
Semenjak kejadian tadi Mezza bertekad menjaga jarak dengan Daffin untuk menjaga perasaan Rey. Yang Mezza sesali saat ini adalah ketika hubungan papanya memburuk dengan keluarga Arkarna.
Mamanya juga bertengkar hebat dengan papanya. Karena bagi mamanya itu bukan sepenuhnya salah Daffin. Siska marah kepada suaminya karena terlalu keras dengan Daffin.
Bagi Siska suaminya keterlaluan terhadap keluarga sahabatnya. Ia mengancam tidak akan menegur suaminya jika tidak meminta maaf sama keluarga Arkarna.
Mezza merasa bersalah terhadap pertengkaran kedua orang tuanya. Dia mencoba mendamaikan tapi tetap aja keduanya saling ego.
Di rumah Arkarna juga begitu. Dita kesal sama suaminya karena di hari itu juga ikut kesal sama Galuh. Dita bahkan memarahi Daffin karena dikira biang semuanya.
"Ma ini bukan salah Daffin, Daf ini anak mama, kenapa mama susah kali percaya " ucap Daffin kecewa dengan mamanya.
"Bukannya mama nggak percaya, tapi maksud mama kamu bisa kan jaga jarak dengan Eca, bagaimanapun dia mau menikah."
"Dia yang tarik tangan aku ma, katanya mau liat Fizza."
"Daffin nggak salah kok, memang Rey aja cemburunya berlebihan, bagaimanapun Daffin dan Mezza akan tetap berkomunikasi demi anaknya." ucap Abian membela Daffin.
"Udahlah, lain kali mengalah aja, move on Daffin." ucap Mezza.
"Daffin memang belum bisa move on ma, tapi jika itu membuat Eca bahagia, Daffin akan support." ucap Daffin dengan wajah agak sedih.
__ADS_1
"Bagaimana jika kamu menikah dengan Abrina aja, biar kalian sama - sama memiliki, Abrina juga cantik dan kalian punya karakter yang sama " ucap Dita semangat dengan ucapannya.
"Ma, Daffin tidak akan menikah dengan Abrina."
"Kamu ini dit, kenapa suka kali menjodohkan anak, jika mereka gagal, kamu mau kita bertengkar dengan keluarga Dion? mereka udah banyak berjasa untuk perusahaan kita." ucap Abian menegur istrinya.
"Ya udah jika nggak mau, mama nggak maksa, kan cuma nawarin." ucap Dita.
"Udahlah daripada nyinyir mending kamu obati luka Daffin." ucap Abian.
...****************...
Dia di sambut dengan hangat oleh Abian. Abian mang tidak marah terhadap anak sahabatnya. Dia hanya kesal terhadap sikap sahabatnya yang menegur anaknya di depan umum tanpa mau mendengarkan terlebih dahulu.
"Saya datang kesini mewakili keluarga saya meminta maaf om." ucap Zahyan.
"Kamu nggak salah, keluarga kamu juga nggak salah, om cuma kesal sama papa kamu aja." ucap Abian.
"Maafkan papa ya om."
"Nggak apa-apa, om dan papa kamu udah lama berteman, kita kadang memang ada cekcok juga, nanti baikan sendiri." ucap Abian tersenyum.
__ADS_1
"Semoga begitu om, papa memang sensitif semenjak kak Eca gagal mempertahankan rumah tangganya."
"Om paham, om juga pernah seperti itu ketika dulu adik om gagal berumah tangga, bawaannya sensitif aja."
"Udah lama yan?" tanya Daffin baru bergabung.
"Nggak juga bang, sehat bang?"
"Sehat dong."
"Maaf atas insiden semalam ya bang."
"Kenapa kamu yang minta maaf, Abang yang membuat kekacauan di di rumah kamu."
"Semua udah terjadi bang, mau gimana lagi." ucap Zahyan tersenyum.
"Ayo di minum tehnya dan ini ada cake buatan tante."
"Wah enak kayaknya nte." ucap Zahyan lansung mencomot cake di atas meja.
Zahyan memang sudah terbiasa di rumah ini sejak kecil. Persahabatan mamanya memang seperti kepompong dengan Dita, Feby, Alan, Dan Dion.
__ADS_1