
Siska,Dita dan Alan sedang berkunjung ke rumah Feby dan Dion. Siska melihat bahwa sahabatnya itu tampak murung. Dion nampak kurang bahagia sejak hari pertunangan Mezza.
Siska selalu memperhatikan Dion yang nampak duduk termenung. Siska mengajak Dita dan Alan menjenguk Dion sebelum mereka pergi berlibur.
"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Siska kepada Dion.
"Ada apa gimana?" tanya Dion tersenyum.
"Jangan bohongin kami Yon, kami sudah puluhan tahun bersahabat dengan kalian." ucap Dita.
"Iya, jika ada masalah biar kita selesaikan sama - sama." ucap Alan.
"Emang nggak ada apa-apa." ucap Dion.
"Kami selalu memperhatikan kalian, apalagi semenjak Ina hamil, kamu nampak berubah."ucap Siska.
"Apa ini karena Daf menikah kembali dengan Eca?" tanya Dita ingat bahwa Feby waktu itu ingin menjodohkan anaknya Ina.
"Nggak ada hubungannya dit, kami senang jika Daf kembali bersama Eca."jawab Feby dengan cepat.
"Lalu kenapa?" tanya Dita.
"Kalian tau sendiri aku masih trauma dengan kejadian Ina hamil, aku merasa telah menjadi orang tua yang gagal, Ina anak baik hamil di luar nikah, aku sekarang parno dengan Beby." ucap Dion.
"Beby kenapa?" tanya Alan.
"Kalian tau sendiri, Beby sedikit bandel dari Ina, dia terkenal suka Gonta ganti pasangan, aku hanya takut kejadian buruk ini menimpa keluarga kami kedua kalinya."
__ADS_1
"Gimana kamu nikahkan saja Beby agar kamu tenang." saran dari Alan.
"Apakah itu saran yang bagus? aku takut jika di jodohkan dia malah tidak bahagia." jawab Dion masih berpikir.
"Tidak semua perjodohan berakhir tidak baik, contohnya aku dan Siska, kami akhirnya bahagia, yang namanya pernikahan pasti ada cekcok." jawab Dita.
"Tapi sama siapa? jika di jodohkan kami harus cari bibit bobot calon untuk dia." ucap Feby.
"Anakku Azam ada." ucap Alan.
"Tapi kayaknya Beby nempelnya sama Zahyan." bantah Siska.
"Iya, sepanjang acara bersama dari dulu, dia selalu mendekati Zahyan." Dita setuju dengan Siska.
"Tapi Zahyan hanya menganggap dia adik, Zahyan sepertinya tidak suka sama Beby." ucap Dion.
"Terkadang cinta karena belum biasa, Zahyan yang dingin memang harus di pasangkan dengan Beby yang heboh." ucap Siska.
"Besok aku atur perjodohan ini, setelah kami pulang liburan maka kami akan melamar Beby." ucap Siska senang.
"Apa ini nggak buru - buru? ini jika gagal bisa berimbas kepada hubungan kita." ucap Febby masih takut dengan ide sahabatnya.
"Keluarga sudah saling mengenal, maka akan lebih gampang menyelesaikannya." jawab Alan.
"Udah, pasti Beby akan bahagia, jika di awal - awal mereka cekcok biarin aja, dulu Daf sama Eca juga gitu, setelah hilang baru menyesal." ucap Dita.
"Zahyan akan gampang jatuh cinta sama Beby yang heboh, pokoknya aku sebagai mak bisa yakin Zahyan akan klepek-klepek sama Beby, lagian aku takut jika dia nggak nikah - nikah, atau kelainan lebih parahnya." ucap Siska.
__ADS_1
"hust kenapa ngomong gitu." tegur Alan.
"Habis LAN dia nggak pernah gandeng cewek sih." jawab Siska.
"Baiklah, semoga ini yang terbaik " jawab Feby menghela nafasnya sangat dalam.
"Iya, jadi nggak ada yang ikut liburan bareng kami?" tanya Dita.
"Aku banyak pekerjaan, nggak bisa cuti." Jawab Dion.
"Aku nggak bisa juga, aku besok sudah harus London jemput paksa Azam." ucap Alan mengingat anaknya itu.
"Azam kenapa lagi?" tanya Dita.
"Dia sibuk mengejar anakmu Aya, kemana aja di ikuti, padahal Aya nggak suka sama dia." ucap Alan tersenyum sambil membuang nafas.
"Bapak sama anaknya satu selera." ucap Siska sambil bercanda.
"Jika emak nggak dapat, maka anak mencari anak." jawab Dion mengejek.
"Aku sih terserah mereka saja, nggak terlalu memaksa." ucap Dita.
"Aya itu nggak suka sama Azam, dia jelas membenci Azam yang selalu jelas mengejarnya." ucap Alan.
"Kayak ilfill gitulah ya." ucap Siska.
"Nah itu dia, makanya dia harus di jemput paksa agar mau membantu aku mengurus hotel." ucap Alan.
__ADS_1
Mereka melanjut membahas anak masing-masing. Mereka yang sudah Alan berteman memang sudah saling memahami karakter masing-masing.
Akankah Zahyan setuju menikahi Beby yang pecicilan? Atau Zahyan malah memilih Ina sang kaka Beby yang satu frekuensi?.