
"Sah." ucap Saksi.
Daffin tersenyum senang saat ia sudah sah menjadi suami Mezza. Ia lansung memasangkan cincin ke Jari manis Mezza. Setelah itu Mezza juga memasangkan cincin di jari Daffin.
Mereka tampak bahagia sekali. Berbeda dengan Momo. Momo melihat ke arah suaminya. Momo sangat melihat betapa sedihnya suaminya.
Yah Rey begitu sedih saat melihat Mezza menikah kedua kalinya. Ia menyaksikan kedua kalinya di tinggalkan oleh Mezza.
"Ayo kita makan lalu pulang." ucap Rey menarik tangan Momo.
"Tapi ini baru selesai." jawab Momo ingin berlama-lama di sini.
"Aku ngantuk ingin pulang, besok aku ada operasi pagi " jawab Rey.
Momo hanya berjalan mengikuti suaminya itu. Dia tau bahwa suaminya saat ini tengah kecewa. Momo ikut kecewa saat melihat suaminya kecewa.
"Momo apa kabar?" ucap Beby yang nampak menempel dari tadi kepada Zahyan sepupunya.
"Baik, gimana dengan kamu?" tanya Momo balik.
"Baik dong, gimana menikah dengan lelaki idaman kamu?" tanya Beby.
"Sangat bahagia, kamu gimana prosesnya?" tanya Momo yang tau bahwa wanita itu tengah mengejar cinta sepupunya yang dingin.
"Aku masih berproses, doain aja." jawab Beby.
"Semoga dia juga mencintai kamu." ucap Momo tersenyum.
"Aku pergi ke dia dulu ya." ucap Beby meninggalkan Momo mengejar Zahyan.
__ADS_1
"Bang Zahyan." panggil Beby.
"Jangan ikuti aku." ucap Zahyan kepada Beby.
"Aku akan ikut kemana kamu pergi."
Zahyan dari tadi mulai risih dengan Beby yang menempel kepadanya. Sedangkan Zahran hanya tertawa melihat semuanya.
Zahyan berjalan menuju Abrina kakaknya Beby. Beby sangat kesal ketika Zahyan berjalan mendekati Abrina.
"Sehat na?" tanya Zahyan dengan lembut.
"Sama kak Ina aja dia lembut banget, sama aku kasur banget." ucap Beby sambil cemberut.
"Sehat bang."
"Ini siapa namanya? lupa aku." ucap Zahyan yang lupa dengan nama anak Abrina.
"Hai Zella, apa kabar?" tanya Zahyan kepada Zella anak Abrina yang sudah berumur 5 tahun.
"Baik om." jawab Zella.
"Main sama om yuk, nanti om kenalin sama Fizza keponakan om." ajak Zahyan.
"Ayo Zell."ajak Beby bersemangat.
"Aku nggak ada ajak kamu Beby." ucap Zahyan.
"Tapi Zella ajakan Zell?" tanya Beby kepada keponakannya.
__ADS_1
Zella hanya mengangguk. Beby merasa senang saat Zella mengangguk. Mereka berjalan menuju tempat Dafizza sedang duduk.
"Nah ini namanya Fizza." ucap Zahyan kepada Zella.
"Hay Fizza, ini namanya Zella, mau berteman dengan Zella?" tanya Beby mewakilkan Zella yang agak pemalu.
"Aku Fizza, Ayuk duduk di sini, nanti kita main bareng ya." ucap Fizza dengan tersenyum.
"Ayo main sama Fizza." ucap Beby berbicara kepada Zella.
Zella duduk di sebelah Dafizza. Mereka nampak asik memainkan mainan yang di meja Dafizza. Beby juga duduk di sebelah Zahyan dengan tersenyum senang.
"Zella agak pendiam." ucap Beby memulai pembicaraan.
Matanya tidak lepas kepada Zella. Zahyan merasa tertarik saat beby membahas Zella.
"Ia pendiam sejak lahir, apalagi saat ia tau bahwa ia tidak sama seperti anak yang lain." ucap Beby lagi.
"Tidak sama?" tanya Zahyan.
"Dia sudah mengetahui bahwa teman - temannya punya papa dan mama, tapi dia hanya punya mama." jawab Beby.
"Apakah sampai sekarang Ina tidak kasih tau siapa lelaki itu?" tanya Zahyan merasa agak tertarik.
"Dia menutupi lelaki itu dari papa dan mama."
...****************...
penasaran nggak dengan kisah Abrina, kenapa dia bisa hamil. Tinggu di Novel Cinta di antara dendam.
__ADS_1
Ayo berikan like, vote, gift and komen. Pendukung 2 besar akan author pantau ya.Jiak dukungan kamu melebihi 500 dukungan dalam dua Minggu ini maka author akan kasih kamu kejutan. Yuk kejar rangking 2 besar dengan syarat dukungan harus melebihi 500 dukungan lebih ya.
Salam sayang dan peluk dari author Sikumbang. semoga semua reader pecinta Novel selalu sehat wal'afiat. Dan yang memberikan like, vote,gift dan komen selalu di lancarkan rezekinya. Aamiin. yuk komen doamu tentang dia semoga terkabulkan juga. πππΌπΊπΈ