
[Aku tidak bisa hidup tanpa kamu mez, aku tidak bisa mencintai Momo sampai kapanpun. Aku sudah mencobanya namun aku tidak bisa. Bahkan ketika papa dan papa kamu mengancam ku untuk baik kepadanya aku tetap tidak bisa mencintainya. Ayolah mez mengerti perasaanku, aku tidak akan bisa jatuh cinta kepada gadis manja seperti dia. Bagiku hanya kamu wanita yang aku cinta selama hidupku. Hanya kamu wanita yang aku tunggu dalam hidupku, aku akan selalu menunggu kamu Mezzaluna Dazuri Kusuma untuk menjadi istriku. Jika kamu bersedia maka akan ku lepas Momo untuk selamanya.]
Momo lansung meletakkan ponsel Rey di atas meja seperti semula.Momo menghapus air matanya lalu berjalan menuju mobilnya.
Dia harus cepat pergi dari rumah ini karena dia tau bahwa sebentar lagi Rey pasti akan pulang menjemput ponselnya.
Momo mengendarai mobilnya sambil menangis. Ia tau bahwa Rey sangat mencintai Mezza sepupunya. Akan tetapi dia tidak menyangka bahwa ia akan sesedih itu ketika membaca pesan panjang Rey yang sedang menyatakan cinta kepada sepupunya itu.
Dia memang tidak melihat sepupunya membalasnya. Akan tetapi hatinya tetap sakit. Momo tetap melanjutkan perjalanannya menuju kampus.
Setelah selesai menangis ia segera melangkahkan kakinya menuju kelasnya. Hari ini dia sangat bersemangat untuk serius menyelesaikan kuliahnya.
Dia berjanji kepada dirinya sendiri akan belajar yang rajin. Ia juga tidak akan mengantungkan hidupnya kepada suaminya itu atau papanya lagi.
Setelah selesai kuliah dia lansung memikirkan pekerjaan apa yang sesuai dengan dirinya.
Tiba - tiba dia teringat dengan salah satu temannya Riko yang kuliah sambil jadi sopir online untuk mencari uang tambahan. Momo segera menuju kelasnya dengan semangat.
__ADS_1
"Ko." panggil Momo.
"Yupz, kenapa? mau ngajak aku makan siang?" tanya Riko sambil tersenyum.
"Kamu bantu daftarkan aku jadi sopir online dong." ucapan Momo membuat Riko terkejut.
Bagaimana ia tidak terkejut karena ia tau bahwa wanita ini adalah anak manja dari konglomerat.
"Serius kamu? masa anak konglomerat mau nyopir."
"Apa salahnya, aku mau cari pengalaman hidup, ayolah bantu." Momo sedikit memohon.
"Silahkan." ujar Momo bersemangat.
"Bawa KTP, SIM, STNK, Dan SKCK nggak?"
"SKCK mana punya."
__ADS_1
"Ayok kita urus ke kantor polisi terdekat, lalu siang ini juga kita daftar, sebagai imbalan kamu harus traktir aku setelah ini semua selesai." ucap Riko tersenyum.
"Baik bos." jawab Momo sambil tersenyum.
...****************...
Benar dengan dugaan Momo. Setelah dia keluar dari halaman rumah, mobil Rey juga masuk menuju rumahnya.
Rey lansung bergegas masuk kedalam rumah. Ia segera membuka pintu. Lalu setelah pintu terbuka, ia bergegas menuju meja makan.
Ia merasa lega karena melihat ponselnya masih berada di tempat yang sama. Ia merasa kuatir jika Momo membuka pesan - Pesan di ponselnya.
"Alhamdulillah dia udah berangkat kuliah." gumamnya pada diri sendiri.
Rey kembali ke mobil di langsung menancap gas dengan cepat. Ia harus segera sampai di rumah sakit karena ada pasien yang sedang butuh pertolongan dari dirinya.
"apa Mezza sudah sampai? jika belum Terpaksa aku sekarang dengan yang lain." ucap Rey sibuk memikirkan kawan patnernya.
__ADS_1
Rey mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di rumah sakit. Setelah parkir di tempat biasa. Ia lansung bergegas menuju ruangannya agar mempersiapkan sebaik mungkin.
Setelah membaca rekam medisnya . Ia berjalan menuju ruangan kerja Mezza. Ia ingin Mengetahui apa Mezza siap membantunya.