
Daffin POV
Siapa yang tidak kesal jika rencana jalan - jalannya di kacau oleh orang yang tidak di kenal. Begitulah dengan aku. Semua rencana yang aku susun berantakan. Bahkan lelaki itu tidak segan-segannya menunjukkan kepeduliannya kepada Mezza.
Lelaki itu menempel sepanjang hari kepada Mezza membuat aku ingin menghajarnya saat itu juga. Karena semua tidak sesuai dengan rencanaku, maka aku memutuskan untuk kembali ke Massachusetts setelah 3 hari di sana.
Sebenarnya aku tidak rela Mezza berdekatan dengan lelaki itu. Namun aku tidak mungkin menjaganya 24 jam.
Saat aku memutuskan kembali, keluargaku bertanya - tanya. Tapi aku menjelaskan hanya ingin fokus ke kuliah agar cepat selesai.
Jika menyangkut pendidikan papa orang yang pertama yang akan mendukung.Beliau tidak akan menghalanginya.
__ADS_1
Di sinilah aku berada setelah peristiwa tidak menyenangkan saat di Bern. Setelah kejadian itu aku dan Mezza tidak saling menghubungi lagi.
Aku tidak pernah bertanya tentangnya lagi. Aku hanya fokus sama kuliahku agar cepat selesai. Saat waktu aku habiskan untuk bersenang-senang.Meskipun aku dingin menurut orang lain, akan tetapi banyak wanita di sini yang tergila-gila denganku.
Wajahku yang tampan membuat wanita tidak bisa menolak pesonaku. Hubunganku dengan Hanum saat ini break. Kamu memutuskan untuk break sejenak karena susahnya hubungan jarak jauh.
Saat ini Hanum sudah mempunyai lelaki terdekat. dia selalu menceritakan kepadaku. Seperti janji kami bahwa ketika berjauhan maka bebas cari pasangan. Akan tetapi jika sudah pulang ke negaraku maka kami akan kembali bersama.
Banyak wanita teman dekatku rela memberikan tubuhnya kepadaku. Akan tetapi aku sangat menjunjung agama yang aku jalani. Aku tau jika aku terlalu bebas maka kedua orang tuaku akan murka. Untuk itu aku melepaskan mereka.
Mama hampir setiap hati memberikan nasehat kepadaku. Beliau begitu kuatir akan kebebasan pergaulan di negara ini. Untuk itu aku selalu menjaga nama baik beliau agar tidak kecewa.
__ADS_1
Tanpa terasa pendidikanku di Massachusetts sudah selesai. Aku menyelesaikan sarjana dalam waktu 3 tahun. Setelah itu aku masih melanjutkan MBA bisnis di Harvard selama 2 tahun.
Aku bangga karena akhirnya bisa lulus dengan gelar cumlaude. Setelah selesai aku mulai membantu papa di perusahaan. Aku memulai semua dari nol. Papa tidak mengizinkan aku bekerja lansung dari jabatan tertinggi.
Awalnya memang terasa sulit, namun jika kamu menjalaninya dengan tekun maka semua itu akan berjabat dengan baik. Seperti aku sekarang ini, saat ini jabatanku adalah wakil CEO di Arkarna Group.
Taukah kamu apa reaksiku ketika pertama kali bertemu dengannya setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Aku semakin pangling melihatnya. Di mataku saat itu dia begitu cantik. Tidak ada yang mengalahkan kecantikannya termasuk Hanum saat itu.
Tapi meski begitu aku memendam semuanya. Aku merasa gengsi untuk mengejarnya terlebih dahulu. Apalagi wajahnya yang semakin jutek dengan aku. Rasanya mau aku Gilas dia ketika melihat wajah jutek dan sombongnya itu.
Aku tidak tau penyebabnya dia seperti membenci aku. Apa ini karena sikapku waktu sekolah. Ah padahal dia juga sama. Sejak kecil dia selalu berkata kasar kepadaku. Dia selalu bertidak sesuai kemauannya sendiri. Bahkan pernah ketika ulang tahun kami bersamaan dia meminta tema princess. Bagaimana aku tidak kesal sama dia, udah tau perayaannya barengan tapi dia hanya memikirkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Kesalkan pembaca dengan sikap dia? atau pembaca merasa lucu melihatku yang Maco tapi tema ulang tahunnya princess? Berati kalian berada di teamnya si Mezza wanita mau menangnya sendiri.