
Aku terdiam duduk di ranjang yang ada di kamar berukuran luas. Pemilik kamar ini tidak juga kunjung berdiri dari duduknya sejak tadi. Dia hanya berdiam diri tanpa mau bicara apa-apa.
Dan entah kenapa aku mau duduk menemaninya tanpa harus meninggalkan dia. Ini pasti karena aku takut mama mengamuk. Jadi aku putuskan aku menemani dia di sini.
ddrrrrrrrrr
Mama menelpon aku. Aku yakin bahwa ini ada hubungannya dengan gadis yang duduk tidak jauh dari tempat dudukku.
"Hallo, Assalamualaikum ma."
"Gimana udah ketemu Echa?" tanya Mamaku.
Kira - kira sudah bisa jadi cenayang nggak aku. Beginilah mamaku jika sudah berhubungan dengan yang namanya Mezzaluna Dazuri Kusuma. Entah apa yang menariknya dalam diri gadis ini sehingga bisa menarik perhatian mama sejauh ini.
Masa karena dia anak sahabatnya lalu menjodohkan aku dengannya. Padahal masih banyak anak sahabat mama lainnya yang juga tidak kalah cantik.
"Dia ada di rumahnya ma, cuma dia nggak mau pulang, gimana ini ma?" tanyaku dengan malas.
"Dia ada masalah? kamu bujuklah, cepat pulang."
"Ya ma." jawabku dengan malas.
Mama lansung menutup panggilan. Sedangkan aku mencoba memeriksa materi - materi matematika kelas 12. Waktu kelulusan sudah dekat, jadi untuk apa aku hanya membuang diri di sini hanya untuk dia. Ogah banget.
"Udah malam loh, ayo pulang." ajakku.
__ADS_1
"Di sini rumahku, kamu aja yang pulang."
"Kamu tolong ngertiin aku dong, aku bisa di cincang sama mama jika nggak bawa kamu."
"Jika aku tetap nggak mau bagaimana?" tanyanya dengan wajah sewot.
"Kamu ikut dengan cara aku." ucapku lansung berdiri.
Aku memaksanya ikut pulang dengan menggendongnya. Dia memberontak, akan tetapi tenagaku jauh lebih kuat dari pada dirinya.
"Lepaskan aku monster sialan."
"Apa?" tanya ku berhenti di ruang tamu ketika dia memanggilku dengan nama asing.
"Bisa nggak kurang ajar nggak? apa salah aku sama kamu?"
"Pemaksa, emang kelakuan kamu kayak gitu, menyeramkan."
"Terserah kamulah, aku tidak peduli dengan pandangan kamu, yang kamu harus tau kamu mau sampai mau menyusahkan aku." ucapku dengan kesal.
Siapa sih yang. agak kesal di gelarin monster.
"Aku tidak pernah menyusahkan kamu, aku aja yang menyusahkan diri." jawabnya.
"Iya aku menyusahkan diri tapi itu di sebabkan engkau."
__ADS_1
"Aku lagi malas berdebat, lebih baik kamu pulang sendir, nanti aku jelaskan sama Tante Dita." jawabnya.
"Silahkan kamu telpon sekarang, aku akan pulang jika mama udah izinin."
"Dia berjalan menuju arah ganggang telepon. Aku tau karena pasti ponselnya di Tarok di mana - mana. Aku menyebutkan nomor mama agar dia bisa basa basi.
"Hallo Assalamualaikum Tante." ucapnya dengan tersenyum manis.
"Gini Tante, Echa belum mau kesana, malam ini mau nginap di rumah Aja ya Tante."
Terdengar dengan samar jawaban mama di seberang sana.
"Terima kasih Tante atas pengertiannya." ucapnya sambil tersenyum sambil menutup ganggang telponnya .
"Gimana?" tanya ku kepadanya.
"Tante Dita izinin aku, jadi sekarang kamu bisa tinggalkan aku." ucapnya dengan belagu.
"Okey, tapi nanti malam hati - hati karena kamu tidak ada keluarga, jangan merepotkan aku lagi."
Aku kesal karena susah di buat lelah olehnya. Aku berjalan menuju mobil yang sudah parkir di depan rumahnya.
"Ingat jangan sibuk menghubungi aku jika takut." ucapku mengingatkan dia lagi mengingat dia penakut loh
"Tenang, ada bibi dan satpam kok." ujarnya dengan sombong.
__ADS_1