Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
part 93


__ADS_3

Ketika Mezza sedang menunggu kedatangan Daffin, Rey masuk kedalam ruangan tempat para dokter beristirahat. Di sana tersedia beberapa ranjang untuk para dokter.


Mezza memang sengaja ke ruangan itu sambil meminum kopi. Dia merasa agak mengantuk siang ini.


Ketika Rey masuk, mereka hanya berduaan di dalam ruangan itu. Mezza agak kurang nyaman. Tapi ia harus tetap profesional. Apalagi mengingat jasa Rey kepadanya.


"Kopi Rey?" tanya Mezza.


"Kenapa kamu nggak balas pesan aku mez?" tanya Rey membuka kembali masalah yang ingin di lupakan Mezza.


"Kamu belajarlah mencintai Momo, cinta Momo sangat besar untuk kamu, aku sangat mencintai Daffin, sampai kapanpun tidak akan berubah." jawab Mezza.


"Tapi aku tidak bisa."


"Karena kamu belum mencoba, jangan nanti kamu menyesal setelah orang yang mencintai kamu hilang dari hidup kamu." ucap Mezza.


"Aku....."


"Belajar, coba kamu jalani hidup kamu, belajar untuk ikhlas dalam menerima jodoh kamu, jodoh kamu dia yang telah di tetapkan oleh Allah." nasehat Mezza lagi.


"Kamu ngerti nggak gimana rasanya mencintai tapi tidak di cintai?"


"Ngerti, kamu lupa bahwa dulu cintaku bertepuk sebelah tangan sama Daffin, justru karena kamu ngerti makanya kamu harus ngerti juga perasaan Momo, kamu tau di sakiti maka jangan menyakiti, awas aja kamu menyakiti sepupuku, aku marah sama kamu." ucap Mezza meninggalkan Rey begitu saja.


Ketika keluar dari ruangan itu Daffin ternyata melewati ruangan itu juga. Daffin tersenyum saat melihat Mezza keluar dari ruangan itu. Namun senyumnya hilang saat melihat Rey juga keluar dari ruangan itu juga.


"Ca." ucap Daffin agak kesal.


"Ayo sayang." ucap Mezza sambil tersenyum manis melihat wajah Daffin agak kesal.

__ADS_1


Mezza dengan cepat menarik tangan Daffin menuju ruangannya. Karena dia tidak ada jadwal operasi, dan tidak ada pasien, dia memutuskan untuk makan siang dengan Daffin di sekitar rumah sakit.


"Pandai kamu ya, kamu bujuk aku dengan senyum manis kamu tuh." ucap Daffin setengah berbisik.


"Kamu kesal? ya udah nggak usah makan siang bareng, kan nggak enak jika salah satu kesal." ucap Mezza pura - pura pengertian.


"Enak aja, setelah aku jauh - jauh kesini main batalin." ucap Daffin menggandeng Mezza menunjukkan kepada laki - laki lain bahwa mezza adalah miliknya.


Setelah sampai di ruangannya, Mezza membuka jas putihnya. Lalu ia mengambil tasnya berjalan meninggalkan kantornya.


Mereka berjalan dengan gontai. Semua mata memandang mereka karena mereka sangat serasi. Termasuk Rey memandang mereka dengan hati yang hancur.


Daffin membukakan pintu mobil untuk Mezza. Jika biasanya Daffin tidak pernah membukakan pintu untuk Mezza, maka mulai pagi ini dia melakukannya dengan baik. Mezza sangat senang dengan perhatian kecil dari Daffin.


"Sayang apa kita majukan saja pernikahan kita?" tanya Daffin ketika masuk kedalam mobil.


"Emang kenapa?"


"Nah itu yang aku takutkan, jika aku berubah pikiran tapi kamu dah jadi suami aku maka nggak ada kesempatan lagi untuk aku mencari pengganti." ucap Mezza pura - pura sedih.


"Kamu....." ucapan Daffin terputus.


"Kenapa? kaget?"


"Ca, kamu serius"


"Iya aku serius..... bercandanya." ucap Mezza sengaja di jeda.


"Kamu buat jantung aku hampir berhenti tau."

__ADS_1


"Jika berhenti aku janda sebelum nikah dong." ucap Mezza sambil tertawa.


"Jika kamu berubah pikiran aku akan merubah pikiran kamu lagi untuk mencintai aku, aku akan buat kamu mencintai aku selamanya." ucap Daffin meyakinkan Mezza.


"Gimana caranya?"


"Dengan caraku sendiri yang kamu tidak tau." jawab Daffin.


"Yuk jalan."


"Kita nikahnya maju aja ya."


"Kapan?"


"Nanti malam."


"Kok cepat begitu? gimana dengan gaunnya yang belum di ambil."


"Kan kita masih punya gaun yang lama."


"Lalu gimana dengan......"


"Kita menikah secara sederhana aja, yang di undang kerabat dekat aja."


"Kamu nggak mau mengenalkan aku ke patner kerja kamu."


"Pasti, biar mereka tau bahwa kamu milik aku."


"Persiapannya?"

__ADS_1


"Tenang, ada Alfa yang mengurus, jam 8 malam di rumah kamu, aku telpon Alfa dulu."


"Baik."


__ADS_2