Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 58


__ADS_3

"Jadi Mezza mendatangi papa?" tanya Daffin.


"Iya, dan setelah kami antar ke kampung neneknya, dia betah di sana."


"Jadi Rey tidak ikut dia?" tanya Daffin lagi.


"Rey bertemu dengannya 2 tahun belakangan."


"Trus kenapa Rey juga menghilang di hari Mezza menghilang."


"Papa nggak tau jika Rey menghilang hari itu."


"Dan ketika Mezza melahirkan, apakah papa dan mama juga ada?"


"Ya, papa kamu mengurus semua dengan baik."ucap Dita tersenyum.


"Kenapa kalian tidak memberi tahu Daf ma."


"Karena itu perjanjian kami dan Mezza." jawab papanya.


"Daf jika memang Mezza tidak mau balikan sama kamu, lepaskan saja, jangan menggantung kebahagiaan orang lain, mana tau Eca bahagia dengan lelaki lain." nasihat mamanya.


"Daf tidak akan membiarkan keluarga Daf hancur ma."

__ADS_1


"Keluarga kamu sudah hancur sejak lama Daf, sejak kamu selingkuh." jawab mamanya kesal dengan anaknya yang ngeyel.


"Tapi daf berubah ma, daf setia."


"Mezza tidak memberi kamu kesempatan lagi, bahkan Mezza ingin menggugat kamu secepatnya."


"Daf akan mempertahankan ma, Daf harap papa jangan ikut campur masalah ini meski Eca meminta, terkadang Daf heran, di sini siapa sih yang anak papa dan mama." ucap Daffin berdiri dari tempat duduknya dengan kesal.


Dia merasa sangat bodoh sekali saat ini. Dimana ternyata pelaku dan dalang hilangnya istrinya adalah papa dan mamanya.


"Gimana ini pa?" tanya Dita kepada suaminya.


"Untuk kali ini kita biarkan saja mereka yang menyelesaikannya sendiri."


"Sebenarnya jika tidak ada keluar kata talak dari Daffin, Eca masih sah sebagai istrinya, itu yang mas tau."


"Bukannya 2 tahun berturut-turut pergi tanpa kabar bisa jatuh talak mas?"


"Setau mas jika suami meninggalkan rumah 2 tahun tanpa kejelasan, istri bisa menggugat carei, mungkin lebih baik kita tanya kepada ahlinya nanti, atau kita tanya pembaca, mana tau pembaca tau masalah ini." ucap Abian kepada istrinya.


...****************...


Setelah Daffin tau cerita semuanya, Abian dan Dita berkunjung ke rumah Galuh dan Siska. Ia ingin meluruskan semua yang terjadi. Ia tidak ingin sahabatnya salah sangka karena salah paham.

__ADS_1


"Jadi maksud cerita kalian, kalianlah dalang di balik hilangnya anakku?" tanya Galuh mulai terlihat kesal.


"Pa malam itu permintaan meme, bukan meme nggak percaya sama papa,."


"Lalu apa me, kamu lebih percaya dengan mertua kamu itu." ucap Galuh kesal.


"Luh jangan marah begitu, aku hanya mengikuti kemauan Mezza tanpa stres." jelas Abian.


"Yang aku kesal bukan karena kamu menyembunyikan dia, tapi kenapa kamu bersikap curang, kamu melihat cucu kamu lahir, tapi aku nggak tau, siang malam memikirkan dia." ucap Galuh sedih.


"Eh aku pernah bilang, kamu nggak usah kuatir, anakmu di tempat yang aman."


"Kamu pikir aku tenang dengan ucapan bacotmu itu, kamu berdosa Bian memisahkan istri dari suaminya, dia dalam agama di anggap sebagai istri pembangkang." ucap Galuh.


"Itu penyebabnya Meme tidak izin dengan papa, papa pasti tidak akan setuju, makanya meme izin sama papa Bian." ucap Mezza.


"Sebenarnya disini siapa yang anak siapa sih?" tanya Siska terkadang bingung.


"Siapa yang melindungi siapa." ucap Dita.


"Bisa diam nggak?" ucap Abian dan Galuh bersamaan.


Siska dan Dita saling memandang, lalu,

__ADS_1


"Kalian bermain mengancam kami?" tanya kedua wanita itu dengan wajah yang tidak bisa di artikan.


__ADS_2