Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 76


__ADS_3

Mezza berlari masuk kerumah sakit. Daffin memang di bawa ke rumah sakit milik keluarga Kusuma atas perintah papanya.


Mezza menangis sepanjang jalan. Entah apa yang membuatnya menangis. Yang dia tau dia hanya takut melihat Daffin tidak bisa bangun lagi.


Mezza telah sampai di depan ruang ICU. Di sana dia melihat Abian, Dita,Alfa serta Alan. Mereka bingung ketika melihat Mezza di sini memakai baju kebaya.


"Kamu ngapain di sini ca?" tanya Dita masih dalam keadaan lemas.


"Fi ingin melihat ayahnya ma." jawab Mezza.


"Fi? padahal dia yang menangis sepanjang jalan." ucap Zahyan sambil tersenyum mengejek.


"Kamu bisa suruh supir antar fi, gimana pernikahan kamu? udah selesai?" tanya Abian.


"Aku....aku......"Mezza tampak gugup.


"Dia melarikan diri om." jawab Zahyan dengan cepat.


"Pulanglah dulu ca,. selesaikan pernikahan mu biar fi bersama kami." ucap Dita.


"Tapi Tan aku....aku...."


"kamu kenapa ca?" tanya Dita penasaran.


Entah bagaimana lidahnya merasa kaku. Dia merasa berat untuk berbicara. Karena untuk saat ini hatinya bingung dengan apa yang terjadi. Apakah harus bersedih atau apa diapun bingung.


Zahyan gondok sendiri melihat kakaknya yang gagap begitu. Dia tau bahwa kakaknya masih mencintai Daffin. Tapi di sini egonya yang bermain.

__ADS_1


"Dia memutuskan untuk tidak menikah dengan Rey om." jawab Zahyan.


"Jadi gimana dengan Rey, keluarga kita bisa kena tuntut?" tanya Alan juga bingung dengan situasi terkini.


"Rey akan menikah dengan Momo om." jawab Zahyan.


"Emang Rey mau sama Momo?" tanya Alan lagi.


"Kami juga belum tau kelanjutannya karena sudah berangkat terlebih dahulu." jawab Zahyan.


" Jadi sekarang bawa asisten buat jawab ya." ejek Alan kepada Mezza.


"Gimana kabar Daffin pa?" tanya Mezza kepada Abian.


"Daffin belum sadarkan diri, kemungkinan dia cidera otak."


"Menurut keterangan polisi mobil Daffin di tabrak dari belakang, dan pengemudi yang nabrak meninggal di tempat."


"Innalilahi wa innailaihi Raji'un."


"Kok seperti di sengaja om?"


"Nah itu lagi di selidiki oleh pihak kepolisian, dalam 24 jam kita harus melapor." Jawab Abian.


"Masuklah ca, liat Daf." ujar Dita.


"Fi tinggal di sini dulu." ucap papa Abian.

__ADS_1


"Fi mau liat Daddynya pa."


"Tapi itu peraturan rumah sakit "


"Tapi ini masih rumah sakit keluarga Kusuma pa."


"Mending kamu sendiri, nanti jika ada papa kamu baru kita masuk bersama - sama sesuai prosedur." jawab Abian.


"Baiklah pa."


Mezza masuk kedalam ruang ICU memakai baju yang sesuai dengan peraturan rumah sakit. Mezza berjalan menuju ke arah Daffin yang terdiam.


Air matanya meleleh melihat Daffin di pasang banyak peralatan. Daffin hanya diam tanpa bisa berbuat apa.


Mezza bingung dengan perasaannya ini. Air mata meleleh. Hatinya terasa sakit saat melihat Daffin tidak bisa bergerak.


"Daf bangun, aku di sini." ucapnya.


"Tadinya Daffin sempat berhenti bernafas." ucap Dita dari belakang.


"Apa ma?" tanya Mezza makin menangis.


Kali ini dia benar-benar takut kehilangan seorang Daffin Arkarna. Dia memegang jari - jari Daffin. Lalu ia menciumnya berkali-kali.


"Daf bangunlah, tega kamu ninggalin aku sama fi." ucap Mezza lagi sambil menagis.


"Fi butuh kamu Daf, dulu aku egois memisah kamu dengan fi, tapi sekarang kenapa kamu sendiri yang tinggalin fi, ayo bangun dari." ujar Mezza lagi.

__ADS_1


"Kita hanya bisa berdoa ca, semoga Daffin cepat siuman."


__ADS_2