Cinta Asteria

Cinta Asteria
Pengakuan Syifa


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Maka berangkatlah mereka menemui orang tua Andi, Syifa tidak mengira jika disana juga akan bertemu Asih sahabat Diana adik kelasnya. Dan Asih pun cukup kenal dengan Syifa sewaktu masih bersekolah bersama almarhumah Diana kakak kandung Andi.


Sebuah rahasia besar akan terbongkar dan Syifa juga harus siap mengakui kesalahannya selama ini, mau gak mau dia harus mengakui jika dia yang membuat Andi sampai seperti itu….???


Begitu sampai dirumah Andi, Jhoni dan Armando mengetuk pintu rumah Andi, dan langsung dibukakan oleh Hendra.


“ Kalian cepet amat dalam sehari semalam sudah bisa mendapatkan petunjuk !?!” kata Hendra setelah semuanya di persilahkan duduk di ruang tamu.


“Iya pak Hendra, sebisa mungkin kami bekerja cepat. Ini juga yang lain tetap muter untuk mencari info tentang Andi. Meskipun sampai sekarang belum ada yang member kabar. Namun paling tidak saya percaya mereka tetap bekerja.” Sahut Jhoni.


“Tidak akan ada yang bisa menemui Andi, karena Andi saya sembunyikan di suatu tempat yang jauh terpencil.” Tiba tiba Syifa angkat bicara.


Sehingga membuat seisi rumah itu menjadi terdiam, dan Asih yang sedang berada dikamar bersama Aster menghibur bu Halimah pun kaget mendengar suara wanita yang kayaknya dia gak asing dengan suara itu.


“Aster, sebentar kita ikut keluar yuk..! kayaknya Asih kenal suara orang yang bicara barusan, dan sepertinya Andi dapat segera di temukan…!” kata Asih kepada Aster.


“Kamu yakin Asih ? dari mana kamu yakin Andi bisa dapat segera di temukan ?” Tanya Aster.


“Iya Aster, dan  kayaknya Asih tahu penyebab Andi jadi seperti sekarang ini.” jawab Asih yang membuat Aster justru semakin bingung. Namun kemudian mengikuti Asih keluar kamar bu Halimah.


“Sebentar bulik, Aster nemenin Asih, katanya Andi akan segera ditemukan.” Kata Aster.


“Bulik malah semakin deg deg an Aster, tolong jaga jangan sampai ada keributan ya. Bulik tahu siapa yang datang itu dari suaranya. Dan benar kata Asih, kemungkinan dialah yang menyebabkan Andi jadi seperti ini.” ucap bu Halimah.


Sebenarnya Aster malah bertambah bingung dan ingin menanyakan ke bu Halimah namun diurungkan. Aster lebih memilih mengikuti Asih menemui tamu yang datang.                                                                                  


“Owh jadi ini yang sudah mempengaruhi Andi sehingga  Andi sekarang sampai kabur dari rumah. Ternya kamu orangnya, dari dulu selalu membikin maslah dengan aku dan almarhumah Diana. Sekarang kamu gak akan lepas dari semua ini Syifa…!!!” kata Asih yang baru datang ikut ke ruang tamu.


“Asih…???” ucap Syifa yang kaget begitu melihat Asih sahabat Diana adik kelas Syifa waktu sekolah dahulu.


“Iya ini aku, apakah kamu belum puas membuat Diana dulu sampai celaka ? hingga sekarang kamu mau celakakan Andi adiknya Diana ?” seru Asih penuh Emosi.


Membuat yang lain pun menjadi diam karena tidak faham ada masalah apa sebenarnya antara Asih dengan Syifa sebelumnya. Dan kenapa menyebut nama Diana kakak kandung Andi yang sudah tiada itu.

__ADS_1


Sehingga waktu itu seakan menjadi ajang perdebatan atau lebih tepatnya ajang Asih memarahi Syifa habis habisan. Sehingga yang lainnya hanya terdiam.


“Maafkan aku Asih, tapi soal Diana dahulu Syifa tidak tahu apa apa. Syifa pun hanya dijebak karena tidak tahu rencana teman teman yang lain.” Ucap Syifa tertunduk. Tak berani memandang wajah Asih yang sudah sangat marah kelihatan wajahnya sampai memerah menahan amarahnya.


“Kamu mana mau ngaku ikut terlibat, tapi yang jelas kamu lah yang waktu itu juga mau menjerumuskan Diana. Kamu yang hendak meracuni Diana sahabatku dengan tingkah lakumu yang binal dan tidak mau mematuhi aturan apapun. Sekarang kamu sudah terbukti juga yang meracuni Andi adiknya Diana, masih mau mungkir juga ?” Bentak Asih pada Syifa.


Membuat yang lain jadi semakin bingung dan penasaran, Jhoni pun heran. Syifa yang dia nilai tadi wanita pemberani, yang tidak takut kepadanya bahkan. Kini seperti tak berkutik dihadapan Asih. Sebagai orang yang sudah banyak pengalaman malang melintang di dunia keras, Jhoni bisa menyimpulkan jika Syifa punya dosa masa lalu terhadap Asih dan keluarga Andi.


“Sungguh Asih, jujur Syifa memang orang gak baik tapi soal Diana dulu Syifa tidak tahu dan tidak terlibat sama sekali.” Jawab Syifa samil tetap tertunduk.


“Mana bisa di percaya ucapanmu, dari dulu yang ada di benakmu hanya mengumbar hawa Nafsu saja. Dasar kamu perempuan liar yang gak punya Adab…!!!” bentak Asih penuh kemarahan pada Syifa.


Aster mencoba menenangkan Asih agar tetap sabar, meski Aster juga tahu bagaimana perasaan Asih saat itu yang merasa kehilangan Andi. Orang yang sangat di cintainya dari dulu, kini dihancurkan oleh orang yang ada di hadapannya. Meski Aster juga tidak atau belum tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Asih yang sudah sangat lama menaruh dendam kepada Syifa dari semenjak meninggalnya Diana sahabatnya itu. dan sekarang harus berpisah juga dengan Andi orang yang sangat di cintainya. Sulit untuk menahan amarahnya terhadap Syifa. Dan Syifa pun semakin ketakutan dengan Asih yang nampaknya sudah takk mampu menahan Emosinya.


Sampai Aster pun harus memegang Asih karena hampir saja Asih menghampiri Syifa untuk melakukan tindak kekerasan. Syifa pun hanya pasrah, krena merasa bersalah dalam hatinya berkata, “Ya tuhan kenapa aku harus bertemu dengan Asih. Bukanya dia tinggal di Jakarta dan bekerja disana ? atau jangan jangan orang yang di sebut Hendra itu adalah seorang pengusaha. Dan Asih bekerja disana. Bisa mampus kalo masalah ini diurus tuntas secara hukum, secara mereka berkecukupan pasti punya banyak relasi dan sanggup membiayayai persidangan berikut pengacara kondang sekalipun.


“Sungguh Asih, Syifa menyesal dan saat ini kamu mau apakan Syifa, Syifa gak akan menghindar.” Ucap Syifa sambil menitikan air mata.


Sementara Asih di tahan Aster agar tidak melukai Syifa, karena dia adalah kunci menemukan Andi, seperti apapun keadaannya sekarang. “mungkin ini maksut Bulik tadi, jangan ada keributan.” Kata Aster dalam hati.


“Asih sebaiknya beri kamu waktu untuk menanyakan dimana Andi pada wanita itu. karena bagaimanapun. Hanya dia yang tahu dimana Andi sekarang ini.” Akhirnya Hendra pun berani angkat bicara.


Setelah Aster dan Hendra membujuk Asih agar tenang, maka barulah Asih kembali ke kamar bu Halimah untuk menghibur bu Halimah.


“Tampaknya kamu ketakutan sekali dengan Asih, sekarang kamu ceritakan saja apa yang sebenarnya terjadi antara kalian. Perintah Hendra kepada Syifa.


Syifa pun menghela nafas panjang beberapa kali berusaha mencari kekuatan agar mampu bicara secara jujur di hadapan keluarga besar Andi tersebut. Dan kembali hati nuraninya tersentuh saat itu, sampai Naluri ‘berketuhanan' pun muncul. Sehingga dalam hatinya Syifa secara tidak sadar menyebut Asma Allah dimana selama ini dia tidak percaya tentang itu. dan baru beberapa hari mencoba mencari tahu kebenaran adanya “Pencipta Alam Semesta’ ini. “ yaa Allah beri aku kekuatan aku mau bertobat sekarang. Karena tindakanku membuat keluarga orang hancur seperti ini.” kata Syifa dalam hati. Yang muncul dari lubuk hatinya yang paling dalam, kini hatinya pun seperti mendapat sebuah pencerahan tentang ‘KEBENARAN’ adanya Tuhan Pencipta Alam Semesta.


“Ceritalah dengan jujur, mungkin akan jadi hal yang dapat meringankan kesalahanmu. Mungkin juga akan jadi penyebab kami bisa memaafkan kamu jika kamu mau berbicara dengan jujur. Terkait apa yang terjadi dengan Andi dan apa yang menimpa Diana kakak Kandung Andi.” Ucap Hendra dengan pelan dan datar.


Namun ucapan Hendra itu bagi Syifa bagaikan suara petir yang menyambar sesuatu di sampingnya. Sehingga memekakkan telinga yang mendengarnya.


“Saya memang salah selama ini, dan saya siap menerima hukuman apapun. Namun saya tidak mungkin mengembalikan semua yang sudah terjadi pada Diana dan Andi.” Kata Syifa membuka pembicaraan.


“Soal hukuman apa, kami juga belum tahu tergantung bagaimana nanti respon keluarga Andi. Dan seberapa besar kesalahan yang telah kamu lakukan.” Ucap Hendra kepada Syifa.


“Secara tidak langsung, aku ikut menyebabkan Diana kakak kandung Andi meninggal dunia…!” ucap Syifa pelan sambil menangis. Namun membuat kaget Aster dan Hendra, bahkan Aster pun Nampak sangat marah mendengar perkataan Syifa waktu itu.


“Kamu harus mengakui itu di kantor polisi agar kamu mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatan kamu…!!!” ucap Aster yang sudah memuncak kemarahannya.


“Tunggu Aster, jangan emosi dulu biar semuanya Jelas baru kita nanti menentukan sikap apa yang seharusnya kita lakukan.” Kata Hendra meminta Aster tetap tenang.


“Baiklah, jika itu yang kalian minta Syifa nanti akan lakukan. Namun sebelumnya biar Syifa lanjutkan dulu. Memang Syifa juga uyang menyebabkan Andi menjadi seperti sekarang ini. Andi yang dulu pendiam dan penurut kemarin menjadi liar tak terkendali. Hingga muncul musibah beredarnya Video itu, sehingga Andi ketakutan dan saat ini sedang aku sembunyikan disebuah tempat terpencil. Tinggal dirumah milik familiku yang tidak di tempati.” Lanjut Syifa.

__ADS_1


“Bagaimana Andi bisa bertahan Hidup disana jika dia tidak bisa keluar karena takut ?” Tanya Hendra Kemudian.


“Syifa seminggu sekali kesana, dengan membawakan kebutuhan hidup selama seminggu.” Jawab Syifa.


“Kenapa kamu menyembunyikan Andi di tempat itu, motivasinya apa ?” Tanya Hendra kemudian.


“Aku hanya Iba dengan cobaan yang dia Hadapi, dan perasaan bersalahku muncul karena aku lah yang pertama kali membuat Andi menjadi orang yang haus akan Sex…!” jawab Syifa sambil menangis menyesali perbuatanya.


Semua terdiam sejenak, bahkan Hendra pun terdiam. Besar sekali kesalahan Hendra kepada Andi dan keluarganya, namun saat ini Syifa juga yang melindungi dan merawat Andi. Tentu saja semua itu menjadi bahan pertimbangan bagi keluarga besar Andi, untuk mengambil keputusan dalam mensikapi kesalahan Syifa selama ini.


“Bagaimana Kronologis kematian Diana kakak Kandung Andi waktu itu ?” Tanya Hendra kemudian.


“Waktu itu kami dan rombongan mengadakan Pesta Miras, kami adalah kumpulan cowok cewek yang hidup bebas. Sehingga kami sering melakukan sesuatu yang seharusnya tidak boleh kami lakukan saat berkumpul. Dan salah satu dari anggota kelompok kami itu, ada yang diam diam menyukai Diana dan berniat untuk menjebak Diana. Dan itu dia rencanakan dengan beberapa orang yang dia anggap bisa di percaya.” Kata Syifa lanjut.


“Keterlibatan kamu sampai dimana dalam hal itu ?” Tanya Hendra kemudian.


“Aku hanya disuruh menyampaikan ke Diana, bahwa ada seseorang yang menyukai dia. Dan hendak mengenal Diana lebih dekat, dan mengundang Diana pada acara pesta ulang tahunnya.” Jawab Syifa.


“Selanjutnya bagaimana ?” desak Hendra kemudian.


“Tanpa sepengetahuanku, ternyata beberapa temanku telah menyiapkan minuman khusus yang akan di berikan kepada Diana agar dia tidak sadarkan diri.” Jawab Syifa.


“Biadab….!!! Aster gak Yakin kamu gak terlibat dalam hal itu…!!!” sahut Aster dengan penuh amarah kepada Syifa….!!!


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


 


__ADS_2