
Pagi ini semua tampak senang saat sarapan di taman belakang. Abian, Dita, Alan, Bella, Dion, Febi, Galuh dan Siska tampak duduk berbincang-bincang.
Sedangkan Mezza, Azzura dan baby tampak sudah berenang di kolam renang. Daffin seperti biasa sibuk dengan laptopnya. Abrina juga nampak hanya membaca buku.
Yang lainnya seperti Zahra, Zahyan , Azzam dan Aya belum menampakkan batang hidungnya. Azzam, Zahran dan Zahyan sedang lari pagi. Sedangkan Aya jam segini masih di kamar tertidur. Meskipun sudah menjadi mahasiswa, kebiasaan Aya yang hobi menonton Korea sampai subuh belum juga hilang.
Ketika Beby dan Azzura naik, Mezza masih menikmati berenang sendirian. Tiba-tiba kakinya merasa kram. Entah kenapa dia tidak bisa menggerakkan kakinya sehingga membuat dia tenggelam. Mezza berusaha agar bisa mengendalikan dirinya. Tapi kakinya tidak bisa juga di gerakkan. Mezza akhirnya berteriak dengan kencang.
Mendengar suara teriakan semua menoleh ke kolam renang. Semua kaget ketika melihat Mezza yang sedang berjuang. Mezza hampir saja tenggelam.
Daffin tanpa pikir panjang lansung berlari ke arah kolam renang. Ia segera menarik tubuh Mezza kedalam dekapannya. Sedangkan semua orang tua nampak panik.
Daffin membawa Mezza ke pinggir kolam renang. Daffin membaringkan Mezza di pinggir jalan dengan telentang. Galuh dengan cepat mengambil alih. Dia memberikan pertolongan kepada anak pertamanya.
Mezza mengangkat tangannya pertanda ia baik - baik saja. Galuh dan yang lainnya merasa lega karena Mezza baik - baik aja.
"Kamu nggak apa-apa nak?" tanya Galuh memeluk tubuh anaknya.
"Tiba-tiba kaki meme kram pa, tapi untung Daffin cepat bantu."
"Kamu kenapa nggak cepat teriak?" tanya mamanya.
"Tadinya mencoba mengatasi sendiri ma, tapi nggak bisa, baru membuka mulut tapi Daffin udah lari nolongin."jawab Mezza.
"Makasih ya Daffin." ucap Siska tersenyum sendiri.
__ADS_1
"Anaknya mau tenggelam kenapa mama senyum - senyum begitu, pasti mikirnya aneh - aneh." ucap Mezza dalam hati.
"Ayo ganti bajunya biar tante temanin." ucap Bella memapah keponakannya.
Mezza, siska dan Bella berjalan menuju kamarnya menginap. Sedangkan Dita juga berjalan di mengikuti Daffin sambil tersenyum bahagia.
"Jadi kamu peduli juga sama Eca?" goda mamanya dengan nada pelan.
"Apaan sih ma, siapa aja yang di posisi kayak gitu pasti bakalan nolong ma." jawab Daffin terus berjalan menuju kamarnya.
"Benaran seperti itu? kamu pasti memperhatikan gerak-gerik dia kan, makanya ketika dia kesulitan kamu yang tau terlebih dahulu." goda Dita.
"Terserah mama deh, Daffin mau ganti baju dulu ya ma." ucap Daffin menutup pintu kamarnya.
Jika ia tidak cepat menutup pintu kamar, yang ada mamanya akan menggodanya sepanjang hari. Daffin berjalan menuju kamar mandi.
[Terima kasih untuk pagi ini]
Daffin tersenyum ketika melihat siapa pengirimnya. Yang membuat Daffin tersenyum karena Mezza mengirimkan dia sebuah pesan pendek setelah sekian lama.
[Sama - sama, kamu nggak apa-apa kan?]
Ada nada kuatir di pesan yang ia kirimkan.
Ting.
__ADS_1
[Aku baik - baik aja berkat kamu, sekali lagi terima kasih, sebagai ucapan terima kasih, kamu mau apa?]
Daffin meloncat senang saat membaca pesan berikutnya. Meskipun hanya pakai handuk, baginya momen seperti ini jarang terjadi.
[Temani aku makan malam sepulang dari sini]
[Baiklah, silahkan atur waktu nanti kabari aku ya]
[Baik, ayo sarapan dulu, belum sarapan kan?]
[Duluan aja]
[Barengan yuk, nggak enak sarapan sendiri]
[Oke]
Daffin segera memakai bajunya. Ketika mau keluar ia berpapasan dengan Azzam yang baru saja masuk ke kamar.
"Baru pulang Zam?"
"Iya mas, mau mandi dulu."
"Mas ke bawa duluan ya." pamit Daffin kepada Azzam.
"Ya mas." jawab Azzam dengan sopan.
__ADS_1
Diantara semuanya Daffinlah yang tertua sehingga mereka begitu hormat dengan Daffin.