Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 51


__ADS_3

"Kamu serius me? pernikahan kamu belum sebulan, apa kata orang nanti." ucap Siska yang kaget mendengar mau anaknya.


"Ma jika tidak cocok untuk apa berlama-lama, lebih baik jika di selesaikan lebih cepat." ucap Mezza.


"Iya saya setuju, lagian Mezza masih cantik pasti banyak lelaki yang mau sama dia, seperti Rey mungkin." jawab dita membuat anaknya terkejut.


Daffin tidak menyangka bahwa mamanya akan memihak Rey. Jika mamanya memihak Mezza, Daffin sudah terbiasa seperti itu.


"Di selesaikan dulu baik - baik, dulu mama dan papa juga......." ucap Siska terpotong.


"Sayang." tegur Galuh yang tidak ingin masa lalunya di ekspos ke anak - anaknya.


"Begini saja, saya akan bawa Mezza pulang dulu, jika Daffin memang tidak bisa melindungi dia dan tidak mencintai dia, maka bisa gugat ke pengadilan, Jika dalam beberapa bulan status anak kami masih di gantung, maka saya tidak akan segan memberikan pelajaran berharga untuk anak kesayangan kamu Bian." ucap Galuh berdiri membawa Mezza.


"Pa tolong jangan bawa Eca." ucap Daffin lansung berlutut di kaki Galuh.


"Maaf Daffin, kami tidak ingin anak kami stress, apalagi saat ini dia kemungkinan akan terlibat hukum." jawab Galuh.


Galuh membawa anaknya ikut bersamanya. Sedangkan Siska hanya ikut di belakang tanpa ikut bicara lagi. Dia akan melakukan apa yang terbaik untuk anaknya.


Sedangkan Abian masih emosi melihat anaknya. Dia malas melihat anaknya saat ini yang berdiri tidak jauh darinya.


"Silahkan pergi dari rumah ini, rumah ini tidak terbuka untuk pengkhianat." ucap Abian dengan nada keras.


"Pa." tegur Dita.


"Apalagi sayang, kamu mau membela anak kamu itu?" tanya Abian kesal dengan istrinya.


"Anak kamu juga kali, mungkin sifat kamu menurun ke dia." ucap Dita kesal.

__ADS_1


"Udahlah jangan gara - gara anak ini kita jadi bertengkar."


"Tapi mama maunya dia juga di pecat dari Arkarna Group pa, mama nggak mau ada penghianat kerja di perusahaan mendiang keluarga kita." ucap Dita agak berdrama sedikit.


"Ma." ucap Daffin mengharap belas kasihan mamanya.


"Apa? mama malu dengan sikap kamu, kamu yang merengek minta di nikahkan tapi kamu pula yang menyakiti Eca." ucap mamanya menangis.


Daffin paling tidak bisa melihat mamanya menangis. Ia kecewa dengan dirinya sendiri karena telah menyakiti orang - orang yang dia sayangi.


"Pergi Daffin, pulang ke apartemen kamu, atau mungkin kerumah wanita itu, sepertinya kamu lebih takut kehilangannya daripada mama." ucap Dita menangis lagi.


"Udah sayang, nanti kamu sakit." ucap Abian menenangkan istrinya.


"Ma aku akan berubah."


"Mama tidak percaya dengan ucapan, janji yang paling sakral aja kamu ingkarin." jawab Dita kepada anaknya lagi.


"Belum pa." jawab Daffin


"Jawaban kamu bisa di pertanggung jawabkan?" tanya Abian.


"Bisa pa, apakah papa pernah liat aku berbohong."


Abian percaya dengan anaknya. Anaknya dari kecil tidak pernah berbohong.


"Trus ngapain kamu pagi dan malam kerumah dia trus?" tanya Dita.


"Kau tidak mengunjungi dia lagi dan malam ma, hanya pernah sekali aja, itupun cuma 30 menit, jika dia kekantor itu memang benar, kami nggak melakukan apa-apa, hanya berpelukan."

__ADS_1


"Trus kamu pagi - pagi kemana? dan pulang malam - malam kemana?" tanya Abian.


"Aku hanya merasa bersalah dengan Eca, makanya aku tidak siap bertemu dengannya, aku sibuk karena sedang membangun rumah kecil kami."


"Rumah kamu dan Hanum?"!tanya Dita dengan tersenyum mengejek.


"Bukan ma, rumah aku dan Eca."


"Tapi dia ingin bercerai dari kamu, tinggalkan saja dia, jangan kamu tahan Eca lagi, toh kamu tidak mencintainya."


"nggak pa, aku nggak akan menceraikan Eca sampai kapanpun."


"Lalu Hanum?"


"Aku akan meninggalkannya."


"Kok papa nggak yakin."


"Pa setiap manusia pasti pernah khilaf, anggap ini kekhilafan besar aku, aku mohon jangan suruh aku menceraikan dia." ucap Daffin menangis.


"Papa sih terserah Eca aja, jika dia ngotot cerai."


"Pa aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi."


"Kamu tau nggak, padahal eca mencintai kamu dengan tulus, Kamu adalah cinta pertamanya Eca." ucap Abian memberikan sedikit bocoran agar anaknya semakin menyesal.


"Iya, Eca jatuh hati kepadamu saat kamu berhasil menemukannya waktu di Bern, makanya dia ingin honeymoon bersama kamu kesana lagi." ucap Dita.


"Mama dan papa tau darimana?"

__ADS_1


"Kami udah lama tau dari papa dan mama Eca." ucap Dita.


"Sekarang pergilah dari rumah ini, carilah hidup yang kamu mau." ucap mamanya terdengar pedih di telinga Daffin.


__ADS_2