Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 18


__ADS_3

Hari ini adalah ulang tahun Daffin dan Mezza yang ke 18. Ini tahun pertama ulang tahun mereka di pisah. Dan yang anehnya adalah ini adalah permintaan Mezza.


Daffin semakin merasa jauh dengan Mezza. Bahkan di ulang tahunnya ke 18 dia hanya makan malam dengan keluarganya.


Jika tiap tahun mereka akan berkumpul dengan keluargaezza bahkan dengan keluarga teman-teman mama yang lainnya. Tapi kali ini hanya di hadiri oleh pihak keluarga saja.


"Aneh pula rasanya." gumam Daffin.


" Apa yang aneh? kangen sama kak Eca?" tanya Aya tiba - tiba berdiri di belakangnya.


"Nggak gitu, aneh aja sepi."


"Iyalah, karena Tante Siska menolak di adakan bersama, bahkan kabarnya ini permintaan kak Eca."


"Ohw gitu, baguslah, begini memang lebih bagus."


"Awas aja nanti kangen kak Eca."


"Abang kangen dia? mimpi." jawab Daffin sambil tertawa.


"Mengelak aja trus sebelum menyesal."

__ADS_1


"Apa yang mau di sesalkan dek?" tanya Daffin sambil tersenyum.


Jauh dilubuk hatinya merasa ada yang ganjil dan sepi.


"Abang tau nggak kak Mezza mau kuliah dimana?" tanya Aya.


"Nggak tau, emang kemana?" Daffin balik bertanya.


"Yah kok balik bertanya sih, masalahnya Aya juga nggak tau."


"Tanya mama aja jika kamu penasaran."


"Mamapun jawab nggak tau bang."


"Tapi akhir-akhir ini kak Eca semangat belajarnya bang, kenapa dia seperti kuliah tapi masih di sembunyikan."


"Mana Abang tau." jawab Daffin mengangkat dua bahunya.


"Ini semua pasti gara - gara Abang."


"Kok gara - gara Abang dek?" tanya Daffin.

__ADS_1


"Iya karena kalian saling tidak akur jadi kak Eca malas bertemu dengan Abang."


" ah paling dia kuliah di sini juga." jawab Daffin acuh tak acuh.


...****************...


Daffin sudah berangkat ke Amerika Serikat untuk melanjutkan kuliahnya. Dia sudah merencanakan ini sudah lama sekali. Setelah selesai kuliah, dia akan kembali ke negaranya untuk membantu perusahaan ayahnya.


Ketika semua keluarga dan teman-teman mamanya mengantarkan kepergiannya tapi tidak dengan Mezza. Ia sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya. Daffin sedikit merasa kecewa.


Daffin di antar ke Amerika Serikat oleh keluarganya. Daffin akan tinggal di apartemen milik keluarga di sana.


Ketika Daffin memasuki ruang tunggu, Sepasang mata dengan kesedihan menatapnya dari jauh. Ia hanya menyaksikan kepergian Daffin secara diam-diam. Ia tidak berani menampakan batang hidungnya secara terang-terangan. Dia sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk menghapus semuanya tentang Daffin.


"Semoga kamu sukses dan ketemu jodoh yang kamu inginkan." ucapnya sendu.


Ketika Daffin menghilang, dia juga pergi meninggalkan tempat itu. Hatinya sudah siap setelah beberapa bulan ini menjaga jarak dengan lelaki itu.


Dia berjanji akan melanjutkan hidupnya dengan baik. Dia akan belajar dengan giat agar bisa membuktikan bahwa dirinya akan sukses agar tidak di remehkan lagi oleh dia.


Wanita itu naik taksi untuk pulang kerumahnya. Sudah cukup rasanya dia memikirkan lelaki ini dalam waktu yang lama.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain Daffin sedikit merasa kecewa karena Mezza tidak menyaksikan kepergian dirinya. Dia juga bertanya kepada mamanya mengenai pendidikan Mezza. Akan tetapi mamanya menjawab tidak tau.


Daffin merasa ada yang aneh dengan pendidikan Mezza yang di sembunyikan dari dirinya. Tapi tidak satupun yang berniat bercerita kepadanya.


__ADS_2