Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 59


__ADS_3

Mezza semakin pusing karena Dafizza merengek ingin bertemu dengan Daddynya. Semenjak bertemu dengan Daffin dia selalu bertanya.


Sebenarnya Mezza tidak pernah mengenalkan Daffin kepada Dafizza. Tapi kehadiran opa Bian selalu memperlihatkan foto Daddynya. Sehingga Mezza bertanya kepadanya. Mezza terpaksa melihatkan foto Daffin yang di liatnya dari media sosial.


"Ma, ayolah ma."


"Kita ketemu papa Rey aja ya." bujuk Mezza.


"Nggak mau ma, maunya ketemu Daddy." rengek Dafizza.


"Daddy itu sibuk loh, mana bisa dia main sama Fi."


"Kata opa telpon aja, Dady pasti lansung datang, kata opa Dady itu bos besar ma, dia bisa suruh - suruh anak buahnya." ucap Dafizza lagi.


"Udahlah ca, temukan aja dia dengan Daddynya."!ucap mamanya.


"Daddy Daf keren tau ma." ucap Dafizza merasa bangga.


"Jadi Daddy keren ya?" terdengar suara bariton Daffin dari belakang Mezza.


"Daddy......." teriak Dafizza mengejar Daffin dengan senang.


"Anak Daddy." Daffin membuka kedua tangannya sambil jongkok siap menggendong DaFizza.

__ADS_1


Dafizza merasa senang ketika berada dalam gendongan Daddynya. Dia merasa bangga ketika tau bahwa Daddynya sangat hebat.


Mezza yang melihat anaknya merasa senang hanya tersenyum masam. Ia hanya duduk sambil memandang ponselnya. Baginya saat ini Daffin sudah tidak ada di hatinya. Hanya ada kebencian.


"Ca buatkan Daffin minum." ucap mamanya.


"Biarin aja ma, dia kesini hanya sebentar." ucap Mezza dengan jutek.


"Fizza boleh ikut nenek dulu, Daddy mau bicara dengan mommy." ucap Daffin.


"Baik Daddy, mami baik - baik sama Daddy, nggak boleh jahat." ucap Dafizza memberi peringatan kepada Maminya.


"Yang jahat itu Daddy kamu." gumam Mezza tapi tidak di dengar oleh Dafizza udah meninggalkan ruang tengah namun di dengar oleh Daffin.


"Sejahat itulah?" tanya Daffin.


"Aku tidak akan mengurus perceraian kita."


"Kenapa kamu begitu egois ha? kenapa kamu begitu jahat sama aku? apa kamu ingin aku menderita seumur hidupku ha?" tanya Mezza mulai emosi.


"Kecilkan suara kamu, aku ini karena sayang sama kamu, jangan tinggalkan aku." ucap Daffin mencoba menenangkan Mezza.


"Sampai kapanpun aku tidak akan mau jadi istri kamu lagi, cepat urus surat perceraian kita, jangan kamu gantung aku seperti ini." ucap Mezza marah.

__ADS_1


"Jika kamu benar mencintai aku, maka kamu akan rela melepaskan aku yang sudah tidak bahagia dengan kamu, demi Allah saya tidak bahagia dengan kamu." ucap Mezza berteriak histeris.


Melihat Mezza semarah itu membuat Daffin mencoba menenangkannya lagi. Dia melihat betapa Mezza sangat membencinya.


"Apa dengan berpisah membuat kamu bahagia?" tanya Daffin.


"Jelas, setelah statusku jelas, aku bisa menikah dengan siapa saja." jawab Mezza.


"Apakah karena Rey?" tanya Daffin mulai kesal membayangkan Mezza menikah dengan Rey.


"Rey tidak ada hubungannya, aku ingin bercerai karena ulah kamu."


"Tapi kenapa kamu tidak mau memberikan kesempatan buat aku?"


"Kesempatan itu sudah berkali-kali aku berikan kepada kamu, aku sudah muak dengan kamu." ucap Mezza.


"Baik, jika kamu bahagia dengan dia, aku akan urus perceraian kita, akan tetapi tolong izinkan saya menemui Fizza." ucap Daffin mulai putus asa dengan Mezza.


"Saya tidak pernah menghalangi keluarga ayahnya ataupun ayahnya sekalipun menemui dia." ucap Mezza.


"Baiklah, mulai detik ini kamu bukan istri saya lagi." ucap Daffin dengan menangis.


Hatinya sangat sedih mengucapkan kata yang paling keramat dalam hidupnya. Selama 5 tahun menunggu wanita itu namun tidak ada hasilnya. Wanita itu tetap memintanya untuk bercerai.

__ADS_1


"Kamu tunggu saja, hari ini juga aku masukkan gugatan, dan saya harap saya masih bisa berkumpul dengan kalian jika ada kumpul keluarga." ucap Daffin menghapus air matanya lalu berdiri dan pergi meninggalkan Mezza sendirian.


Entah mengapa Mezza tidak ada ekspresi sedikitpun saat ini. Baginya ini momen yang di tunggu-tunggu sejak lama.


__ADS_2