Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
part 84


__ADS_3

"Mez aku mau bicara." ucap Rey ketika Mezza ingin masuk kedalam ruangannya.


"Maaf, aku mau operasi."


"Aku tunggu pas makan siang." ucap Rey meninggalkan Mezza sendirian terpaku di depan pintu ruangannya.


"Ada apa lagi ini?" tanya Mezza pada dirinya sendiri.


Mezza melanjutkan langkahnya menuju ruang kerjanya.


Ketika jam makan siang, Rey datang lagi untuk menemui Mezza. Awalnya Mezza ingin menghindari Rey. Akan tetapi dia tidak ingin masalah ini berlarut-larut. Apalagi semua masalah ini berasal dari dirinya.


Mereka berjalan menuju sebuah restoran. Mereka memesan makanan sesuai selera masing-masing. Mezza tau bahwa Rey ingin meminta pertanggung jawaban darinya.


"Kenapa kamu meninggalkan aku hari itu?" tanya Rey dengan nada dingin.


Semenjak mengenal Rey baru kali ini melihat karakter dingin lelaki ini.


"Maafkan aku atas semua yang terjadi hari itu." ucap Mezza dengan hati - hati.


" Kenapa kamu melakukannya kepadaku?"


"Harusnya kamu tidak usah bertanya kenapa lagi, aku yang salah, aku tidak menanyakan hatiku, hatiku tidak siap tanpa dia."


"Waktu itu kamu sendiri yang memutuskan untuk berpisah dengannya."


"Iya, akan tetapi ketika dia koma, aku menyadari bahwa aku tidak bisa hidup tanpanya."

__ADS_1


"Apakah aku harus koma dulu?"


"Aku mohon jangan lakukan hal seperti itu, Momo mencintai mu lebih dari siapapun."


"Jangan sebut nama wanita itu di depan ku." ucap Rey dengan dingin.


"Maaf, tapi aku minta tolong jangan sakiti dia, dia sangat mencintaimu daripada dirinya sendiri."


"Aku tidak ada rasa apapun sama dia."


"Hey ada di sini juga?" suara itu membuat kaget keduanya.


"Kamu ngapain di sini?" tanya Mezza kepada Momo yang berdiri di antara mereka.


"Aku tadi habis makan siang sama teman-teman aku, noh mereka masih di sana." ucap Momo duduk di sebelah Rey dengan senyum.


"Kami tadi kebetulan makan siang di sini." ucap Mezza merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa, apa aku mengganggu?" ucap Momo dengan senyum ceria seperti tidak ada masalah.


"Tidak sama sekali, ya kan Rey?" tanya Mezza meminta persetujuan Rey.


"Hmmm." jawab Rey dengan malas.


"Kamu mau pesan apa?"tanya Mezza.


"Nggak usah kak, aku cukup menemani di sini." ucap Momo.

__ADS_1


"Jika nggak mau makan kenapa harus bergabung di sini, lansung aja pulang." ucap Rey dengan dingin.


"Haduw kenapa Rey jadi dingin seperti ini?" tanya Mezza dalam hati.


"Baiklah, mungkin ada baiknya aku ikut makan juga." jawab Momo yang sebenarnya kenyang. Tapi ia ingin bergabung dengan suami dan kakak sepupunya.


"Pelayan." panggil Momo.


Setelah pelayan menyampiri mereka Momo memesan makanan yang sama dengan Rey. Dia memaksa makan walau baru saja makan.


"Kenyang juga ternyata." keluh Momo dalam hati.


"Ayo di habisin, jangan mubasir." ucap Rey tertawa di dalam hati melihat wanita di sebelahnya kesusahan dalam menghabiskan makanannya.


"Makanya jangan main-main kamu sama aku." ucapnya senang dalam hati.


"Kamu nggak apa-apa mo?" tanya Mezza melihat mimik kesulitan menghabiskan makanannya.


"Nggak ada - apa kak."


"Kayaknya enak, bagi ya jangan pelit." ucap Mezza mengambil dari piring sepupunya.


"Enak juga Rey, kayaknya punyamu kurang deh Rey, ini tambah." ucap Mezza menuangkan separuh kedalam piring Rey.


"Kalian ngapain?" tanya Rey kaget saat melihat Mezza menuangkan makanan Momo.


"Nggak boleh mubasir." ucap Mezza dan Momo berbarengan sambil tertawa.

__ADS_1


__ADS_2