
Tanpa mereka duga, Abian lansung menarik Daffin dari duduknya. Dia lansung memberikan bogem kepada anaknya. Dita hanya membiarkan karena ia tau bahwa suaminya hanya memberi sebuah pelajaran.
"Sebelum pernikahan papa sudah tanya sama kamu, ini balasan kamu untuk kami?" papanya melayangkan bogem lagi.
"Kamu membuat malu keluarga ini, kamu mencoreng nama baik keluarga ini, kamu bisa menghancurkan persahabatan papa dan mama kamu dengan keluarga Kusuma, kamu tau mereka itu sangat membantu papa di waktu papa susah." ucap Abian mengayunkan tinju kepada anaknya lagi.
"Pa ada apa ini?" tanya Aya yang baru datang.
"Aya kamu masuk kekamar." ucap mamanya dengan tegas.
Aya merasa takut karena jika mamanya sudah tegas dan dingin berarti sedang marah besar. Ia tau bahwa mamanya adalah orang yang hangat berlawanan dengan papanya.
Abian memberi pelajaran kepada Daffin. Setelah Daffin tersungkur tidak berdaya, dia mendekati Alfa. Dia juga sangat marah kepada Alfa.
"Kamu juga, buat apa kamu saya bayar jika menyembunyikan kebusukan dia, kenapa kamu membiarkan orang berzinah di tempat saya mencari nafkah, kamu bisa melapor jika takut dengan dia." ucap Abian begitu marah dengan Alfa.
"Dan apa guna kamu sebagai sahabat dia jika tidak bisa memberikan nasihat." ucap papanya dengan Nanda tinggi.
"Ada apa ini?" tanya Galuh yang sudah berada di ruang tamu di rumah Arkarna.
Mezza sangat kaget melihat kedua orang tuanya sudah berada di rumah ini. Dia memang sengaja tidak mengundang orang tuanya karena ia tau akan ada perpecahan.
__ADS_1
"Saya mohon maaf kepada kalian, anak saya yang salah " ucap Abian segera menghampiri Galuh.
"Duduk dulu." ucap Dita menyuruh besannya duduk.
"Me rawat luka suamimu dulu." ucap Galuh kepada anaknya.
"Biarkan saja dia sendiri yang mengurus dirinya." jawab Dita kesal dengan anaknya.
Daffin merasa bersedih. Mamanya tidak pernah tidak peduli seperti ini kepadanya. Dia tau bahwa mamanya sedang marah kepadanya. Mamanya selalu melindungi dia. Dia selalu anak kesayangan mamanya.
"Apapun yang terjadi mungkin kita bicarakan dengan kepala dingin." ucap Siska merasa kasian dengan menantunya.
"Dia pantas mendapatkan itu, bahkan jika kamu tau apa yang dia lakukan, maka kamu bisa membunuhnya." ucap Abian dingin.
"Anak itu mengkhianati Eca, dia bermain api dengan mantannya." jawab Abian.
"Sudah berapa lama Fin?" tanya Galuh masih tenang.
"Sejak pulang dari honeymoon." jawab Daffin dengan jujur
"Apa kamu tidak puas dengan anak saya makanya kamu lansung mencari tambahan setelah honeymoon?" tanya Siska mulai emosi mendengarnya. Dia teringat bahwa dulu dirinya juga begitu di awal pernikahan dengan suaminya.
__ADS_1
"Bukan begitu Tante."
"Lalu apa?"
"Maaf saya tidak bisa menceritakan, kami punya perjanjian."
"Perjanjian?" tanya mereka serentak.
"Ohw jadi karena perjanjian tolol itu." ucap Mezza tertawa mengejek.
"Hati - hati dengan ucapan kamu." jawab Daffin.
"Iya perjanjian, dimana mereka boleh mencari pasangan ketika bosan, lalu ketika salah satu meminta kembali maka harus kembali." jawab Mezza merasa Daffin manusia paling tolong. Benarkan pembaca?
"Bodoh, jika kamu Bodh begini bagaimana bisa kamu memimpin Arkarna grup." ucap Abian emosi melihat kebodohan anaknya.
"Itu hanya akal - akalan wanita itu agar bisa berselingkuh dari kamu, wanita mana yang rela melihat kekasihnya kencan dengan wanita lain." ucap Dita.
Daffin tidak bisa membantah ucapan mamanya. Jika yang berbicara adalah Mezza mungkin dia akan membantahnya karena bisa-bisa mengatakan Hanum berselingkuh.
"Buka mata dan pikiran kamu, jangan mau di butakan oleh cinta." ucap Daffin lagi.
__ADS_1
"Sekarang bagaimana me?" tanya Galuh.
"Meme ingin berpisah pa." jawab Mezza.