
Daffin sedang terduduk di apartemennya sendirian. Ia di usir oleh orang tuanya serta istrinya yang meminta untuk bercerai. Hal ini membuatnya sakit sekali. Hatinya benar-benar hancur.
Daffin tidak menyangka bahwa hidupnya akan sehancur ini. Dia tau ini karma baginya karena telah menyakiti hati istrinya sendiri. Ini karma karena mengkhianati kepercayaan istri dan keluarganya.
Daffin hanya menangis menyesali semua yang sudah terjadi. Seperti nasi yang udah menjadi bubur.
"Ahhhhhkkkk." Daffin melempar apa yang ada di dekatnya.
Peringatan yang di berikan oleh papanya sangat serius. Daffin tau jika papanya tidak pernah main - main dengan ancamannya.
Daffin lansung membuka laptopnya. Bagaimanapun posisinya saat ini, dia tetap menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai. Proyek - proyek akan dia selesaikan dengan baik.
Sementara di tempat yang lain, Mezza hanya menangis. Entah kenapa kali ini dia merasa terlalu sakit hati. Meski ini tidak suka lama terjadi tapi baginya ini sangat menyakitkan hatinya.
Cintanya tulus sejak masa remaja harus di bayar dengan sebuah pengkhianatan. Jika pernikahan ini sudah bertahun mungkin bisa terjadi. Yang Mezza tidak habis pikir adalah suaminya selingkuh padahal pernikahannya belum sampai sebulan.
"Daffin brengsek, kamu akan membayar semua ini." ucap Mezza sambil menangis.
Dadanya sesak membayangkan apa yang terjadi. Dia merasa begitu bodoh dalam mencintai lelaki. Dia telah di butakan oleh cinta.
tok tok tok
"Me makan yuk." ucap mamanya di pintu setelah pintu terbuka.
"Meme nggak lapar ma." jawab Mezza dari dalam kamar.
Saat kecil Mezza selalu memanggil dirinya Meme, tapi bertambahnya umur panggilan ke dirinya berubah Eca karena kebiasaan Aya dari kecil. Tapi untuk mama dan papanya dia masih memanggil dirinya dengan meme.
"Kamu belum makan loh sayang." ucap mamanya dengan lembut.
"Nanti jika lapar meme makan sendiri ma, meme udah besar nggak usah kuatir y ma." ucap Mezza menenangkan mamanya.
"Ya udah, mama ke bawa dulu ya." ucap Siska menutup pintu kamar anaknya lagi.
Mezza membuka ponselnya.Ia mencari lagu yang sesuai dengan hatinya saat ini. Dia memutar lagu Agnes Mo Sebuah rasa
__ADS_1
Aku dihadapkan pilihan
Antara benar dan salah
Aku mencintai kamu
Sangat mencintai
Kamu berjalan bersamanya
Selama kamu denganku
Begitu rumitnya dunia
Hanya karena sebuah rasa
Cinta
Jadilah aku, kamu, dan dirinya
Berada di dalam dusta yang tercipta
Mengapakah harus kurasa?
Sepenting itukah cintamu?
Biarlah cinta yang mengakhiri
Ho-o-o-o-ooo
Ho-o-o-o-ooo
Jadilah aku, kamu, dan dirinya
Berada di dalam dusta yang tercipta
__ADS_1
Mengapakah harus kurasa?
Sepenting itukah cintamu?
Biarlah cinta yang mengakhiri
Ho-o-o-o-ooo
Ho-o-o-o
Ho-o-o-o
Mengapakah harus kurasa?
Sepenting itukah egomu?
Biarlah cinta yang mengakhiri
Kamu dihadapkan pilihan
Antara aku dan dia
Begitu rumitnya dunia
Hanya karena sebuah rasa
Cinta.
apakah pembaca punya lagu yang tepat untuk menemani hari galaunya Mezza. Yuk komen agar Mezza cepat terbebas dari yang namanya galau.
Dia menikmati lagi itu sambil duduk di balkon terasnya. Dia menatap langit karena dengan begitu seakan rasa sesak di dada berkurang.
"Apakah kamu bahagia Daf berpisah dari aku?" ucapnya sambil tersenyum mengejek.
"Kamu bebas berbahagia dengan dia, begitupun aku, aku bebas berbahagia dengan siapapun." ucapnya lagi masih dalam memandang langit.
__ADS_1