Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 74


__ADS_3

Mezza sudah turun dari lantai atas di dampingi oleh Azzura anaknya Tante Bella dan Momo anaknya uncle Amar. Di belakangnya ada mamanya, Tante Bella dan Tante Ami.


Mezza tampak cantik sekali. Semua yang menunggu di bawah nampak terpesona melihat kecantikan Mezza. Ditambah dengan cantiknya aura kecantikan pengiring pengantin.


"Aura keluarga Kusuma memang tidak bisa di ragukan lagi." gumam Alfa yang sudah ada di sana.


Alfa asisten Daffin memang berangkat terpisah dari bosnya. Dia yang merupakan sahabat Daffin juga sudah tidak asing dengan keluarga ini.


Mezza yang melirik Alfa sendirian. Dia merasa aneh saja melihat lelaki itu sendirian.


"Tumben kali ini melihat perangko tanpa amplopnya." gumam Mezza.


"Kenapa?" tanya Azzura.


"Itu tumben nggak ada bosnya, biasa kemana - mana selalu aja berdua." ucap Mezza.


"Kangen bosnya ya?" bisik Azzura.


"Nggak lah, ngarang kamu." ucapnya melanjutkan langkahnya.


Mezza udah duduk di sebelah tidak jauh dari Rey. Papanya sudah duduk di sebelah pak KUA. Abian duduk di belakangnya Galuh.


drrrrrrrrrrrrrrrr


Abian meminta izin untuk mengangkat teleponnya. Dia berjalan agak menjauh dari pengantin.


"Hallo."


"Selamat pagi pak, kami dari pihak kepolisian memberi kabar bapak bahwa putra bapak mengalami kecelakaan........." Abian langsung lemas tanpa mendengar apa yang di sampaikan oleh pihak polisi tersebut.


"Kenapa mas?" tanya Dita yang mengikuti suaminya karena gelisah.

__ADS_1


"Daffin ma......." jawab Abian terpotong karena Alfa.


Tiba-tiba Alfa berlari entah dari mana. Nafasnya masih ngos-ngosan. Alfa menarik perhatian para undangan lainnya termasuk keluarga Kusuma.


"Pak bos, bos Daffin kecelakaan dan mobilnya hancur." ucap Alfa mengatakan terlalu berterus-terang.


"Apa? anakku." teriak Dita terjatuh karena lemas.


"Ada apa ini?" tanya Siska berlari menolong sahabatnya.


"Daffin kecelakaan, mohon maaf kami tidak bisa menyaksikan pernikahan anak kalian, kami pamit." ucap Abian lansung menggendong istrinya.


"Ayo fa kita ke rumah sakit."


"Bagaimana ini lan?" tanya Siska kepada Alan sahabat sekaligus adik iparnya yang berdiri di sampingnya.


"Kamu fokus aja di sini, biar aku kesana." ucap Alan ingin berbagi tugas.


"Ada apa?" bisiknya.


"Daffin kecelakaan, menurut Alfa mobilnya hancur."


"Innalilahi wa innailaihi Raji'un." ucapnya mengusap dadanya yang sakit efek kaget.


Berita itu cepat menyebar dan membuat heboh. Mezza lansung bertanya kepada mamanya yang baru saja duduk di sampingnya.


"Ada apa ma? kok mama Dita sampai pingsan segala." bisiknya.


"Daddynya Fizza kecelakaan."


Dada Dita merasa sakit saat mendengar ucapan mamanya. Entah kenapa air matanya langsung meleleh tanpa aba-aba.

__ADS_1


"Daddy." ucap Dafizza di sebelah Mezza mendengar bisikan neneknya.


Dafizza lansung menangis histeris. Sedangkan Mezza lansung berdiri menenangkan anaknya.


"Maaf ma tolong sampaikan permintaan maaf aku buat Rey, aku tidak bisa menikah dengannya." ucap Mezza lansung berdiri menggendong anaknya.


"Kamu mau kemana Me?" teriak mamanya melihat anaknya yang pergi.


"Pa kejar Meme."


Galuh mendengar teriakan Siska yang tidak jauh darinya segera berdiri.


"Mezza kamu mau kemana?" teriak Galuh.


Rey juga berdiri mengikuti Galuh.


"Aku mau menyusul Daddy Fizza, aku tidak mau kehilangan dia." tangis Mezza udah pecah.


"Tapi kamu tidak bisa meninggalkan aku begitu saja?" ucap Rey tidak terima di permalukan.


"Aku mohon maaf, aku tidak bisa di sini, aku mohon maaf dan mohon ampunan kamu." ucap Mezza berlutut di kaki Rey.


"Bagaimana dengan Keluarga Rey me? keluarga kita bisa malu ."


"Pergilah kak, aku bersedia menjadi pengantin pengganti." ucap Momo baru saja bergabung.


...****************...


Hallo pembaca setia author, selamat pagi dan selamat beraktifitas. Salam peluk dari jauh. Semoga para pembaca aktivitasnya lancar.


Makin rumit ya kisah cinta Daffin dan Mezza. Kasihan Rey yang bakalan jadi sad boy 😭😭

__ADS_1


__ADS_2