Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 67


__ADS_3

Sudah enam bulan Mezza dan Rey semakin dekat. Kedekatan mereka memang sudah terjalin semenjak kuliah. Rey yang di ketahui Mezza adalah laki-laki yang baik.


Setelah cukup lama mengenal Rey, akhirnya Mezza membuka hatinya untuk Rey. Mezza dan Rey akhir - akhir ini mencoba mendekatkan Rey dengan Dafizza lagi. Meski awalnya Dafizza mulai kurang menyenangi Rey, tapi Mezza berhasil membuat ia dekat lagi dengan Rey.


"Jadi gimana mez? apa hubungan kita bisa di lanjutkan?"tanya Rey.


"Apa kamu bisa menerima kekurangan aku? aku ini wanita plus satu anak."


"Jika aku keberatan mana mungkin aku mau menunggu kamu selama ini." ucap Rey.


"Aku coba ngomong dulu sama Fizza."


"Apa nggak sekalian minta restu pembaca mes?" tanya Rey tersenyum agak kesal karena dari dulu Mezza belum juga mengantongi izin dari anaknya.


"Maklum, di agak sulit menerima pengganti Daddynya, dia memang sudah menerima kamu tapi belum sebagai ayah sambung." ucap Mezza menjelaskan.


"Semoga fi bisa mengerti."


"Terlalu kecil juga mengerti hal seperti itu, tapi Fi anak yang cerdas kok."


"Aku menunggu kamu aja, mana baiknya."


"Secepatnya, kamu urus aja semuanya."

__ADS_1


"Baik sayang." ucap Rey tersenyum ke arah Mezza.


Pada akhirnya penantiannya berbuah manis. Dia tidak menyangka bahwa akhirnya dia masih bisa mendapatkan Mezza.


"Gimana sore ini kita ajak fi pergi main Timezone?" usul Rey.


"Boleh, pulang kerja kita lansung menuju sana."


"Baiklah, aku ambil cuti dulu di rumah sakit Kemuliaan hari ini." ucap Rey yang memang tidak ada jadwal operasi hari ini.


"Aku telpon baby sister fi dulu, biar pas pulang fi udah siap." ucap Mezza.


Mezza nampak sibuk menelpon baby sisternya. Setelah mengabari baby sister Dafizza, Mezza kembali melanjutkan meminum minumannya yang masih ada di depannya.


Dafizza nampak senang berlari ke sana kemari. Tidak ada satupun yang membuatnya nampak kelelahan. Mezza juga ikut senang ketika melihat anaknya gembira.


"Fi mau naik apa lagi?" tanya Rey.


"Fi mau main motor, boleh mi?" tanya Dafizza.


"Boleh banget, Bisa sendiri?" tanya Mezza.


"Bisa mom,mami dan papa duduk aja liatin fi ya."

__ADS_1


"Baik, ayo pergi sama papa ke sana." ajak Rey mengajak Dafizza ke tempat motor - motoran.


Dafizza nampak senang membawa motor kecilnya. Dia membawa motor kecil itu kesana kemari. Sedangkan Rey dan Mezza hanya duduk menunggui.


"Capek nggak?" tanya Rey memegang tangan Mezza.


"Nggak, untuk fi mana ada kata capek."ucapnya Mezza tersenyum memandang anaknya ketika melewatinya.


"Semoga pernikahan kita berjalan dengan lancar, aku udah nggak sabar melihat kamu menyandang status sebagai istri aku." ucap Rey mengelus tangan Mezza.


"Ketika kita menikah kita pasti akan bertemu dengan Daddynya di, aku harap kamu bisa berbesar hati, apalagi keluargaku dekat dengan keluarganya."


"Kan kamu tinggal di rumahku sayang." ucap Rey mengingatkan Mezza.


"Nggak mungkin Daffin nggak menjemput di, Daffin pasti menjemput fi kerumah tiap Minggu."


"Memang harus berganti - gantian ya sistemnya?" tanya Rey.


"Iya, seminggu sama aku dan seminggu sama Daddynya."


"Berati pas fi sama Daddynya kita bisa membuatkan dia adik yang lucu." goda Rey.


"Apaan sih Rey." ucap Mezza mencubit tangan Rey yang usil menggodanya.

__ADS_1


__ADS_2