
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Episode lalu
“Gak bu, Andi gak bohong kalo mala mini boleh menemui temen Andi besuk Andi bisa ikut ke tempatnya Mbak Aster.” Jawab Andi.
“Baiklah jika memang kamu bisa pegang janji. Tapi jika kamu bohong bapak gak akan mau lagi kasih kamu kesempatan kedua kalinya.” Ucap bapaknya Andi.
“Iya pak, Andi pamit keluar dulu. Andi janji besuk ikut ke acara pertunangan mbak Aster.” Kata Andi sambil berpamitan cium tangan bapak ibuknya. Meski Andi waktu itu berpikir hanya akan bersenang senang sebentar dengan Syasya, tidak mengira bahwa dia akan disidang Oleh Sinta anak Syasya. Gadis kecil yang kemarin minta bantuanya untuk menisci acara disekolahnya. Yang menyebabkan dia kenal Syifa dan akhirnya merubah semuanya saat ini.
*****
Episode ini
Andi berangkat ke rumah Syasya menggunakan motornya, pura pura meninggalkan komplek rumah dusunya namun hanya memutar mencari jalan lain supaya tidak dicurigai orang tuanya. Dan sampailah Andi di rumah Syasya. Kemudian mengetuk pintu rumah Syasya.
Namun Alangkah terkejutnya Andi ketika yang membukakan pintu adalah Yasinta.
“Masuk kak Andi, mamah sudah menunggu.” Sapa Sinta datar seakan tak terjadi apa apa.Namun membuat wajah Andi terasa panas dingin, mengapa Sinta tahu dia kan mencari mamahnya Sinta, pikir Andi.
Dengan langkah ragu akhirnya  Andi masuk mengikuti Sinya yang jalan lebih dahulu didepanya. Andi yang sudah Viktor ( vikiran kotor ) saat melihat goyang pinggul Sinta pun jadi membyangkan yang aneh aneh. Meski sedang dala situasi tak menentu sekalipun. Karena memang begitulah jika pikiran orang sudah dikendalikan sesuatu, apapun yang dilihat informasi yang diterima ke otak nya adalah apa yang dipikirkannya.
Begitu juga Andi yang saat itu pikirannya selalu terpusat pada sex, apapun yang dilihat yang dipikarkanya adalah sex.
Sesampai diruang tamu Sinta mempersilahkan Andi duduk kemudian memanggilkan mamahnya yang sedang berada di kamar.
__ADS_1
“Maaf Andi, aku mengundang kamu malam malam begini, bukan untuk mengulang kesalahan yang kita lakukan kemarin. Namun jujur saja bahwa apa yang kita lakukan kemarin dirumah ini telah diketahui Sinta Anakku. Dan mala mini di hadapan Sinya anakku aku harus mengatakan bahwa kita harus menghentikan apa yang kemarin telah kita lakukan. Yang sudah ya sudahlah. Kita sama sama bersalah, kita sama sama larut dalam suasana. Akan tetapi kita harus sadar posisi kita masing masing. Bahwa aku sudah bersuami dan kamu juga sudah bertunangan. Tidak sepantasnya kita mengumbar nafsu kita berdua Andi." ucap Syasya sambil berkaca kaca. Syasya sedih antara menyesali kesalahan dan berat untuk melupakan Andi yang diakui ataupun tidak nama Andi sudah sudah terukir kuat di hatinya. Selain telah memeberikan sesuatu yang lama dia tidak dapatkan dari suaminya memang Andi secara fisik juga punya pesona yang luar biasa bagi Syasya.
Jika sebelumnya hanya menganggap Andi seorang pemuda yang tampan dan menarik, namun setelah pertemuann intensif dan jugan intim sampai ke hubungan juga. Memberikan kesan tersendiri di dalam diri Syasya, selain kepuasan.
Andipun hanya diam tertunduk malu di depan Yasinta, jika sebelumnya hubungan Yasinta dengan Andi biasa biasa saja. Namun dengan peristiwa itu Andi menjadi sangat canggung dengan Yasinta. Yang biasanya saling bisa bercanda sebatas hubungan tetangga sekarang Andi merasa sangat malu di hadapan Yasinta.
“Kak,,,, Kak Andi kan masih muda dibandingkan mamah Sinta, kenapa sih gak cari yang sepadan dengan kak Andi saja kak. Maaf Sinta gak bermaksut ikut campur urusan pribadi kakak. Namun jika itu menyangkut mamah Sinta tentu saja Sinta gak bisa tinggal diam kak.” Ucap Yasinta yang membuat Andi jadi semakin gemetar dan berkeringat dingin. Sangat susah untuk membuka suara, jauh lebih susah dari pada menyesuaikan karakter vocal penyanyi dengan nada dasr yang sesuai dengan lagu yang akan dimainkanya.
Sehingga sejauh ini Andi hanya diam saja dengan wajah tertunduk tak berani menatap muka Sysya apalagi Yasinta. Bahkan tangan Andi begitu gemetar seperti mengalami syok atau ketakutan.
“Aku gak menyalahkan kamu sepenuhnya Andi, jujur aku juga bersalah sebagai istri orang malah memberikan kesempatan dan harapan kepada kamu. Dan itu berawal dari suamiku juga, namun biarlah urusan antara aku dan suamiku menjadi urusan pribadiku. Dan urusan kamu dengan pasangan kamu Syifa itu menjadi urusan pribadimu juga. Kita masing masing berjalan sendiri sendiri saja.” Ucap Syasya yang iba melihat Andi jadi seperti itu. bagaimanapun apa yang telah dilakukan dengan Andi sudah sangat membekas pada hati Syasya. Bahkan boleh dibilang susah bagi Syasya untuk melepaskan Andi, jika bukan karena Sinta anaknya.
“Sebenarnya Sinta juga kemarin menaruh curiga ketika Kak Andi berboncengan bu Syifa. Namun karena itu bukan urusan Sinta makanya Sinta hanya diam saja kak. Tapi karena sekarang juga sudah melibatkan papahnya Sinta maka Sinta mau gak mau juga harus menemui bu Syifa, agar menjauhi papa bagaimanapun caranya. Soal kak Andi dengan bu Syifa Sinta gak akan ikut campur urusan pribadi kan Andi dengan bu Syifa. Hanya kalo Sinta boleh ngomong, mending kaka Andi cari yang sepadan saja kak. Sayang kak Andi yang diidolakan banyak gadis bahkan temen temen Sinta juga. Malah jatuh dalam pelukan orang seperti bu Sinta, yang semua sudah tahu bagaimana bu Syifa.” Ucap Sinta.
“Iya maafkan Andi,,, Andi memang salah. Jujur Andi terbius oleh Syifa dan itu awal pertama Andi berhubungan dengan Wanita. Dan kemudian berulang dan berlanjut di sebuah hotel dan ketahuan papah Sinta sehingga papah Sinta mengancam Andi untuk mengenalkan Syifa denganya. Kemudian Andi disuruh pulang sendiri. Dan akhirnya Andi dan mamah Sinta jadi merasa sama sama dendam dengan papah Sinta dan sama sama terlena hingga terjadilah semuanya itu.” ucap Andi kepadaa Sinta.
“Iya kak, meski berat bagi Sinta namun Sinta harus memaafkan kak Andi dan mamah. Asal kalian berjanji tidak mengulanginya lagi. Sinta bisa gila kalo sampai kalian mengulanginya lagi. Sudah papahnya Sinta begitu sekarang malah mamah sinta dan kak Andi juga begitu pula. Sinta jadi kehilangan sosok panutan yang harus Sinta teladani.” Jawab Sinta.
“Asal mamah menepati janji mamah, semua yang terjadi akan Sinta anggap gak pernah terjadi.” Balas Sinta yang ikutan menangis dalam pelukan mamahnya.
Kemudian Andi pamit dan meminta maaf kepada Syasya dan Sinta serta berjanji pada Sinta tidak akan mengulangi perbuatan itu kepada mamahnya Sinta.
Kemudian Andi pulang dengan hati sedih dan kecewa.
Sedih mengingat perbuatanya yang salah sudah diketahi oleh Sinta anaknya Syasya. Dan kecewa karena berbeda dengan harapan saat berangkat kerumah Syasya yang berharap mendpat sevis dari Syasya. Namun justru mendapatkan ceramah panjang lebar dari Sinta anak gais yang usianya jauh dibawah Andi.
Sampai dirumah Andi yang sudah ditunggu orang tuanya itupun duduk lemas dikursi.
“Kenapa kamu tampak murung Andi, sebenarnya dari mana kamu ?” Tanya Bapaknya Andi.
“Pak, mungkin tidak jika Andi langsung dinikahkan saja dengan Asih. Soal kerja biar Andi juga cari kerja disana juga sama Asih. Andi takut kalo kelamaan nunggu Andi gak bisa berlama lama dan jujur Andi takut gak bisa menahan diri.” Ucap Andi dalam kegalaunya.
“Kenapa kamu buru buru mau menikah, kan usia kamu juga belum ada dua puluh lima Andi ?” Tanya ibuknya Andi.
__ADS_1
“Pokoknya Andi mau segera nikah saja buk, pingin hidup mandiri saja dan takut tidak mampu menahan diri terhadap wanita buk.” Jawab Andi memberikan alasan ingin segera menikah.
Kedua orang tua Andi jadi semakin bingung dengan perubahan pada diri Andi. Semakin terlihat ketidak stabilan jiwa Andi yang begitu mudah terbawa suasana dan berubah karakter dalam waktu singkat dan sesaat itu.
“Kamu oikirkan masak masak dulu soal itu Andi, jangan mengaambil keputusan dalam suasana bimbang ataupun berdasrkan emosi. Bukan bapak melarang kamu segera menikah, tapi apakah kamu sudah berpikir masak masak atau belum. Jangan mensal dikemudian hari. Apa lagi Asih juga masih baru dalam bekerja. Jadi agak susah mungkin jika harus cuti nikah segala.” Jawab bapaknya Andi.
“Jika perlu nikah siri dulu saja pak, yang penting sah dulu saja soala resepsi dan lain lainya gak begitu penting bagi Andi saat ini. dan biarlah Asih tetap bekerja dan tidak usah mengambil cuti. Cukup melakukan ijab qobul dan gak usah undang orng banyak dulu.” Ucap Andi emosional.
Andi sudah gak sanggup lagi jika harus menahan sesuatu yang dia sudah merasakan nikmatnya, makanya dia ingin segera menikahi Asih dengan maksut agar bisa mendapatkan keinginanya dengn car sah dn tidk menjadi sebuh masalah. Seperti yang baru saja dia alami.
Tapi Andi lupa jika masalah lain juga kan timbul bahkan godaan dari wanita lain setelah menikah pun tetap saja akan muncul…!!!
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1
Â
Â