Cinta Asteria

Cinta Asteria
Syasya dijebak Andi


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Episode lalu


“Masak sih mah, yang Sinta tahu yang jadi teman kak Andi adalah wanita dewasa semua bahkan kak Asih tunanganya saja juga lebih tua dari kak Andi.” Ucap Sinta yang tidak tahu jika antara Asih dan Andi saat ini sedang terjadi masalah dan Asih pun sudah pasrah dengan keadaan. Dan membiarkan Andi memutuskan pertunanganya daan mencari kesenangan dengan wanita wanita lain.


“Pokoknya mamah bilang jangan sayang, cukup mamah saja yang pernah terjerumus dalam lembah dosa dengan Andi. Kamu jangan sampai sayang…!” pinta Syasya mamahnya Andi.


“Bukan karena mamah takut tersaingi Sinta kan Mah ?” Tanya Sinta membuat Syasya terbelalak kaget.


“Maksut Sinta apa sayang…..???” Tanya Syasya.


*****


Episode ini


“Mamah gak merasa atau khawatir Sinta deketin kan Andi karena cemburu kan ?” Tanya Sinta.


“Gak sayang, mamah memilih tidak mau bertemu Andi karena menjaga, soalnya lebih sulit menahan dari pada menghindar. Makanya mamah khawatir jika Sinta deketin Andi. Karena itu lebih beresiko dari pada menghindari.” Jawab mamahnya.


“Tapi Sinta merasa kasihan dengan kak Andi jika tidak ada yang peduli mah ?” jawab Sinta.


“Ibaratnya kamu mau menolong orang tenggelam kamu harus bisa berenang Sinta, jika tidak maka yang ada kamu akan ikut tenggelam nanti.” Jelas mamahnya.


“Sinta bisa jaga diri mah, Sinta hanya kasihan sama kak Andi karena sebenarnya dia itu orang baik. bahkan dulunya rajin ibadah juga mah.” Jawab Sinta.


“Tapi kamu adalah gadis muda, ibarat kuncup bunga yang  hampir mekar Sinta. Jangan sampai justru kamu jadi layu sebelum berkembang. Karena gadis lebih rentan, kalo cowok itu ibarat batu gadis itu ibarat telur SInta. Batu jatuh berkali kali masih berujut batu, tapi telur sekali jatuh dia akan pecah Sinta.” Jawab mamahnya Sinta yang terus berusaha mencegah Sinta berhubungan dengan Andi apa lagi sampai berniat mendekati Andi untuk menyadarkana Andi. Karena kemungkinan yang terjadi adalah Sinta yang akan larut dengan permainan cinta Andi bukanya Andi yang akan kembali jadi Andi yang dulu.


Begitulah pemikiran Syasya, yang begitu menyayangi Sinta anak kesayangannya. Namun Sinta sendiri sangat kekeh dengan keinginannya, karena didorong rasa bersalah Andi begitu karena kedua orang tuanya yang memicunya.


Sehingga perdebatan ibu dan anak itupun berlangsung sangat lama. Hingga akhirnya keduanya menjadi agak bersitegang.


“Mamah gak merasa bersalah sama sekali kah dengan apa yang di alami kak Andi yang menyebabkan jadi begitu ?” desak Sinta ke mamahnya.


“Mamah merasa bersalah Sinta, tapi apa mau dikata sudah terlanjur terjadi. Dan mamah tidak ingin itu menimpa kamu Sinta.” Kata mamah nya Sinta.


“Apa mamah pikir Sinta wanita gampangan mah ? apa mamah pikir Sinta punya niat begitu sama kak Andi ?” protes Sinta.


“Mamah gak bilang begitu sayang, dan mamah percaya jika Sinta punya niat yang baik. mamah hanya khawatir Sinta nanti justru yang akan terlena dengan bujuk rayunya Andi yang sekarang Sinta. Jika Sinta bergaul dengan Andi yang dulu mamah gak khawatir, tapi jika dengan Andi yang sekarang mamah jelas gak akan rela karena Andi sudah berbalik seratus delapan puluh derajat Sinta.” Cegah mamah Sinta.


“Tapi Sinta orang yang punya prinsip mah, jadi gak mungkin jika Sinta membiarkan orang terjatuh karena kesalahan keluarga Sinta.” Kilah Sinta.


“Kamu masih terlalu muda Nak, belum tahu banyak tentang manis asinya kehidupan ini. dan mamah khawatir kamu akan menjadi terbuai seperti apa yang membuat Andi jadi begitu. Semua itu bagai candu nak. Sekali mencoba maka akan terus ingin dan selalu ingin.” Jawab mamahnya Sinta.


“Gak mah, Sinta gak akan seperti itu.” jawab Sinta kekeh dengan pendirianya.


Syasya benar benar kesulitan untuk mencegah Sinta mendekati Andi yang hendak berusaha membujuk Andi agar kembali menjadi Andi yang dulu, karena Andi yang sekarang ibarat bara api yang sedang berkobar yang akan membakar semua benda yang didekatnya. Maksut Syasya sebenarnya berharap kobaran apai pada Andi reda dulu barulah Sinta bisa mendekati. Namun Sinta sendiri tetap kekeh untuk melaksanakan apa yang menjadi keinginannya.


Hingga akhirnya Syasya menyerah tak mampu menahan Sinta untuk tidak mendekati Andi.


*****


Saat di sekolahan Yasinta


“Hai Sinta, bagaimana kabar Andi tetanggamu itu ? masih saja berhubungan dengan bu Syifa deh kayaknya.” Sapa Alisa sahabat Yasinta.


“Yah biarin saja lah Lisa, itu hak asasi mereka.” Jawab Sinta malas malasan membahas itu.


“Owh iya Sinta, hari ini kan kau bawa motor sendiri gak di antar jemput. Karena Sopir mamah lagi cuti. Bagaimana jika kita nanti buntuti Bu Syifa dengan Kak Andi. Kemana perginya mereka ?” Tanya Alisa kepada Yasinta.


“Terus kalo sudah tahu kita mau ngapain ?” Tanya Yasinta.

__ADS_1


“Kita foto diam diam dan kita jadikan senjata agar bu Syifa tidak berbuat begitu dengan kak Andi. Memalukan sekolah kita kan ?” jawab Alisa.


“Tapia pa untungnya bagi kita melakukan itu Lisa ?” Tanya Yasinta.


“Lah memang kamu gak denger kabar jika sekolah kita sekarang jadi bahan omongan karena bu Syifa bertingkah seperti itu. samapi di kasih predikat perusak moral anak muda.” Jawab Alisa.


“Sinta gak tega melakukannya Lisa, biar bagaimanapun bu Syifa kan gak pernah jahatin kita. Dan dia begitu juga dia yang tanggung akibatnya nanti." Jawab Yasinta.


“Iya sih tapi kan Lisa hanya menyayangkan kak Andi saja yang terbuai dan tertipu dengan bu Syifa guru Centil itu ?” kata Lisa.


Yasinta jadi sedikit ragu dengan keterangan Lisa terakhir, karena Sinta pun merasakan hal yang hampir serupa. Menyayangkan Andi yang jauh berubah sekarang ini, yang dulu sempat diidolakan beberapa siswi  tema sekolahnya sekarang tak lebih hanya menjadi bahan bullyan teman temannya.


“Hmmmm boleh juga sih, tapi jangan sampai menjatuhkan martabat bu Syifa juga ya Lisa. Sinta gak enak, kamu tahu sendiri kan kalo bu Syifa itu baik banget sama Sinta ?” jawab Sinta.


“Iya deh, kita juga masih ada akhlaq kok gak mungkin juga kita berbuat kejam sama bu Syifa.” Jawab Lisa.


Dan pada saat pulang sekolah, lisa dan Sinta sudah lebih dulu standby di tempat parkir motor dengan pakaian gantinya, serta berjaket dan memakai helm standart hingga tak kelihatan wajahnya.


Lisa menjalankan motornya pelan pelan sambil mengamati keadaan, dan saat dia melihat kedatangan Andi yang hendak menjemput Syifa maka Lisa menghentikan motornya sambil pura pura telpon tanpa melepas helmnya.


“Kamu telpon siapa Lisa ?” Tanya Yasinta.


“Udah diem saja ini hanya trik, aku gak telpon sapa sapa hanya menunggu bu Syifa naik motor kak Andi anti kita ikuti dari jarak tertentu.” Ucap Lisa.


“Iih kamu bisa saja, dapat ide dari ana kamu Lisa ?” Tanya Sinta.


  “Belum tahu ya kalo Lisa itu sebenarnya detektif jelmaan detektif Conan ?” ucap Lisa membanggakan diri.


“Detektif Conan apaan ? Detektif chongyang kali Lisa ?” seru Sinta Sambil tertawa.


“Hah siapa tuh Chongyang ? detektif cina ?” Tanya Lisa.


“Diih norak kamu aah, chongyang itu nama minuman beralkohol Lisa ?” kata Sinta.


“Wah kamu kenal juga yang kayak gituan, udah pernah nyoba yah ?” Tanya Lisa.


“Pernah sekali tapi ga enak, waktu dikasih cowok gue waktu itu.” jawab Sinta.


“Haaah sampai mabuk gak lo, jangan jangan sampai mabuk terus lo diapa apain lagi sama cowok lo dan lo gak sadar ?” ucap Lisa.


“Owh sukurlah, kalo sampai mabuk Lisa yakin lo udah gak bakalan perawan lagi deh sesudahnya Sinta.” Kata Lisa.


“Enak aja Lo Lisa. Kita juga masih ada iman kali…!” balas sinta.


Kemudian kedua nya melihat  Syifa guru seni mereka berjalan menghampiri Andi yang tak melepas helemnya juga. D segera memberika helm kepada Syifa wanita salah teman kencannya Andi. Karena Andi sekarang juga sduah memilik Sita wanita Pemandu Lagu di sebuah karaoke ( LC ) yang menjadi tempat pelarian Andi ketika Syifa tidak dapat diajaknya kencan. Namun dalam diri Andi justru sering kali membayangkan Syasya ibunya Sinta yang memberikan sensasi tersendiri dengan karakter vokalnya saat berdua dengan Andi waktu itu. sayangnya hubungan mereka harus terhenti karena diketahui SInta anak Syasya.


Namun Andi masih berharap bisa mencari kesempatan lain untuk dapat bertemu dengan Syasya asal gak dirumah dia kan gak bakalan ketahuan Sinta. Pikirnya. Waktu itu pun terjadi di rumah Syasya karena Syasya sendiri yang ketagihan dengan Andi sehingga tak sabar menunggu lain waktu dan memintanya mengulang malam itu juga di rumahnya. Hingga akhirnya bisa diketahui oleh Sinta Anaknya, pikir Andi.


Entah setan mana yang sudah mempengaruhi Andi sehingga dia sekarang selalu memikirkan urusan sek melulu. Sehingga tak ada aktifitas dia yang tidak berujung dengan itu. apapun yang Andi lakukan pada ujungnya adalah urusan ranjang yang menjadi pertimbangan.


Andi sudah menjadi Maniak, Andi sudah benar benar kecanduan dengan perempuan perempuan yang bermacam macam dalam komunitasnya.


Lisa mengikuti laju motor Andi dalam jarak yang cukup aman tidak terlihat namun bisa mengikuti dengan jelas kemana arah laju motor Andi yang membawa Syifa.


Hingga sampai pada suatu tempat, Andi menghentikan sepeda motornya. Kemudian Lisa turun dari jarak cukup jauh berhenti disebuah warung dan pura pura membeli sesuatu.


Sementara Sinta pura pura memainkan Hp namun dia merekam kegiatan Andi dengan SYifa dengan camera Ponselnya. Sehingga jelas terlihat apa yang dilakukan Andi dengan Syifa dipinggir jalan itu. mereka tidak malu melakukan adegan romantic bergandeng tangan bahkan berpelukan didepan orang banyak yang sedang lalu lalang.


Tak berapa lama kemudian datang seorang wanita muda yang menghampiri mereka berdua dan ikut bergabung mengobrol dan sama seperti Syifa wanita itupun tak sungkan memeluk Andi di depan Syifa bahkan juga di tempat yang sama dan ditempat umum.


Andi sangat menikmati suasana diapit oleh dua wanita seksi itu. Lisa dan SInta yang menyaksikan itu hanya dapat menghela nafas panjang, terutama Lisa yang melihat sang Idolanya menjadi bahan mainan dua wanita yang sudah lebih banyak pengalaman itu.


Akhirnya Lisa sendiri yang tidak tahan melihat itu kemudian mengajak Sinta pergi dari tempat itu.


“Yuuk kita pulang saja, Lisa risih melihat mereka begitu, sudah tahu bakalan ngapain mereka nanti.” Ucap Lisa.


Sinta hanya mengangguk dan mengikuti apa kata Lisa.


*****


Andi Syifa dan Sita

__ADS_1


“Aah Sayang… Bagaimana rencana kamu mau balas dendam dengan Herlambang lagi ?” Tanya Syifa.


“Aku mau jebak istrinya, tapi bagaimana caranya aku belum tahu.” Jawab Andi.


“Serahin saja ke kami berdua Sayang, asal kami juga tetap diberi jatah jangan terus dilupakan begitu saja.” Ucap Sita manja.


“Boleh kalo perlu kalian berdua sekaligus aku kasih jatah kalo bisa bawa Syasya ke hadapan aku hari ini.” jawab Andi.


“Bagaimana caranya bawa Syasya keluar dari rumahnya ?” Tanya Syifa.


“Kamu hubungi saja dia, bilang kalo Sinta anaknya kecelakaan dan sekarang di rumah sakit. Nanti kita jebak dia dan kita paksa ikut dengan kita.” Kata Andi.


“Nah kalo kemudian dia lapor polisi ?” Tanya Syifa.


“Jangan sampailah, nanti saat aku setubuhi dia kamu rekam dan kamu ancam jika dia macam macam video itu akan kita sebarkan biar Viral dan Herlambang tahu.” Ucap Andi yang sekarang menjadi liar pemikiranya.


Dan segeralah mereka bertiga mengatur siasat untuk menjebak Syasya agar mau keluar rumah.


Maka Syifa yang menelpon Syasya dan berbagi tugas dengan Sita yang disuruh mengaku sebagai perawat rumah sakit. Dan mengabarkan jika Sita mengalami kecelakaan. Dan naasnya saat itu ada salah satu teman Sinta yang melihat Sinta berboncengan motor dengan Lisa.


Dan hal itu yang membuat Syasya mamahnya Sinta menjadi percaya dengan berita bohong yang di katakana Syifa dan Sita.


Singkat cerita, Syasya berhasil dijebak oleh Syifa dan Sita dan dibawa kesebuah losmen yang disitu sudah ada Andi di dalam kamar tersebut.


Betapa kagetnya syasya yang mengetahui jika otak penipuan ini adalah Andi.


“Andi….???” Pekik Syasya.


“Hai apa kabar sayang, lama gak ketemu aku jadi kangen banget dengan kamu.’ Jawab Andi yang langsung memeluk Syasya.


Namun syasya memberontak dan melepaskan diri dari pelukan dan ciuman Andi.


“Andi jangan, ingat perjanjian kita dengan Sinta anakku ?” kata Syasya.


“Sekarang kamu pilih, aku bercinta dengan kamu atau kamu lebih mengijinkan aku bercinta dengan sinta Anak Kamu ?” jawab Andi sambil tertawa dan memberikan isarat kepada Sita dan Syifa untuk keluar kamar.


Namun sesuai rencana sita dan Syifa justru merekam apa yang terjadi di dalam kamar antara Andi dan Syasya. Dari awal hingga akhir episode itu.


“Jagan Andi jangan apa apakan Sinta Anakku,,,!” pinta Syasya memelas.


“Kalo begitu kamu yang akan menggantikan posisi Sinta kalo tidak maka Sinta yang akan menggantikan posisi kamu ?” ancam Andi pada Syasya.


Mau gak mau Syasya pun harus mengikuti kemauan Andi dari pada Sinta yang akan jadi korban.


“Baiklah tapi kumohon ini yang terakhir kali Andi, aku tidak mau lagi karena aku sudah janji dengan Sinta Anakku.” Jawab Syasya.


“Gak usah tegang begitu buat suasana rileks seperti dulu, cepat tanggalkan semua pakaian kamu atau aku yang akan merobek paksa agar kamu tak bisa pulang karena bajumu ku robek robek …!” ancam Andi kembali.


Syasya tidak punya pilihan lain, satu persatu dia menanggalkan pakainya hingga tak sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya….???”


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


 


__ADS_2