
Daffin merasa liburannya kali ini sangat membosankan. Tiap hari bertemu dengan Hanum juga membuat dia bosan. Entah kenapa dia merasa cintanya tidak seperti dulu kepada Hanum. Dia merasa saat ini ketika bertemu Hanum mulai hampa.
Sudah beberapa hari dia hanya berdiam diri dirumah. Dia juga sekali - sekali datang kekantor pusat agar belajar sedikit demi sedikit.
Tidak bisa di pungkiri hatinya ingin sekali menjumpai Mezza saat ini. Ia ingin sekali bertemu dengan gadis itu.
Daffin berjalan menuju kamar Mezza. Dia ingin rasanya melihat wajah Mezza meski hanya lewat video call. Dia sudah pernah mencobanya namun gadis itu selalu menolak panggilannya.
Dia masuk kekamar Aya tanpa mengetok pintu. Aya yang sedang main ponsel hanya meliriknya sekilas. Daffin duduk di samping adiknya yang main ponsel sambil berbaring.
"Ya tolong Abang dong."
"Tolong apalagi bang?" tanya Aya.
"Kamu VC sama Eca, tapi diam-diam aja, anggap aja Abang nggak ada."
"Nggak ah, nanti kak Eca malah marah." jawab Aya dengan malas.
"Ayolah, nanti kamu minta apa bakalan Abang kabulin." bujuknya lagi dengan memohon.
"Malas bang."
"Apa kamu nggak kasihan melihat abang kayak gini?"
"Kasihan kenapa? toh Abang juga biasa aja, lagian aneh aja Abang cariin kak Eca."
"Ayolah dek, Abang janji hanya kali ini."
"Abang suka sama kak Eca?"
"Ya nggaklah." Jawab Daffin dengan cepat.
__ADS_1
"Trus ngapain Abang sibuk nak cariin kak Eca melulu, dah sana ah, ganggu aja."
"Kan dia teman kecil kakak, jadi kakak kangenlah."
"Bohong aja, toh pas ketemu kalian nggak pernah akur, malahan kakak ngebully dia trus."
'Ayolah dek, Abang janji nanti temani kamu jalan."
Tiba-tiba Aya tersenyum mendengar ide dari abangnya..Dia yang memang pengen jalan tapi tidak punya teman jalan merasa ini waktu yang tepat.
"Okey, tapi janji Kakak hanya diam aja."
"Iya janji, hanya kakak yang liat dia."
Aya mencari kontak Mezza dari ponselnya. Dia mencoba menghubungi Mezza dari ponselnya tapi tidak di angkat.
"Nggak diangkat."
Aya mencoba menghubungi Mezza lagi sesuai permintaan abangnya.
"Hallo, assalamualaikum Aya cantik." sapa gadis di sebrang sana dengan cerianya.
"Waalaikumsalam kakak Eca cantik, apa kabar?"
"Baik, gimana sekolahnya?"
"Baik, kakak gimana di sana?"
"Alhamdulillah baik, maaf jarang hubungi soalnya Kakak lagi sibuk belajar tambahan."
"Rajin betul kakakku ini, semoga cepat wisuda."
__ADS_1
Mendengar gadis itu sedang rajin belajar membuat bibir Daffin melengkung. Entah kenapa hal itu membuatnya merasa lega.
"Apa abangmu ada tanyain kakak lagi?"tanya Mezza membuat Aya membelalakkan matanya, begitu juga dengan Daffin.
Aya menelan air ludahnya ketika melihat abangnya melotot kepadanya.
"Kak lanjut belajarnya aja, Aya mau keluar bentar." jawab Aya panik.
"Ya tunggu jawab dulu pertanyaan kakak tadi, abangmu udah nggak cariin kakak lagi ya? ah pasti udah nggak, dia pasti sibuk dengan pacarnya kan?"
Daffin memberi kode kepada adiknya agar menjawab pertanyaan wanita itu. Aya tidak berani untuk menolak. Aya tidak memikirkan hal ini akan terjadi.
"Ada kok kak, dia penasaran banget, mungkin kangen sama kakak."
"Preett, mana mungkin dek, dia udah ada cewek juga."
"Jika nggak ada kakak mau nggak?" tanya Aya makin melonjak.
Daffin menatap adiknya dengan mata makin melotot. Tapi dalam hatinya ia tersenyum senang.
"Nggak mungkin, udah dek katanya mau keluar."
"Kok nggak mungkin kak, buktinya dia kangen berat sama kakak sampai ingin cariin kakak kerumah."
"Benaran?" tanya Mezza antusias.
"Iya, kan kemarin pernah cerita, mau titip salam nggak?" tanya Aya menggoda Mezza.
"Titip salam kangen." jawab Mezza dengan malu sambil tertawa.
"Waalaikumsalam, salam kangen juga." jawab Daffin mengarahkan wajahnya sambil tersenyum ke arah kamera ponsel Aya.
__ADS_1
"Ayaaaaaaaaaa." teriak Mezza panik lalu mematikan sambungan teleponnya.