Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 101


__ADS_3

Rey membawa mobil sambil memeluk Momo. Dia tau bahwa wanita itu sedang syok saat ini. Dia membawa Momo pulang.


Sebelumnya dia menelpon pihak rumah sakit bahwa dia tidak akan kembali ke rumah sakit siang ini. Rey juga sudah menelpon wakil Yayasan , dan menceritakan kronologis kejadian sebelum kepada mertuanya agar tidak kecewa karena mendapat berita dari orang lain.


"Ayo masuk dan istirahat aja." ucap Rey membantu Momo berjalan menuju kamar.


Saat mau masuk kamar Mezza, Rey cepat ingat. Dia membelokkan langkah Momo.


"Kamu di kamar utama aja, gimana nanti jika keluarga datang." ucap Rey.


"Tapi bukannya lebih enak di kamar aku aja biar lebih dekat dengan ruang tamu, nanti buat aja alasan jika itu memang karena keinginan aku." ucap Momo.


"Tapi masa di sana? udahlah di atas aja."


"Aku takut, jika dia muncul lagi di kamar bagaimana?" tanya Momo merapatkan diri kepada Rey.


"Ya udah deh, aku temani."


Rey tetap mengantarkan Momo ke kamar utama yang ada di lantai atas. Dia membaringkan Momo di atas ranjangnya.


Rey menelpon kembali asisten rumah tangga yang biasa hanya datang sekali seminggu. Dia memintanya agar beliau menginap dirumahnya.

__ADS_1


Asisten rumah tangga datang dengan cepat. Rey lansung menyuruh agar membereskan kamar yang di huni Momo. Dia menyuruh memindahkan baju Momo ke kamarnya.


Rey tau bahwa Amar dan keluarganya akan datang kerumahnya setelah kejadian ini.


"Udah jangan takut lagi, aku di sini." ucap Rey menenangkan Momo yang masih ketakutan.


"Kamu jangan kemana-mana, kamu di sini aja." ujar Momo.


Rey hanya duduk di ranjang sebelah Momo tanpa beranjak sedikitpun. Bahkan ketika Rey ingin ke toilet, Momo juga melarangnya.


Benar dugaan Rey, tidak sampai dua jam setelah kejadian, Amar lansung datang dengan istrinya. Kali untung tidak membawa keluarga besarnya.


Rey tau jika Galuh Tiandra Kusuma sedang berlibur dengan istri dan besannya. Makanya tidak datang ke sini. Jika ia, makin rempong hidup Rey di buatnya.


"Nggak apa-apa pa, mungkin hanya shock." jawab Rey masih mengelus kepala istrinya yang saat ini sedang tidur.


"Kenapa dia malah menyalahkan Momo? apa mas yang melakukan operasi? atau kamu Rey?" tanya Ami mama Momo.


"Nggak sayang, keluarga pasien tidak terima Pasien meninggal, papa udah check tadi datanya di rumah sakit." jawab Amar.


"Ini pasien siapa pa?" tanya Rey.

__ADS_1


"Pasien ini korban lakalantas tadi malam, jadi saat itu masuk UGD, dan dokter agak kewalahan karena banyaknya korban lakalantas, jadi keluarga menyebut ayahnya meninggal karena di abaikan, padahal dokter sudah mencoba memberikan penanganan dengan baik." ucap Amar menceritakan kejadian.


"Ohw, dia masih shock kehilangan orang tuanya tapi malah membahayakan nyawa orang lain, tapi kenapa Momo pa yang di cari?" tanya Ami lagi.


"Mungkin kebetulan dia melihat Momo yang gampang di cari, Eca sedang cuti, Azzura sedang di luar kota, yang laki-laki sangat tidak gampang untuk di sakiti." jawab Amar.


"Maaf pa jika pengawasan terhadap Momo tidak terlalu ketat." ucap Rey merasa bersalah.


"Nggak kamu nggak salah, untung saja ada kamu, Momo memang dari dulu tidak saya kasih pengawal, tapi kejadian ini pelajaran buat saya untuk menjaga Momo lebih ekstra lagi." jawab Amar.


"Saya berjanji akan jaga dia pa, Momo saat ini masih ketakutan, bahkan dia tidak membolehkan saya meninggalkan dia sedetikpun, termasuk ke toilet." ucap Rey.


"Rey kamu ambil cuti aja dulu selama pemulihan Momo, mungkin Momo perlu pelayan tambahan agar tidak terlalu merepotkan." ujar Amar.


"Iya nanti kami kirim pelayan yang biasa melayani dia."


"Nggak usah pa, ma, aku sendiri yang akan menjaganya, di rumah ini juga ada pelayan untuk yang lainnya." ujar Rey.


"Tapi mohon maaf Rey, papa tetap akan menaruh pengawal di rumah ini untuk beberapa waktu." ucap Amar.


"Saya tau pa bahwa papa sudah menaruh mata - mata di sekitar rumah saya." ucap Rey tersenyum.

__ADS_1


Rey tau bahwa selama ini papa mertuanya selalu mengirim mata - mata di sekitar rumahnya. Untuk menyelidiki apakah rumah tangga anaknya baik - baik saja.


__ADS_2