Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 83


__ADS_3

Daffin baru saja pulang dari rumah sakit setelah seminggu menginap. Sebenarnya Daffin enngan untuk pulang. Karena jika ia di rumah ia belum yakin bahwa Mezza akan mau mengurusnya lagi.


Namun dia juga merasa kangen dengan Dafizza dan suasana rumah.


Daffin di sambut oleh keluarganya dengan hangat. Di sana juga ada anaknya yang sangat ia rindukan.


"Daddy jangan sakit lagi ya." ucap anaknya membelai wajahnya.


"Ia sayang, kamu rindu Daddy nggak?" tanya Daffin sambil memeluk anaknya.


"fi kamu jalan aja ya, masa udah duduk di peluk Daddy." bujuk Mezza.


"Nggak apa-apa, aku nggak apa-apa." jawab Daffin.


"Benaran ?" tanya Mezza.


"Iya."


"Ya udah, nanti aku nyusul ke rumah pulang kerja ya." ucap Mezza kepada Daffin.


"Aku tunggu maminya Fizza." jawab Daffin tersenyum.


"Makan yang banyak biar cepat sembuh." nasehat Mezza.


"Iya buk dokter, aku bukan anak kecil lagi."


"Tetap aja harus di ingatkan."


"Jangan nakal - nakal saat kerja "


"Nakal gimana? Kamu yang nakal." jawab Mezza tidak mau kalah.


"Jangan terlalu di layan Rey itu."


"Emang kamu siapa aku? pakai larang - larang segala." pancing Mezza.

__ADS_1


"Ya kasihan Momo jika liat kamu terlalu dekat." ucap Daffin.


"Banyak gaya." ucap papanya di belakang.


"Entahlah, gengsi di pelihara." ejek mamanya.


"Gitulah anak mama dan papa, gengsi."


"Emang kamu udah nggak sabar jadi milik aku?" tanya Daffin menggoda.


"Kok aku sih?"tanya Mezza menunjuk dirinya.


"Kan kamu yang nampaknya kepengen kali aku nikahin."


"Perempuan mana yang mau di gantung nggak jelas." Mama Dita menjewer telinga anaknya.


"Mama ini ada fi loh." ujar Daffin nggak terima di jewer di depan Fizza.


"Biarin, fi bilang omata ya jika Daddy sering usil sama mami." ucap Dita kepada cucunya.


"Kamu di sogok apa sama Daddy?" tanya Mezza.


"Mana ada, main tuduh aja." ucap Daffin membela diri.


"Mami jangan salahkan Daddy terus, Daddy nggak salah apa - apa." jawab Dafizza kesal sama maminya.


"Ohw gitu, ya udah mami nggak mau sama fi lagi."pura - pura ngambek.


"Ya udah, kami bisa pergi berdua dengan Daddy, iyakan dad?" tanya Dafizza bertanya kepada Daddynya.


"Baik sayang Daddy."


"Ajak opa Bian ya dad?"


"Omata ajak nggak?" tanya Dita.

__ADS_1


"Nggak, omata sering jewer telinga Daddy, opa Bian aja."


"Tapi opa Bian lebih seram nak dari omata." ucap Daffin sambil meringis tertawa.


"Kamu menjelekkan opanya, kamu ini memang Daddy laknat." ucap Abian tersenyum.


Mereka semua tertawa. Daffin tidak serius berkata seperti itu.


"Ya udah, aku kerja dulu." pamit Mezza.


"Ingat jangan menemui dia." nasihat Daffin.


"Liat suasana hati." jawab Mezza tersenyum meninggalkan Daffin.


Sedangkan Daffin kesal karena tidak di beri kepastian oleh Mezza.


"Makanya di ikat cepat biar nggak di ambil orang lagi." nasihat Abian.


"Emang ayam pakai di ikat segala pa."


"Kamu ini ngejawab aja." ucap mamanya dengan kesal.


"fi mau nggak mami dan Daddy tinggal bersama kayak opa dan Oma" tanya Abian.


"Mau opa Bian,.emang Daddy dan mami akan tinggal serumah?" tanya Dafizza dengan. lancaran kebahagiaan.


"Iya makanya fi bujuk mami ya." ucap Dita.


"Baik Omata."


"fi sayangkan sama mami?" tanya Dita.


"Sayang omata."


"Baik sayang, yuk kita pulang " ajak Dita.

__ADS_1


__ADS_2