Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 39


__ADS_3

Mezza merasa deg degan ketika sudah berada di dalam kamar hotel. Apalagi ketika dia buka koper bajunya. Ia tau jika ini pekerjaan mama dan mertuanya. Baju yang ada di dalam kopernya adalah baju yang tidak layak pakai.


"Apa nggak ada baju yang layak dipakai, semua harus baju kayak gitu."gumam Mezza dengan bete.


Mezza terpaksa memakai salah satu lalu masuk kedalam selimut.


"Aku harus bersembunyi dalam selimut ini sampai pagi." gumamnya lagi.


Tidak lama kemudian Daffin masuk ke kamar. Mezza langsung pura - pura tidur. Jantungnya dah Dig dug tidak karuan.


Daffin tersenyum melihat Mezza yang pura - pura tidur dalam selimut. Dia melanjutkan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah Daffin masuk ke kamar mandi, Mezza membuka selimutnya sampai di dada. Ia bernafas lega setelah Daffin sudah tidak ada di kamar mandi.


"Udah makan malam?"


Mezza lansung kaget ketika mendengar suara Daffin. Dia terdiam melihat pemandangan yang terpampang di depannya. Matanya hampir tidak berkedip ketika melihat roti sobek milik Daffin. Rambutnya yang basah membuat lelaki itu nampak gagah.


Mezza berjuang menelan ludah melihat tubuh Daffin yang menggiurkan. Badannya panas dingin membayangkan berada di pelukan lelaki itu.


"Kok diam aja sih." ucap Awan mengambil baju kaos.


"Apa?" tanya Mezza mencoba menenangkan diri setenang mungkin. Dia tidak ingin Daffin mengetahui bahwa jantungnya berdetak lebih kencang.


"Kamu mikir apa sih?" tanya Daffin menyadari bahwa mata Mezza tertuju ke tubuhnya.


"Nggak ada mikir apa - apa, tadi kamu ngomong apa?" tanya Mezza mencoba menetralkan jantungnya.


"Kamu mau makan apa?" tanya Daffin memasang bajunya di hadapan Mezza.

__ADS_1


"Makan apa aja yang kamu pesan."


"Emang kamu tau aku mau makan apa?" tanya Daffin tersenyum menggoda.


"Makan apa emang?" tanya Mezza agak gugup.


"Mau makan kamu." ucapnya mengulum senyum.


"Gila." ucap Mezza dengan kesal.


"Kok gila sih?, udahlah aku mau pesan makanan dulu."


"Hmmmm." jawab Mezza hanya mendehem.


Daffin tampak bsibuk dengan ponselnya. Ia memesan beberapa menu melalui aplikasi online. Ia sengaja tidak memesan dari dari hotel.


"Mau kemana?" tanya Mezza heran.


"Ambil makanan ke bawah."


"Emang nggak pesan di hotel y?" tanya Mezza.


"Bosan, mau coba makanan dari luar."


Daffin menghilang dari pintu kamar hotel. Mezza membuka ponselnya melihat - lihat postingan media sosial. Ia tersenyum melihat foto pernikahannya. Ia memotongnya sambil memberikan beberapa emoji love.


Ceklek.


Pintu kamar terbuka menampakkan Daffin membawa tentengan di tangannya. Mezza yang lupa dengan baju yang di pakainya bangun dengan semangat mengejar makanan. Perutnya yang lapar melupakan segalanya.

__ADS_1


Daffin kaget melihat pandangan menguncang imannya. Jakunnya bergerak dengan cepat. Dia terdiam ditempat.


Mezza yang belum menyadari lansung menyambar tentengan dari tangan Daffin. Ketika tangannya mendapatkan makanan yang dari plastik, Daffin menahannya.


"Ngapain sih? awas aku mau makan." ucap Mezza mencoba melepaskan tangannya.


"Kamu sengajakan memacing aku seperti ini?" ucap Daffin masih terpana dengan apa yang ia liat.


Jantungnya berdetak lebih kencang naluri lelakinya muncul. Ini benar-benar menggoda iman.


"Sengaja ngapain?" tanya Mezza masih belum paham.


Daffin memutar tubuh Mezza lalu memeluknya Ndari belakang. Ia mengarahkan Mezza ke arah kaca.


"Udah nggak sabar ya sehingga berpakaian seperti ini?" goda Daffin membisikkan di telinga kanan Mezza.


Mezza yang melihat dirinya di depan kaca menjadi histeris.


"Lepassssss." ucapnya berusaha melepaskan diri dari pelukan Daffin.


"Kenapa harus malu?" ucap Daffin tersenyum melihat wajah Mezza sudah memerah karena malu.


"Daf bukan seperti itu, aku bisa jelaskan." ucap Mezza mencoba memberikan penjelasan dengan panik.


"Sepertinya hidangan di depan ku ini lebih menarik untuk di makan daripada yang kamu tenteng


" ucap Daffin mendekatkan wajahnya ke Mezza.


Bibir Mezza yang merah membuatnya ingin mengecupnya dan merasakan betapa manisnya.

__ADS_1


__ADS_2