
Mezza meninggalkannya Daffin dengan wajah gondok. Namun Daffin tidak tinggal diam. Dia meraih kembali tangan Mezza.
"Ca dengarin aku dulu." ucapnya ketika berhasil menahan Mezza.
"Apalagi sih? kurang puas kamu membuat aku menderita." ucap Mezza mulai emosi.
"Aku tau aku salah di masa lalu, untuk itu aku ingin memperbaiki semuanya, tolong beri aku kesempatan." ucap Daffin memegang tangan Mezza sambil memohon.
"Kamu pikir dengan begitu aku akan mau balikan dengan kamu? ogah." ucap Mezza tetap pada pendiriannya.
"Dia anakku kan ca?" tanya Daffin menunjuk Dafizza.
"Jika dia anak kamu,.memang kamu mau ngapain?"
"Aku akan bertanggung jawab dengan hidupnya, ayolah demi kebahagiaan anak kita."
"Dia sudah punya papa yaitu Rey, dan kamu tidak ada hak masuk kedalam hidup kami, kamu tau aku dan kamu dalam agama Resmi bercerai." ucap Mezza menatap Daffin penuh kebencian.
"Tolong beri aku kesempatan."
"Apa kamu nggak malu diliat orang lain?" tanya Mezza tersenyum mengejek.
"Aku tidak peduli, aku sayang sama kamu, aku tau kamu juga sayang sama aku." ucap Daffin percaya diri.
"Iya, tapi dulu sebelum pernikahan kita hancur.Saat ini sedikitpun tidak ada rasa di hati aku untuk kamu, jika kamu tidak mau mengurus perceraian kita, aku yang akan menggugat kamu, atau aku akan datang ke papa Bian." ancam Mezza.
__ADS_1
"Aku tidak akan menceraikan kamu."
"Kamu egois." ucap Mezza menepis tangan Daffin.
Mezza berjalan terburu-buru mengambil anaknya yang sedang bermain. Tanpa berkata apa-apa dia lansung menggendong Dafizza berjalan keluar dari restoran.
"Ca, tunggu aku."
Mezza tidak menghiraukan Daffin yang sibuk mengejar serta memanggilnya dari belakang.
Dengan cepat Mezza masuk kedalam mobilnya. Saat menutup pintu mobil, tangan Daffin menghalanginya.
"Minggir." ucap Mezza.
"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi, aku mencintaimu Ca." ucap Daffin mencoba menjelaskan tentang hatinya.
"Nggak masalah, akan aku buat kamu mencintai aku lagi."
"Dan aku tidak mau, dalam hidupku hal yang paling aku sesali adalah mencintai kamu dan mau menikah dengan kamu." ucap Mezza membuat hati Daffin begitu sakit.
Namun dia mengerti kenapa wanita itu menyesalinya. Dia tau bahwa dia memang terlalu menyakiti hatinya.
"Tidak apa-apa kamu menyesal, tapi yang kamu harus tau, aku mencintaimu, aku sudah lama mencintai kamu."
"Aku tidak mau dengar."
__ADS_1
"Kamu harus dengar, aku mencintaimu sudah lama, jika aku tidak mencintaimu nggak mungkin aku menjaga kamu dari kita remaja, bahkan aku akui juga bahwa aku dalang di balik menjauhnya anak lelaki lain di sekolah saat dari SMP sampai SMA." ucap Daffin mengakui perbuatannya yang tidak di ketahui Mezza.
"Aku memang berpacaran dengan Hanum, tapi aku tidak rela kamu di miliki lelaki manapun, aku mengancam lelaki yang suka dengan kamu, semua aku lakukan karena aku cinta, tapi aku tidak menyadari semua itu." ucap Daffin menceritakan masa lalunya.
"Trus aku harus tepuk tangan gitu? atau Haris terharu?" tanya Mezza sambil tertawa dan tepuk tangan.
"Mom, kenapa jadi bertengkar dengan Dady."
"Fi, dia memang bukan Dady yang baik buat kita, dia tinggalkan kita sama perempuan lain." ucap Mezza menatap Dafizza dengan ekspresi sedih.
"Mami yang tinggalkan Dady nak, bahkan mampu nggak kasih tau Dady bahwa kamu telah hadir di perut mamy." ucap Daffin.
"Aku jadi bingung, nanti aku tanya opa atau IPA Bian." jawab Dafizza.
"Kamu kenal opa Bian?" tanya Daffin kaget mendengar penuturan anaknya.
"Kenal, opa Bian selalu mengunjungi fi setiap liburan." jawabnya dengan jujur.
Daffin merasa kaget mendengar jawaban anaknya. Sedangkan Mezza hanya diam berusaha memberi kode agar anaknya tidak banyak bicara.
...****************...
Hallo, reader kesayangan author, selamat menikmati part berikutnya. Semoga suka.
Selain Cinta Dafizza, masih ada novel terbaru author yaitu SETULUS CINTA KARIN.
__ADS_1
Nah ini novel bukan sekuel dari novel yang lainnya ya. Semoga kalian suka. Peluk sayang untuk reader dari online. 🌼🌺🌸