikat saja.
“Benarkah begitu Aster, kenapa tidak langsung dibongkar saja kejahatan Daniel ?” tanya Asih.
“Biar kita tahu siapa yang berada di balik Daniel dulu, karena dialah yang paling bertanggung jawab atas semua ini.” Jawab Aster.
“Tapi bagaimana dengan nasip perusahaan nanti jika terlalu lama off ?” ucap Asih.
“Gak papa Asih, Aster yakin masih bisa berjalan karena masih banyak yang tetap percaya dengan kita. Dan sementara ini proyek dikendalikan di kantor cabang.” Ucap Aster.
“Owh yang dulu Asih pernah diajak kesana sama Astri itu ?” tanya Asih yang baru ingat jika ada kantor cabang di dekat daerah Asih. Dan untungnya hal itu tidak terpikirkan oleh Daniel, yang memang tidak begitu paham akan gerak perkembangan perusahaan secara pasti.
“Syukurlah Asih jadi agak lega sekarang.” Jawab Asih.
“Iya Asih, dan sementara waktu kamu aku percaya menangani administrasi di cabang tersebut. biar kamu bisa dekat dengan rumah kamu juga.” Sahut Hendra kemudian.
“Iya bang Hendra, terus bagaimana dengan Nisa bang ?” tanya Asih.
“Nisa masih dalam masa penyelidikan beneran bersih apa gak meski belum Nampak ada tanda tanda berkhianat dan aku juga berharap dia tetap bersih.” Jawab Hendra.
“Setahu Asih dia bersih bang, tapi untuk memastikan terserah bang Hendra saja.” Jawab Asih.
“Iya sebenarnya Aster juga yakin Nisa bersih tapi masih nunggu hasil pastinya dulu Asih. Dan beberapa hari lagi teman bapakku akan datang dari jepang,namanya om Haikuno, dia yang akan melakukan tes terakhir untuk Nisa dengan Hipnotis.” Jawab Aster.
Asih pun bisa memahami apa yang dilakukan Hendra dan Aster, karena saat ini memang sulit membedakan orang yang setia pada Hendra dan Aster atau justru berkhianat dan kerja sama dengan Daniel. Hanya Asih yang bisa dipegang betul karena Aster dan Hendra tahu betul siapa Asih sampai ke keluarga Asih juga mereka sangat paham.
__ADS_1
Dan setelah sampai di rumah kedua orang tua Andi Aster, Hendra dan Asih pun turun dari mobil. Mereka menemui dan melihat keadaan Pak Baskoro dan bu halimah orang tua Andi.
“assalaamu ‘alaikum pak lek bulek…?” sapa Aster sambil membuka pintu rumah pak liknya.
“Wa’alaikummussalaam,,, eeh Aster dan Hendra kok gak kasih kabar dulu kalau mau kesini.” Jawab bu Halimah yang sudah agak segeran daripada dahulu saat Aster terakhir mengunjungi.
“Iya bulik, pak lik Baskoro kemana Bulik ?” Tanya Aster.
“Dia lagi jenguk Andi, mungkin sore nanti baru pulang. Kamu udah mau melahirkan Aster ?” tanya Bu Halimah.
“Masih lama kok bu lik, bagaimana kondisi Andi dan bulik sendiri ?” tanya Aster.
“Alhamdulillah semua baik baik saja.” Jawab bu Halimah sambil menahan air matanya saat melihat Asih juga bersama Aster dan Hendra. Hendra pun hanya diam agak bingung melihat reaksi bulik nya Aster dengan Asih yang jadi canggung seperti itu.
“Asih, apa kabar kamu nak. Maafkan ibu yang tidak bisa menjaga Andi sehingga membuat kamu jadi terluka.” Ucap Bu Halimah tak kuasa menahan air matanya lagi yang sudah mulai menetes di pipinya.
“Alhamdulillah sehat bu, gak papa kok mungkin sudah kehendak Allah begini.” Jawaban Asih yang ikut meneteskan air matanya.
Suasana pilu itu membuat mereka jadi berdiam diri tak ada yang mampu mengucapkan satu katapun.
Aster pun mengambil inisiatif untuk masuk ke dapur membuat minuman untuk semuanya. Karena tidak tega melihat keadaan buliknya tersebut.
Hingga sore mereka mengobrol tentang keadaan Andi sekarang yang kadang masih harus dilakukan terapi khusus. Karena memang agak sulit menghilangkan pengaruh yang ada pada diri Andi. dan bu Halimah pun menceritakan jika Syifa pun kadang menjenguknya dan meminta maaf atas apa yang pernah dilakukan pada Andi hingga membuat Andi menjadi seperti itu.
Asih mendengarkan dan agak sedikit menaruh dendam kepada Syifa yang telah membuat kekasihnya jadi seperti itu. namun apa daya karena semua sudah terjadi, dan Asih pun tak mampu untuk merubah apa yang sudah terjadi itu.
“Sudahlah Bulik, yang penting jaga kesehatan bulik soal Andi kan sudah ada orang yang menangani biarlah Andi menjalani proses untuk sembuh total dan kembali menjadi anak yang baik.” Kata Aster.
“Iya Aster, kalian istirahat saja dulu, besok saja kalian jenguk Andi bulik masih pengen ngobrol banyak dengan kalian.” Ucap bu Halimah.
Aster dan Hendra saling berpandangan, kemudian Hendra mengangguk member tanda setuju.
Bu Halimah kemudian memeluk Aster, dia merasa sedang memeluk Diana almarhumah kakaknya Andi yang sudah lebih dulu meninggal. Aster pun membiarkan dirinya dipeluk bulik nya yang sedang kesepian karena Andi anak satu satunya yang Hidup sekarang sedang menjalani proses pengobatan dan pertobatan di bombing seorang kyai di daerah tangerang.
*****
Sementar di tempat lain Daniel yang sedang membokin wanita penghibur di sebuah hotel sedang mengadakan pesta bersama wanita yang di bookingnya tersebut. Daniel yang sudah terlalu jauh larut dalam dunia kebebasan itu bahkan tidak ingat istri dan anaknya yang pergi dari rumah.
Setelah dipengaruhi oleh Mr.X yang telah mencuci otaknya itu, Daniel seakan menjadi sosok yang sangat jauh berbeda. Tidak ada lagi senyum ramah seperti dulu, walaupun senyum itu adalah senyum palsu yang ada maksut tertentu di baliknya.
“Ayo bang, habiskan minumnya kalau perlu kita tambah lagi…!”ucap wanita yang di booking Daniel.
“Tenang saja, aku habis bertemu bos besar jadi dikasih uang banyak khusus untuk senang senang hari ini.” Jawab Daniel sambil menenggak minuman. Dan tak lupa tangan satunya juga sambil merangkul wanita sewaannya tersebut. dan disambut kecupan oleh wanita tersebut ke pipi Daniel.
Mereka berpesta pora menghamburkan uang untuk kesenangan. Sementara Helen istri Daniel tinggal sementara di rumah orang tuanya. Tanpa tahu harus sampai kapan akan seperti ini, karena Heen sudah benar benar tidak tahan dengan kelakuan Daniel. Bahkan berencana untuk menggugat cerai suaminya.
Danil yang tidak menyadari apa yang telah dilakukan istrinya itu asyik berpesta minuman dan wanita sewaan. Mr.X yang sudah tahu jika Daniel sudah masuk perangkap terlalu jauh itu pun sengaja membiarkan Daniel semakin terperosok. Karena Daniel mau matipun Mr.X tidak merasa rugi karena usahanya menjatuhkan Hendra sudah setengah jalan.
Bahkan soal perusahaan Hendra baginya tidaklah terlalu penting, meski tetap berkeinginan untuk menguasai meski tidak secara langsung. Namun melalui Daniel yang diperalat untuk lebih dulu merusak reputasi perusahaan Hendra agar jatuh dan setelah itu baru Mr. X akan mengambil alih perusahaan tersebut ketika mengalami pailit dan harus di jual.
Dalam dunia bisnis yang kotor hal itu sudahlah dianggap biasa, menghancurkan rival dengan cara apapun juga. Demi mencapai tujuan yang diinginkan. Dan kal ini adalah perusahaan Hendra melalui Daniel yang jadi sasaran Mr.X.
Saat sedang asik asiknya Daniel dengan dua wanita yang dia sewa tersebut. Tiba tiba pintu kamar mereka di ketuk seseorang. Daniel dengan agak marah dan kecewa karena aktivitasnya terganggu segera menyahut handuk untuk menutupi anggota tubuhnya yang paling vital dan membuka pintu.
“Siapa kalian, kenapa mengganggu urusan pribadi kami.” Ucap Daniel.
__ADS_1
“Maaf kami hanya disuruh bos kami Mr.X untuk memberikan ini.” jawab orang tersebut sambil menyerahkan sebuah amplop yang berisi dokumen dokumen palsu.
“Terus apa lagi pesan bos ?” Tanya Daniel.
“Jika sudah selesai nanti diminta menghadap Bos di ruang Loby.” jawab orang itu.
Daniel pun segera menutup pintu kamar tersebut dan melanjutkan aktivitasnya bersama dua wanita yang sempat tertunda tadi.
Kemudian setelah selesai Daniel pun segera menghadap Mr.X di ruang loby. Dengan mengatakan agar dua wanita tersebut tetap berada di kamar karena Daniel masih ingin melanjutkan lagi nanti setelah selesai urusannya dengan Mr. x.
DUa wanita itu pun tidak keberatan karena Daniel memesankan minuman dan meninggalkan segepok uang kepadanya sebagai tambahan waktu dari yang direncanakan.
Kemudian Daniel pun segera menghadap Mr.X yang telah menunggu cukup lama.
“Maaf bos, tadi baru tanggung soalnya.” Ucap Daniel tanpa malu malu mengatakan begitu.
“Lanjut nanti lagi, ada hal penting yang harus aku sampaikan.” Ucap Mr.x
“Ada apa bos ?” tanya Daniel.
“Bantu cari gadis untuk menjebak Hendra, agar dia bisa terkena kasus skandal nanti.” Ucap Mr. X.
Daniel jadi agak bingung, karena dia merasa tahu dunia malam juga saat kenal dengan Mr. X.
“Saya belum ada pengalaman itu bos ?” ucap Daniel.
“Cari dari karyawan perusahaan kamu yang saat ini masih tutup. Tawarkan uang, jika tidak berhasil dengan ancaman keluarganya akan kita habisi nanti.”Ucap Mr.X
“Saya gak bisa melakukan itu bos ?” jawab Daniel.
“Kamu sebutin saja nama dan alamatnya, biar anak buahku yang akan menjalankan operasi tersebut.” Ucap Mr.X.
Daniel pun tidak dapat lagi menghindar, dia harus menentukan sebuah nama dari sekian karyawan wanita yang dianggap berwajah cantik dan masih perawan. Sebenarnya Daniel sendiri tidak sampai hati mengorbankan karyawan. Namun demi ambisi dank arena sudah merasa terpojok dia harus melakukan itu. dan Mr.X hanya mau menunggu sampai lusa sehingga Daniel pun tidak punya waktu banyak untuk menyeleksi karyawan yang akan dijadikan umpan tersebut…!!!
...Bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Reader semuanya.
Komentar reader semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Reader semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...