Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 69


__ADS_3

Daffin dan Beby nampak sibuk berfoto berduaan. Setelah melihat Zahyan keluar dari persembunyiannya membuat Beby meninggalkan Daffin.


"Bang, Beby mau ke bang Zahyan dulu ya."


"Jadi habis manis sepah di buang." ucap Daffin tersenyum lucu melihat tingkah Beby.


"Bang bantu panggil doi dong." ujar Beby makin jadi.


"Baiklah, Zahyan kemari." ucap Daffin memanggil Zahyan.


Zahyan sebenarnya malas bergabung dengan Daffin karena melihat keberadaan Beby di sana. Tapi ia merasa segan jika ia mengabaikan Daffin.


"Sehat bang." sapa Zahyan dengan ramah.


"Sehat, sini duduk." ucap Daffin menepuk kursi di sebelahnya.


Zahyan duduk di antara Daffin dan Beby. Beby hanya tersenyum senang karena pada akhirnya Daffin berpihak kepadanya.


"Gimana kabar perusahaan?" tanya Daffin.


"Alhamdulillah baik bang, makasih batas bimbingannya."


"Jadi bang Daf yang membimbing bang Zahyan, wah keren." ujar Beby mengundang tawa Daffin.


Berbeda dengan Zahyan, ia tidak tertawa sedikitpun.


"Dan itu semua berkat Abrina juga bang, dia memang hebat." ucap Zahyan membuat senyum di wajah Beby menghilang.

__ADS_1


Sejak kecil Beby memang sering cemburu dengan Abrina. Abrina selalu di puji sedangkan dia selalu ditertawakan. Entah apa yang salah dengan dirinya.


"Kamu serius?" tanya Daffin.


"Serius bang, aku merasa di mudahkan."


"Beby, gimana kuliah kamu? kamu bukannya hampir sudah lulus?" tanya Daffin.


"Aku sepertinya lulus tahun depan bang." ucapnya malu.


"Hahahaha apa yang di harapkan dari dia bang? dari cerita Abrina dia malahan banyak ngulang bang." ucap Zahyan.


Beby merasa malu ditertawakan oleh Zahyan. Daffin melihat bahwa ini seperti Dejavu saat dia mengejek Mezza. Tapi Mezza nggak seperti Beby juga yang hobinya shoping dan main saja.


"Nggak apa-apa, tetap semangat beb, Abang yakin kamu pasti bisa."


"Ibu rumah tangga justru butuh keahlian, harus serba bisa." ucap Zahyan.


"Nggak juga, aku nanti dapat lelaki kaya jadi hanya mendampingi dia."


"Hanya jadi pajangan?" tanya Zahyan.


"Terserah lah apa namanya, kenapa kamu sedang mencari istri? aku siap kok." ucap Beby senang.


"Kuliah yang benar aja dulu beb." ujar Daffin menengahi.


"Aku mau jujur ya bang, sebenarnya aku malas kuliah, tapi karena di paksa papa aja." ucap Beby tersenyum.

__ADS_1


"hahahaha dia lucu sekali yan, Benarkan?"tanya Daffin.


"Apanya yang lucu, bodoh iya." ucap Zahyan dalam hati.


Mezza yang melihat mereka bertiga mengobrol dan tertawa membuatnya ingin bergabung. Walaupun Daffin mendiaminya akan tetapi di sana ada Beby yang heboh tidak akan membuatnya mati kutu.


"Gimana beb? udah fotonya?" tanya Mezza.


"Udah dong kak, kakak nggak pengen foto juga, nanti jika udah nikah nggak bisa lagi loh." ucap Beby membuat Mezza ingin menggumpal mulut wanita itu.


"Nggaklah, Kenapa nggak foto sama Zahyan sekalian?" tanya Mezza mengalihkan pembicaraan .


"Oh iya, boleh juga ide kakak ipar." ucap Beby.


"Kakak ipar?" tanya Zahyan mengulang ucapan kakak ipar.


"Iya, ini adik ipar ku calon adinda Zahyan Abrisam Kusuma." ucap Mezza tersenyum menggoda.


"apa? huk huk huk." Zahyan terbatuk-batuk mendengar ucapan kakaknya.


"Daf mending kita pergi deh, ganggu mereka aja." tiba-tiba Mezza menarik tangan Daffin tanpa rencananya.


Daffin hanya bingung ketika mezza menariknya.


"Kemana kalian?" tanya Zahyan menjadi serba salah.


"Menemui princess kami,daaaaaa, selamat bersenang-senang Beby." ucap Mezza meninggalkan mereka.

__ADS_1


__ADS_2