Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 89


__ADS_3

Pagi ini Rey sangat kesal dengan Momo. Dia selalu memaksanya untuk memakan makanan buatannya yang tidak enak.


Rey terpaksa agak berbuat baik kepada Momo karena ancaman dari Papanya serta omnya Momo yaitu Galuh Tiandra Kusuma.


Rey hanya segan kepada mereka. Rey tidak takut apalagi takut di pecat. Sebagai dokter profesional, dia cukup banyak di inginkan oleh rumah sakit terkenal.


Selain memaksanya memakan masakan yang ia buat. Ia juga semakin menjadi - jadi saat ini. Wanita itu selalu bersikap manja kepadanya. Apalagi jika di hadapan keluarganya.


"Sudah, aku kenyang." ucap Rey meminum air putih dengan banyak.


"Nah begitu dong, nanti siang aku antarkan makan siang ya sayang." ucapnya dengan manja.


"Nggak usah, kamu kuliah aja dengan benar." jawab Rey tidak ingin merasakan masakan wanita itu tiap makan. Bisa - bisa ia keracunan makanan.


"Aku malas kuliah, aku lebih memilih belajar memasak untuk kamu, ah nanti aku minta papa untuk daftar kan aku kursus memasak." jawabnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Jika kamu nggak kuliah, aku tinggalin kamu, aku akan cari wanita berpendidikan tinggi, bisa malu aku." ucap Rey dengan angkuh.


"Baiklah, aku akan berangkat kuliah hari ini, nanti malam aku masakin kamu lagi ya."


"Jika kamu capek setelah kuliah, kamu pesan aja." ucapnya agar wanita itu tidak memasak lagi.


"Nggak ah, aku boleh minta uang nggak? aku malu minta uang sama papa." ucap Momo dengan malu - malu.


Ini pertama kalinya dia meminta uang dalam hidupnya. Biasa ia selalu di kasih uang berlimpah dari papanya. Tapi setelah menikah uang di Atmnya tidak bertambah. Bahkan kartu kreditnya di sita oleh papanya dengan satu alasan. Papanya ingin melihat bagaimana cara Rey membahagiakan Momo.


"Kamu nggak punya uang? anak konglomerat tidak punya kartu kredit." ucap Rey tersenyum mengejek.


"Ada hehe, aku cuma menguji kamu aja." ucapnya tertawa terbahak-bahak.


"Ya sudah, kirim no rekening kamu biar aku transfer pengeluaran bulanan, mulai saat ini kamu yang belanja bulanan." ucap Rey.

__ADS_1


"Baik." jawab Momo tersenyum.


Momo melihat belakangan ini Rey agak baik kepadanya. Rey tidak lagi marah - marah seperti dulu lagi. Sebenarnya sebelum menikah Rey juga naik kepadanya. Momo tau bahwa sikap Rey berubah kepadanya karena ulahnya sendiri yang menawarkan diri sebagai pengganti.


Setelah Rey pergi, Momo membereskan meja makan dan dapur. Lalu ia bersiap - siap untuk kuliah. Walaupun malas i a tetap harus semangat. Dia tidak ingin di kalahkan oleh wanita lainnya dalam hati Rey.


"Aku siap menjemput gelar demi kamu Rey."teriaknya sambil tersenyum bahagia.


Ketika berangkat ke kampus, ia melihat ada yang tertinggal di atas meja makan. Ia melihat itu adalah ponsel Rey. Entah keinginan darimana membuat ia penasaran dengan isi ponsel tersebut.


Momo mencoba membuka ponsel Rey. Tapi ia tidak tau sandi yang di gunakan oleh lelaki itu. Dia mencoba memasukkan tanggal lahir lelaki itu tapi salah. Ia mencoba memikirkan hal lainnya. Tiba-tiba ia mencoba tanggal lahir Mezza.


Ponsel terbuka membuat hati Momo kecewa. Momo lansung membuka salah satu aplikasi. Ia ingin mencari nama Mezza di ponsel tersebut. Ia penasaran apakah mereka masih saling berkomunikasi lewat pesan


Hatinya tercabik ketika melihat pesan dari Rey kepada Mezza. Ia membacanya sambil menangis.

__ADS_1


__ADS_2