Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 104


__ADS_3

Di kediaman Daffin.


Rumah masih nampak sepi. Hanya pelayan yang sibuk bersih - bersih dan memasak sarapan pagi. Kemana sang tuan rumah?


Tentu saja mereka masih sibuk dengan rutinitas mereka di dalam kamar. Sejak tadi belum ada tanda-tanda tuan rumah keluar dari kamar.


"Mami, Daddy I am coming." teriak Dafizza dari pintu utama.


Tapi saat tidak menemukan orang tuanya, dia lansung berjalan menuju kamar utama. Seorang pelayan menghampiri nona muda di rumah ini.


"Eh nona udah kembali dari liburan?" tanya salah satu pelayannya.


"Mami sama Dady mana?" tanyanya.


"Di kamar nona, nona di antar siapa?" tanya pelayan itu lagi.


"Di antar omata dan opa Bian, tapi karena omata kurang sehat jadi mereka nggak singgah." jawab Dafizza.


"Ya udah, aku mau ke tempat mami dan Daddy dulu ya." ucap Dafizza meninggalkan pelayan itu.


Ketika sampai di depan pintu kamar, Dafizza lansung membuka pintu kamar utama.


"Daddy mami, fi kembali." ucapnya senang saat membuka pintu.


Daffin dan Mezza yang sedang senam pagi menjadi terkejut ketika anaknya membuka pintu. Mereka panik dan lansung mencari apa saja yang bisa di tutupi pakai selimut.

__ADS_1


"fi udah pulang?" tanya Daffin dari tempat tidurnya.


"Iya, fi kangen sama Daddy dan mami." jawab Dafizza.


"Omata di bawah?" tanya Mezza di balik selimut.


"Omata kurang enak badan mami, makanya lansung pulang, omata dan opa Bian titip salam buat Daddy dan mami." ucapnya menaiki badan Daddynya.


"Mami lagi apa" tanya anaknya ketika melihat maminya di balik selimut.


"Mami kamu tadi mau mandi, tapi punggungnya gatal jadi minta garukin Daddy, mami nggak bersih sih mandinya makanya badannya gatal semua." jawab Daddynya sambil tersenyum.


"Iya mami mau mandi dulu." ucapnya kesal dengan suaminya.


"Apa perlu di mandiin biar bersih kayak fi mandi." ucap Daffin tersenyum menggoda.


"Aku bisa sendiri." jawabnya jutek.


"Mandiin aja mi, nggak usah malu." ucap Dafizza.


"Fi ngantuk, mau tidur dulu." lanjut Dafizza.


"Ya udah di tidur dulu ya, Daddy mau bantu mami mandi biar tubuh mami nggak gatal lagi." ucap Daffin membujuk anaknya.


"Baik Daddy, hooooaamm." Dafizza mencoba memejamkan matanya.

__ADS_1


Daffin berjalan menuju kamar mandi dengan tersenyum. Akan tetapi senyumnya berubah ketika pintu kamar mandi dalam posisi di kunci dari dalam.


"sayang buka pintunya." Dafiin menggedor pintu kamar mandi.


"Nggak usah, tanggung sendiri akibatnya." jawab Mezza dari dalam.


Daffin hanya bisa uring-uringan dari luar kamar mandi. Kedua kepalanya terasa sakit karena belum tuntas.


"ah pakai ngambek segala." gumam Daffin berjalan menuju kamar mandi lainnya.


Setelah selesai mandi, Mezza mengintip keluar kamar mandi. Ia tersenyum senang saat melihat suaminya sudah tidak ada di kamar itu.


Mezza keluar menggunakan handuk. Dia segera masuk ke walk in closed. setelah selesai ganti baju dia kembali ke kamarnya.


Mezza turun ke lantai dasar untuk mencari makanan. Perutnya merasa lapar untuk saat ini. Dia


Mezza menunggu Daffin yang masih belum keluar dari kamar mandi. Karena sudah sangat lapar dia memulai sarapan duluan.


"Sayang kamu udah selesai?" tanya Daffin melihat Mezza hampir saja selesai sarapan.


"Kamu darimana aja sih? kok lama amat, maaf sarapan duluan."


"Berendam biar lebih fresh."


"Ya udah, yuk sarapan." ajak Mezza mengambilkan sarapan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2