Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 60


__ADS_3

Setelah 3 bulan berlalu perceraian antara Mezza dan Daffin sudah ketuk palu. Perceraian mereka berjalan dengan lancar.


Daffin berjalan dengan lesu melihat kepergian Mezza yang tersenyum senang. Dia akhirnya bisa melihat senyum wanita itu setelah berpisah darinya.


Daffin lansung masuk ke mobilnya. Kali ini dia sendiri yang menyopir. Tidak nampak Alfa atau siapapun. Untuk sekedar info bahwa Daffin telah kembali ke kantor Arkana Group beberapa tahun yang lalu.


Daffin membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi. Kali ini mobilnya melaju entah kemana. Saat ini hatinya semakin kacau.


Mobil masih melaju jauh keluar dari pusat kota. Daffin memarkir mobilnya di depan Cottage pribadi milik keluarganya.


Daffin masuk kedalam. Semua pelayan Cottage di suruhnya libur selama dia berada di sana. Daffin hanya ingin sendiri tanpa ada yang mengganggu.


Daffin meratapi nasib percintaannya yang tak semulus pekerjaannya. Dia berdiri di balkon menatap ke arah tepi laut.


"Ca, apakah kita masih bisa bersama nanti?" tanyanya sambil tersenyum hampa.


"Aku akan menunggumu sampai kapanpun, semoga nanti kita masih berjodoh." ucapnya lagi. Kali ini air matanya meleleh.


"Hati ini sakit ca, aku sakit tanpa kamu kemaren dan sekarang kita benar - benar bercerai, aku semakin sakit ca." ucapnya menangis. Dia begitu cengeng kali ini. Daffin yang biasa arogan begitu rapuh hari ini.


Ditempat lain Mezza sedang duduk berdua di ruang tamu bersama dengan Rey. Setelah sah menyandang status janda, dia merasa seperti sebuah beban hilang dalam dirinya.

__ADS_1


"Selamat ya, akhirnya resmi berpisah." ucap Rey dengan senang.


"Terima kasih atas bantuannya selama ini." ucap Mezza.


"Asalkan kamu bahagia maka aku akan senang membantumu." jawab Rey.


"Aku merasa lega aja, semoga setelah ini hidup aku lebih bahagia lagi." ucap Mezza tersenyum.


"Jadi setelah semua ini, apa kita sudah bisa bersama?" tanya Rey ingin memastikan semuanya karena sudah bertahun - tahun dia menunggu wanita itu.


"Nggak baik membicarakan ini saat ini Rey, beri aku waktu beberapa bulan ya." ucap Mezza merasa terlalu cepat.


"Baik aku tunggu secepatnya." ucap Rey tersenyum senang.


"Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu, ingat jangan lupa bahagia." ucap Rey tersenyum.


Mezza melanjutkan langkahnya menuju kamar Dafizza. Ia melihat bahwa Dafizza sedang bermain dengan mainan yang baru saja di belikan oleh Daddynya.


"Fi ayo mandi." ucap Mezza mengingatkan anaknya.


"Ya mami, tapi besok fi boleh ketemu sama Daddy ya?" tanya Dafizza kepada maminya.

__ADS_1


"Boleh, tapi memang kamu dan Daddy udah janjian?" tanya Mezza.


"Belum mi, nanti mami coba hubungi ya." punya Dafizza.


"Baiklah sang princess." ucap Mezza lalu tersenyum.


Mezza lalu memandikan putrinya. Setelah mandi mereka lansung berkumpul dengan keluarga lainnya yang tengah berada di ruang tengah.


"Opa, Oma." ucap Dafizza sambil berlari dalam pelukan opa Omanya. Galuh dan Siska tersenyum gembira menyambut cucunya. Semenjak hadirnya Dafizza di rumah ini, rumah ini semakin ramai.


"Cucu Oma udah cantik dan wangi." ciumnya Siska.


"Udah Oma."


"Assalamualaikum." terdengar suara bariton dari arah luar. Ternyata itu suara Zayyan adik Mezza.


"Waalaikumsalam, Fi itu om Zahyan." ucap neneknya mengenalkan Zahyan kepada Dafizza.


"Mirip om Ahran." ucap Dafizza mengingat om yang satu lagi.


"Mereka ini kembar, jadi mirip." jawab Mezza menerangkan.

__ADS_1


"Kembar itu apa ma?" tanya Dafizza kepada mamanya.


"Kembar itu dalam perut mamanya berdua, lalu lahirnya juga barengan." ucap Zahyan menerangkan sambil tersenyum kepada keponakannya yang imut itu.


__ADS_2