Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
part 16


__ADS_3

Hari ini hari perpisahan kelas 3 di sekolezza dan Daffin. Semenjak kejadian itu mereka memang seperti orang yang tidak mengenal satu persatu. Mezza merasa senang karena akhirnya masa sekolahnya berakhir sudah. Dia hanya perlu fokus dengan kuliahnya di masa depan.


Sedangkan di diri Daffin merasa aneh dengan sikap Mezza. Mezza yang biasanya selalu merepotkannya tiba-tiba seperti menghilang. Bahkan mamanya sudah tidak memaksa lagi agar mereka dekat. Dia juga merasa bahwa Mezza menghindari dirinya karena jika ada pertemuan keluarga dia selalu tidak hadir.


Bahkan ketika keluarga Daffin di undang kerumah mereka, Mezza hanya berkumpul seperlunya dengan banyak alasan.


Daffin melihat Mezza duduk sendirian. Dia tidak melihat teman - temannya. Ketika Daffin berjalan mendekat ke arah Mezza tiba-tiba Hanum datang.


"Mau kemana beb?" tanya Hanum curiga kepada Daffin.


"Nggak ada kemana - mana, tadi mau cari minum." ujar Daffin.


"Sekalian ambilin aku ya beb." ujar Hanum duduk sibuk memainkan ponselnya.


Daffin berjalan ingin mendekati Mezza. Akan tetapi langkahnya terhenti ketika teman-teman Mezza mendekatinya. Ia lansung berbelok ke meja minuman.


"Sepertinya Daffin mau ngomong sama kamu?" ucap Meling kepada Mezza.


"Iya, tapi pas kami datang dia malah berbelok."ujar Bunga.


"Perasaan kalian aja, lagian jika dia mau ngomong nggak harus di sekolah, di rumah juga ketemu kadang."


"Oh iya lupa, kan kalian dirumah akrab kan?" sindir Meling mengejek.

__ADS_1


"Jangan meledek loh, dosa." ucap Mezza.


"Menggunjing yang dosa, kalian tuh gunjing dia."


"Gunjingin si monters dingin kamu." ejek Meling sambil tersenyum.


"Ngarang aja kalian ini, udahlah ngapain omongin orang lain."


"Omongin jodoh masa depan."ejek Bunga.


"Jodoh kamu." jawab Mezza dengan tertawa.


"Coba dia mau sama aku, udah aku embat dia."jawab Bunga tersenyum.


Daffin hanya fokus kepada Mezza hari ini. Bahkan Hanum yang duduk di sebelahnya hanya ia cuekin. Hanum sudah ngomel-ngomel sedari tadi. Tapi kali ini Daffin tidak begitu peduli. Dia hanya merasa hatinya aneh ketika melihat Mezza hari ini.


"Kamu kenapa sih hari ini membuat aku kesal terus dari tadi, sibuk memperhatikan dia aja dari tadi aku liat." ucap Hanum mengomel lagi.


"Pikiranmu, mana ada."


"Orang jauh di sana lebih menarik daripada aku di sebelah kamu."


"Udahlah num, jangan cari masalah, kita ini udah 4 tahun bersama, masih aja kamu meragukan aku." jawab Daffin mencoba menenangkan Hanum.

__ADS_1


"Mana tau kamu bosan sama aku."


"Aku nggak sejahat itu sama perempuan, kamu tau jika aku sangat sayang sama kamu, kenapa kamu masih meragukan aku?"


"Cinta kamu berubah, apalagi nanti jika kamu udah kuliah di sana." ucap Hanum cemberut.


"Nggaklah sayang, aku nanti pulang setiap liburan."


"Benarankan?"


"Iya."


"Awas aja kamu tertarik sama cewek sana."


"Hey aku ini pecinta wanita original Indonesia, bukan bule."


"Mana tau aja ketemu wanita Indonesia disana, atau jangan-jangan si Mezza itu kuliah di tempat yang sama dengan kamu, bisa ajakan mamanya meminta mama kamu agar kamu menjaganya di sana."


"Sepertinya nggak, mama hanya diam aja."


"Awas aja jika kamu diam - diam pergi sama dia."


"Iya." jawab Daffin.

__ADS_1


Daffin merubah idenya agar bicara di rumahnya saja.


__ADS_2