Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 57


__ADS_3

Daffin telah sampai di rumah dengan nafas ngos-ngosan. Dia bergegas pulang setelah di tinggal oleh Mezza.


Daffin mencari keberadaan papanya. Dia harus tau apa yang terjadi selama ini. Dia harus menemui papanya.


"Darimana daf? kok buru - buru amat." ucap Dita menegur anaknya yang nampak terburu - buru.


"Mama nampak papa?" tanya Daffin berdiri tidak jauh dari mamanya yang duduk sambil mengemil cemilan.


"Ada di kamar."


"Aku kekamar mama dulu ya ma, mau nemui papa." ucap Daffin berpamitan.


"Ngapain cari papa?" terdengar suara bariton papanya yang masih gagah.


Meski umurnya yang sudah lebih dari setengah abad, tapi lelaki itu tetap nampak gagah di mata Daffin.


"Ada yang ingin Daf tanyakan pa." jawab Daffin duduk di sofa. Sedangkan Abian duduk di samping kiri Istrinya.


"Masalah apa?"


"Apa papa tau semua ini?"


"Tentang Dafizza." jawab Abian yang paham kemana arah pembicaraan ini.


"Papa tau Dafizza?" tanya Daffin tidak percaya.


"Mama kamu juga tau."


"Apa maksud semua ini pa?"


"Nggak ada maksud apa-apa, bertanya yang jelas dong." jawab Abian tenang, sedangkan Dita masih saja mengemil tanpa ikut bicara.


"Papa tau keberadaan Mezza selama 5 tahun ini?" tanya Daffin lagi.


"Papa kamu bukan hanya tau, tapi dia dalang menghilangnya Eca, kenapa baru tanya sekarang?" tanya mamanya dengan mata melotot.


Daffin tidak percaya dengan ucapan mamanya. Dia tidak pernah bertanya kepada keluarganya sendiri.

__ADS_1


"Maksud mama?" tanya Daffin menatap papa dan mamanya bergantian.


"Oke mama akan cerita, tapi dengan syarat kamu tidak boleh mencela sampai selesai." ucap Dita.


...****************...


Flashback.


Dita terkejut saat pintu kamarnya di ketuk tengah malam. Ia membangunkan suaminya. Meski banyak penjaga di rumahnya, akan tetapi tetap saja membuatnya takut.


"Mas bangun." ucapnya menggoyang tubuh Abian.


"Kenapa sayang? kamu masih mau?" tanya Abian memeluk istrinya.


"Mas bangun, siapa yang mengetuk pintu kamar kita malam - malam begini." ucapnya Dita masih kuatir.


"Paling juga pengawal atau pelayan sayang, ayo tidur lagi." ajak Abian mengecup pipi istrinya.


tok tok tok.


"Mas nggak mungkin mereka, ini kayaknya urgent, apalagi hujan - hujan begini." ucap Dita bangun dari tidurnya.


Saat pintu terbuka mereka sangat kaget melihat siapa yang datang. Mezza nampak berdiri didepan pintu dengan basah kuyup.


"Eca, kamu ngapain basah kuyup - kuyup begini?" tanya Dita menghampiri menantunya.


"Ma, pa boleh kita bicara, Eca mau minta tolong."


"Boleh, tapi kamu ganti baju kamu dulu ya sayang." ucap Dita membawa menantunya kedalam kamarnya.


Setelah mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi, Mezza keluar menuju kamar mertuanya.


"Ada apa ca?" tanya Dita menghampiri menantunya lalu memeluknya dengan hangat.


"Aku hamil." ucapnya dengan menunduk.


Setelah dua Minggu meminta bercerai dari anaknya tiba-tiba menantunya datang mengaku hamil.

__ADS_1


"Alhamdulillah, kamu serius?" tanya Dita tersenyum senang, begitu juga Abian.


"Iya ma, aku udah periksa ke dokter obgyn" jawab Mezza.


"Mungkin ini pertanda jika kamu harus bersama Daffin terus." ucap Abian yang sedari tadi hanya menjadi pendengar.


"Maaf pa, Eca butuh waktu, Eca ingin sendiri dulu."


"Jadi kamu maunya bagaimana?" tanya Dita.


"Aku tau bahwa papa Bian adalah orang hebat, aku ingin papa menyembunyikan aku sampai aku siap untuk kembali."


"Kamu serius?" tanya Dita tidak percaya dengan keputusan menantunya.


"Aku serius ma, aku ingin pergi dan aku mohon jangan kasih tau Daffin dan keluarga Eca."


"Tapi nanti papa kamu bisa marah sama papa ca." ucap Abian.


"Please tolong Eca pa, jika papa tau maka akan banyak orang tau."


"Kenapa kamu tidak meminta bantuan papa kamu?" tanya Abian.


"Jika papa yang menyembunyikan Eca maka papa akan dengan mudahnya melacak Eca, anak buah papa lebih banyak dan unggul dari pada anak buah papa, tapi kebalikan jika papa yang bantu Eca."


"Tapi nasib anak ini bagaimana ca?" tanya Dita yang tidak mau anaknya lahir tanpa ayah.


"Dia tetap punya ayah ma, Daffin akan selamanya jadi ayahnya, tapi mama tolong pahami Eca, mama mau anak ini hilang sebelum lahir karena Eca stres? tanya Mezza.


"Oke baik, tapi papa akan tetap kirim penjaga buat kamu, dan papa dan mama masih boleh mengunjungi kamu." jawab Abian.


"Baik pa."


"Dan untuk tempatnya, papa yang akan atur, papa juga akan atur agar yang menampungmu di sana agar bisa tutup mulut, tapi mau berapa lama?" tanya Abian.


"Sampai Eca siap pa."


"Baiklah." Abian lansung menghubungi semua anak buahnya. Mereka berangkat malam ini juga sesuai keinginan Mezza. Mereka naik mobil saat hujan turun lebat.

__ADS_1


Semua sudah siap menunggu di bandara termasuk jet beserta kru. Abian sudah menghubungi semuanya agar mempermudah perjalanan mereka.


Flashback end


__ADS_2