
Seorang wanita cantik nampak sibuk dengan gelar barunya. Hari ini adalah wisuda kelulusan Momo. Setelah 6 tahun kuliah akhirnya dia bisa menyelesaikan kuliahnya.
Jika Mezza bisa menyelesaikan pendidikan 6 tahun lebih sampai Pascasarjana,dan Azzura bisa menyelesaikan S2 nya selama 6 tahun, maka Momo menghabiskan 6 tahun hanya untuk gelar sarjana. Itulah perbedaan cucu perempuan keluarga Kusuma.
Dia nampak bangga dengan gelar yang ia raih. Dia juga banyak tersenyum bahagia hari ini. Rey juga ikut bahagia melihat senyum istrinya bahagia.
Momo menggunakan baju wisuda yang agak besar. Saat ini Momo tampak lebih gemuk karena sedang hamil 6 bulan.
"Sayang kamu capek nggak?" tanya Rey sambil berbisik kepada istrinya.
"Aku nggak apa-apa bang."
"Ganti sepatu ya sayang, takut abang liat kamu pakai heels tinggi segala." ucap Rey kuatir.
"Nggak apa bang, paling nanti minta di pijit aja." ujar Momo dengan manja.
Ya setelah kejadian malam itu Rey memang agak berubah. Dia lebih hangat kepada Momo. Momo sudah berani bermanja-manja kepadanya.
Apalagi saat Momo di nyatakan hamil berapa bulan setelah itu. Dia sangat protektif terhadap Momo. Kemanapun Momo pergi bimbingan pasti si antarkan. Bahkan Rey sendiri ikut campur dalam skripsi Momo.
Bagaimana tidak ikut membantu? melihat istrinya yang sering kelelahan membuatnya tidak tega. Ia rela lelah membantu Momo.
__ADS_1
Rey menjadi masam ketika melihat Riko berjalan mendekat. Apalagi di wajah Riko nampak senyum bahagia.
"Mo jangan senyum - senyum sama lelaki itu." bisiknya dengan nada tidak suka.
"Masa pasang muka masam, ini kan hari bahagia momo bang, lagian siapa juga yang mau dengan wanita buncit kata gini." jawab Momo.
"Kamu seksi tau." ucap Rey memang suka melihat tubuh montok istrinya.
"Congratulation Momo, akhirnya kita lulus juga." ucap Riko ingin memeluk Momo.
"Nggak usah peluk - peluk segala." ucap Rey menepis tangan Riko.
"Terima kasih ya ko atas bantuannya, selamat juga ya." ucap Momo kepada Riko.
"Yuk kita foto keluarga." ucap Mezza yang juga hadir di sana.
Di sini Mezza malah lebih susah untuk berjalan. Karena perutnya lebih besar daripada Momo. Mezza hanya tinggal menunggu kelahiran anaknya.
Di awal-awal kehamilan Mezza selalu nampak lemas. Bahkan Mezza sangat malas untuk mandi dan berdandan.
Napsu makan Mezza yang berkurang di awal kehamilan membuat Daffin menjadi suami siaga. Mezza mengalami mual - mual di trisemester pertama.
__ADS_1
Lalu bagaimana paniknya Daffin di fase awal kehamilan. Membuatnya pusing. Selama 3 bulan hasratnya tertunda. Daffin yang biasa menghabiskan malam panas setiap malam dengan istrinya saat itu sangat merana.
Setelah di nyatakan aman oleh dokter, Daffin bersemangat sekali mengeksekusi istrinya. Daffin. tidak pernah puas dengan Mezza. Bahkan saat ini cintanya kepada Mezza semakin manis.
"Aku takutlah Eca ni lahir setelah ini." ucap Mama Siska sambil tersenyum ketika pengambilan foto.
"Harusnya dua Minggu lagi, tapi kita nggak tau juga." ucap Dita.
Baru satu kali berfoto, tiba-tiba Mezza memegang perutnya sambil kesakitan.
"Haduw mas perutku sakit." ucapnya.
"Kamu mau melahirkan sayang?" tanya Daffin tampak cemas.
"Perutku sakit, ini kayak tanda - tanda mau lahiran." ucap Mezza.
"Baiklah , ayo kita kerumah sakit " ucap Daffin menjadi suami siap siaga.
Melihat Daffin menggendong istrinya membuat yang lain juga cemas. Semua anggota keluarga nampak panik. Mereka meninggalkan acara perpisahan.
"Ayo sayang." ucap Rey menarik tangan Momo.
__ADS_1
Tapi aku......"
"Ayo kita segera, saling membantu sesama jadi ibu hamil." ucap Rey membawa Beby dengan lembut.