Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 20


__ADS_3

"Hallo." terdengar suara wanita yang mengangetkan bagi Daffin akhir - akhir ini. Suaranya serak dan seksi seperti bangun tidur.


"Hallo, apa kabar?" tanya Daffin dengan dag Dig dug.


"Maaf ini siapa?" tanya wanita itu terdengar makin seksi bagi Daffin.


"Kok suaranya seksi banget." ucap Daffin dalam hatinya sambil tersenyum.


Bukannya marah karena wanita itu tidak tau nomor teleponnya. Mendengar suaranya saja sudah membuat hati Daffin lega. Rasanya beban berat menghilang dari pundaknya.


"Hei jika kurang kerjaan ngapain ganggu orang lagi tidur." ucapnya kesal di seberang sana.


"Sepertinya dia di luar negeri, tapi dimana."


"Hallo."


"Iya, hallo, ini Daffin."


"Daffin yang mana ya?"


"Daffin ca, masa kamu lupa?"


"Daffin Arkarna?."


"Iya, apa kabar?"


Tut Tut Tut


Sambungan telponnya tiba-tiba terputus.


"Kenapa dia matiin segala?" ucap Daffin dengan kesal.


Daffin membaringkan tubuhnya di atas ranjang miliknya. Dia tersenyum kembali mengingat suara seksi Mezza. Akan tetapi senyumnya hilang ketinga mengingat wanita itu tengah tidur, artinya wanita itu ada di luar negeri.


...****************...


Diseberang lautan sana seorang wanita nampak terkejut ketika mendengar nama Daffin Arkarna. Ia buru buru mematikan sambungan telepon.


"Ngapain dia nelpon jam 4 begini."

__ADS_1


Karena terkejut Mezza tidak bisa lagi memejamkan matanya. Ia akhirnya membuka galeri foto. Disana ia menemukan foto Daffin yang di ambilnya diam - diam.


"Kenapa kamu telpon aku sekarang? kangen?" ejek Mezza tersenyum mengejek foto Daffin.


"Kamu kan yang selalu mengejek dan merendahkan aku, jangan harap aku terpedaya dengan kamu." ujarnya sambil menunjuk wajah Daffin yang ada dalam ponselnya.


"Liat aja kamu, akan ku buat kamu apa artinya mengejar." ucapnya tersenyum mengejek.


"Semoga aja malam ini kamu nggak tidur mikirin aku." ujarnya lagi sambil tersenyum sendiri.


drrrrrrrrr


Aya calling.


"Ya hallo ya."


"Halo kak, kakak tau nggak jika tadi bang Daffin tanya - tanya kakak dimana." lapor Aya antusias.


"Lalu kamu kasih tau?"


"Ya nggaklah, dan lucunya dia mau sogok Aya loh kak."


"Wah kerjasama yang menyenangkan."


"Biar aja dia penasaran, buat pelajaran sama dia biar nggak semena - mena."


"Tadi dia nelpon kakak nggak?"


"Iya, masa jam 4 gini dia nelpon."


"Mungkin dia nyangkanya kakak di rumah."


"Ya udah, terimakasih atas laporannya, jika Abang kamu tau bisa - bisa kamu di sate sama dia."


"Jangan nakutin kayak gitulah."


Mezza tertawa sambil memutuskan sambungan telponnya. Dia merasa lucu ketika Aya lebih mau kerjasama dengannya daripada abangnya sendiri.


...****************...

__ADS_1


Daffin sedang mengikuti kelasnya hari ini. Siang ini dia merasa mengantuk sekali karena ia tidak tidur tadi malam. Entah bagaimana ceritanya bisa - bisanya ia tidak tidur karena memikirkan keberadaan Mezza.


Ia membuka ponselnya ketika kelas sudah berakhir. Dia melihat sudah banyak chat dari Hanum. Ia sebenarnya ingin membalas tapi ia ingat ini pasti sudah malam di negaranya. Untuk itu dia merasa sudah tidak perlu lagi membalasnya.


[Selamat siang, udah makan siang?] chat Daffin iseng kepada Mezza.


[Disini harusnya makan malam] balas wanita itu.


[ Emang dimana?]


[ Yang pasti bukan di Massachusetts]


[Tau]


[Jika tau kenapa tanya]


[Tau kamu bukan di sini, tapi nggak tau di negara mana]


[Tebak aja dimana]


[Jika kamu malam saat ini, pastinya di negara Eropa bagian tengah]


[Bagian tengah banyak negaranya]


[Apa kamu lagi di Jerman]


[Kenapa dengan Jerman?]


[Mungkin karena ada keluarga kamu di sana]


[ Bisa jadi, Trus untuk apa kepo?]


[Aku tau banyak salah, bisakah kamu memaafkan segala salah aku selama ini]


[ Cepat sangat minta maaf, dah lah mau makan malam]


[ Nanti liburan semester pulang ya]


[Ngapain juga janji sama kamu, daaaa]

__ADS_1


Daffin tertegun melihat Mezza memutuskan sambungan telpon secara sepihak.


__ADS_2