
Mezza merasa aneh dengan sikap Daffin. Semenjak berita bahwa dia akan menikah dengan Rey sikap Daffin berubah dingin.
Daffin hanya cuek dengannya jika mereka ada perkumpulan keluarga. Seperti hari ini, keluarga mezza mengundang sahabat - sahabat mamanya untuk syukuran menuju pernikahan Mezza.
Awalnya Galuh dan Siska agak segan dengan Abian dan Dita. Namun mereka menegaskan tidak masalah karena hubungan anak mereka sudah lama selesai.
Mezza melihat Daffin hanya fokus dengan Dafizza. Sedikitpun hari ini dia tidak menggodanya lagi. Daffin yang biasa usil kepadanya jika bersama Dafizza tampak biasa saja.
"Kenapa dia cuek kayak gitu sama aku?" gumam Mezza pada diri sendiri.
"Hallo kak, selamat ya." ucap Abrina yang baru saja datang bersama keluarganya.
"Selamat ya calon kakak ipar." ucap Beby dengan percaya diri.
"Emang kamu calon siapa? seenaknya ngomong." tegur Dion papanya Beby.
"Aku ini calonnya bang Zahyan pa, iyakan kakak ipar." ucap Beby mengundang tawa.
"Hust bikin malu saja kamu." tegur papanya.
"Pa aku mau ke bang Daffin dulu ah, dia kan sudah keren yang di incar wanita sejagat raya saat ini." ucap Beby lagi - lagi mengundang perhatian orang lain.
__ADS_1
"Loh katanya mau jadi ipar kakak tapi kok dekatin Daffin."
"Kakak cemburu ya, cintanya Beby tetap pada Abang Zahyan kok, tapi Beby perlu foto dengan bang Daf buat panas - panasin teman - teman Beby di kampus." jawabnya dengan senyum.
"Siapa pula yang cemburu." jawab Mezza.
"Wajah kakak yang bilang, jika cinta jangan gengsi kak kayak Beby."
"Emang Zahyan mau sama kamu?" ledek Mezza.
"Kita liat aja nanti, biasa cowok jika udah di Pepet bakalan lengket."
"Coba aja, dia itu dingin."
"Kamu..." ucap Mezza menahan marah.
"Daaa kakak ipar." ucap Beby berjalan ke dekat Daffin.
Sedangkan Abrina dan papanya sudah bergabung dengan yang lain. Mezza memandang Abrina yang merupakan wanita malang sepertinya. Ya Abrina juga pernah di hamili oleh seorang lelaki bajingan. Setelah Abrina hamil, lelaki itu meninggalkan wanita itu.
Abrina tidak mau memberi tau sampai saat ini siapa lelaki itu kepada kedua orang tuanya. Saat itu orang tuanya sangat bersedih melihat nasib anaknya yang berambisi.
__ADS_1
Namun berjalannya waktu Abrina bisa melewati semuanya dengan baik. ( Baca kisah Abrina nanti di novel "Terjebak cinta dua saudara ). Ini novel sekuel berikutnya ya.
Mezza merasa ada yang aneh ketika melihat kedekatan Beby dan Daffin. Beby memang gampang akrab dengan siapapun di antara mereka.
Mezza mendekati meja sang ibu - ibu. Di sana Mezza hanya melihat mama Dita dan Tante Febby. Mereka nampak asyik bercengkrama.
"Aku pikir Abrina bisa bekerja di kantor Daffin agar mereka bisa saling menyukai." ucapan Tante Febby membuat hati Mezza tidak tenang. Dia tidak tau kenapa.
"Jika mereka berjodoh biarkan saja, aku trauma dengan perjodohan Daffin dengan Mezza."
"Tapi kali ini Daffin udah berubah, dia udah nggak sama Hanum lagi, lagian Hanum sudah berubah juga, udah menikah."
"Itu iya, aku takut anak - anak kita nggak saling mencintai lalu saling membenci karena di jodohkan."
"Kita nggak memaksa hanya memberikan penawaran, aku kasihan dengan Abrina, hidupnya sungguh tragis."
"Kamu mama yang hebat, nanti aku coba ngomong dengan Daffin, tapi ini nggak bisa dalam waktu dekat."
"Nggak apa-apa, semoga Abrina mendapatkan jodoh yang menerima dia apa adanya, kasihan anak itu." ucap Febby agak bersedih.
"Abrina yang malang, kecil sudah kehilangan kedua orang tua, besar malah di hamili oleh lelaki tidak bertanggung jawab." ucap Dita ikut bersedih.
__ADS_1
Mezza kaget mendengar semua itu. Dia tidak menyangka bahwa Abrina bukan anak kandung om Dion dan Tante Febby. Lalu ia melihat Abrina yang memang cantik. Apalagi melihat kepribadiannya yang rajin dan ulet. Karakter Abrina dan Daffin sama - sama rajin dan ulet. Hati Mezza memanas ketika memikirkan semua ini.