Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 65


__ADS_3

Zahyan sedang mendatangi kantor Arkarna Group. Dia ingin menjumpai Daffin. Dia ingin berbincang-bincang mengenai perusahaan. Banyak hal lain yang ingin dia pelajari termasuk rekomendasi sekretaris.


"Pak Daffin ada?" tanya Zahyan kepada resepsionis.


"Apakah bapak sudah janji dengan Pak Daffin?" tanya resepsionis.


"Belum, apa perlu beliau saya telpon langsung?" tanya pria itu tidak kalah dingin dari bosnya membuat resepsionis itu ketakutan.


Resepsionis lansung menelpon seseorang.


"Maaf dengan bapak siapa?" tanya resepsionis itu dengan sopan.


"Dengan Zahyan abrisam Kusuma CEO Pelita jaya." ucapnya dengan agak menekan.


Mendengar nama pria itu membuat resepsionis itu semakin takut. Ia tau keluarga Kusuma termasuk salah satu keluarga terkaya di negerinya. Dan ia juga tau bahwa keluarga Kusuma adalah bagai keluarga bagi keluarga Arkarna.


"Baik pa mari saya antar ke ruang pak Daffin pak." ucap Resepsionis setelah menutup telepon.


Sambil berjalan mengantar Zahyan, resepsionis itu berkata dalam hati.


"Lain kali aku harus hafal wajah - wajah mereka."


Setelah sampai di ruang CEO, Resepsionis lansung memberikan hormat kepada sekretaris CEO.


"Maaf Bu ini tamu bapak Daffin." ucapnya dengan sopan.


"Baik, mari pak saya antar kedalam." ucap sekretaris Daffin dengan sopan.

__ADS_1


tok tok tok


"Masuk." terdengar suara dari dalam ruangan.


"Pak ada bapak Zahyan dari perusahaan Pelita jaya." u,cap Sekretaris sudah berdiri di ambang pintu.


"Suruh masuk."


"Silahkan pak." ucap sang sekretaris.


"Pagi bro, tumben berkunjung kesini." sambut Daffin dengan hangat.


"Biasa mau konsultasi sedikit." ucap Zahyan lansung duduk di sofa yang ada di ruangan Daffin.


"Tumben sambutannya hangat, biasa paling arogan." ucap Zahyan yang paham karakter mantan kakak iparnya itu sama seperti dia.


Zahyan dan Daffin memang sudah akrab. Tapi biasanya keduanya saling diam jika tidak ada yang penting. Berbeda jika ada Zahran di antara mereka.


"Terima kasih bang."


"Akh kenapa kaku sekali, kita ini udah lama berteman, macam orang baru kenal aja." ucap Daffin tersenyum hangat.


"Senyummu ini yang buat kakakku klepek-klepek dulu." bathin Zahyan.


"Bang ada recommended calon sekretaris nggak?" tanya Zahyan.


"Kamu butuh sekretaris? udah buka lowongan?" tanya Daffin sambil berpikir.

__ADS_1


"udah, tapi nggak ada yang sesuai dengan selera saya."


"Kemaren papa ada cari tempat kerja yang cocok untuk Abrina anaknya om Dion, jika kamu sangat membutuhkan, saya rasa dia kandidat yang cocok." ucap Daffin.


"Abrina ya? boleh juga sih, dia kan tekun ya."


"Nah itu dia, dia tekun dan rajin, mungkin dia cocok."


"Bukannya keluarga om Dion udah ngabdi dengan keluarga Arkarna, apa nggak apa-apa?"


"Hey ngabdi apaan? kita ini keluarga besar, kata mama semua sahabatnya sama seperti keluarga." ucap Daffin.


"Awalnya memang rencana Abrina menggantikan papanya di Arkarna Kontruksi, namun jika kamu butuh ya nggak apa-apa, lagian om Dion masih semangat bekerja." ucap Daffin lagi.


"Jadi nggak apa-apa nih bang?"


"Nggak apa-apa, nanti aku yang ngomong dengan dia dan om Dion, saya rasa tidak akan menjadi masalah bagi om Dion."


"Baik bang, terima kasih bang, mohon bimbingannya ya bang."


"Iya, gimana kabar myprincess?"


"Tadi masih tidur bang, kapan jemput dia?"


"Nanti sore, saya lagi banyak kerja akhir - akhir ini."


"Semoga Fizza semakin bahagia dengan lengkapnya kasih sayang." ucap Zahyan penuh harapan.

__ADS_1


__ADS_2