Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
part 14


__ADS_3

Author POV


Mezza nampak uring-uringan sejak tadi pagi. Bagaimana tidak, semenjak kemaren Daffin sibuk meminta dia untuk menjelaskan semuanya kepada teman-temannya.


Mezza merasa malu jika harus menjelaskan kebohongan yang ia buat. Bagaimana ia bisa melihatkan mukanya kepada musuh bebuyutannya. Dia sudah tau resikonya, akan di tertawa kan.


"Bagaimana?" tanya Daffin mengagetkan Mezza.


"Tolong, kasih aku cara lain untuk menjawab."


"Apa?"


"Aku akan bilang bahwa kamu dan aku tidak cocok jadi aku memutuskan kamu."


"Ohw tidak bisa, itu akan membuat Hanum sakit hati."


"Kenapa sih harus memikirkan perasaan Hanum?" tanya Mezza dengan nada tinggi.


"Jadi aku harus memikirkan perasaan kamu gitu?" tanya Daffin mulai kesal.


"Aku ini masih teman kecilmu, apa nggak bisa kamu sedikit aja memikirkan."

__ADS_1


"Stop, kamu dan aku sama - sama tau jika kita saling membenci."


"Tapi kita saling bergantungan."


"Kamu yang bergantung sama aku, tapi aku tidak." jawab Daffin dengan menjengkelkan.


"Kamu,,,,,,."


"Aku kenapa?? jadi perempuan jangan terlalu memalukan."


"Aku ingat kata-katamu, jangan harap jika aku suka sama kamu,.aku akan ingat bahwa aku akan membencimu selamanya." ucap Mezza kesal dengan Daffin. Baginya Daffin sudah keterlaluan kepadanya.


Mezza pergi meninggalkan Daffin dengan kesal.Hatinya terluka mendengar Daffin merendahkannya. Baginya tidak ada yang bisa menginjak harga dirinya termasuk Daffin sekaligus.


"Jadi sebenarnya kamu hanya pacar pura - pura." ucap Mita sambil tertawa.


"Kasihan, udahlah ngaku aja, memang kamu itu nggak laku, nggak usah banyak gaya." ucap Dea memegang pundak Mezza.


Mezza melepaskan tangannya Dea. Dia malas meladeni mereka berdua saat ini.


"Hahahaha dia udah nggak bisa jawab, makanya jangan sok kecantikan, aku sih memang kurang yakin dari awal, masa iya mau Daffin mau sama dia, semua orang tau jika Hanum jauh lebih cantik daripada dia."

__ADS_1


"Udah?"tanya Mezza lalu berjalan pergi.


"Huuuuuuuu, belagu sih." ejek mereka serentak.


Mezza hanya berjalan tanpa mempedulikan mereka. Tapi langkahnya terhenti ketika mendengar suara Mita.


"Hei teman - teman, ayo ngumpul di sini."


"Sini, sini, ada berita hangat." teriak Dea.


Semua siswa - siswi berlari mendekati mereka. Mereka selalu kepo dengan berita yang akan di berikan oleh ratu gosip sekolah mereka.


"Jadi ternyata si Mezza yang sok cantik ini hanya ngaku - ngaku jadi pacar Daffin, dan itu dia memaksa Daffin dengan ancaman mama Daffin, apa nggak memalukan jika anak gadis melakukan hal seperti itu." ucap Dea sambil memberikan padangan menjijikkan untuk Mezza.


"Jadi itu pura - pura demi popularitas." ejek Mira.


"Huuuuuuuu." teriak siswi yang lainnya menyorakkan Mezza.


Mezza berjalan meninggalkan mereka semua. Dia tidak menyangka bahwa semua ini akan seperti ini. Air matanya jatuh berderai. Hatinya semakin sakit. Mezza berlari kedalam kelasnya untuk mengambil tasnya. Ia pulang tanpa sepengetahuan gurunya.


Sedangkan Daffin yang melihat semua itu mengepalkan kepala tinjunya. Dia begitu emosi melihat kelakuan dua ratu gosip tersebut. Jika bukan perempuan mungkin dia akan menghajarnya.

__ADS_1


Awalnya ia ingin mengejar Mezza. Akan tetapi Hanum melarangnya. Dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dia dan Hanum baru saja berbaikan.


Dia hanya berharap semoga berita ini tidak sampai ke telinga mamanya.Jika masalah ini sampai ke telinga mamanya maka ia yakin bahwa semalaman ini akan dapat wejangan panjang dari mamanya.


__ADS_2