Cinta Dafizza

Cinta Dafizza
Part 13


__ADS_3

Hari ini aku merasa sangat kesal sekali. Bagaimana tidak, gara - gara dia pamer aku adalah pacarnya


Semua siswa di sekolah kepadaku heboh. Apalagi berita ini sampai ke telinga Hanum membuat hubungan kami merenggang.


Hanum merajuk semenjak tau berita kami pacaran. Setujukan dengan pendapatku bahwa dia memang selalu merepotkan aku.


Aku sedang membujuk Hanum saat ini yang merajuk. Dia marah kepadaku saat ini. Kepalaku pusing tujuh keliling jika Hanum sudah begini.


"Num kamu cukup pahami saja."


"Semua siswa di sini tau bahwa kamu milik aku, sekarang seolah aku di selingkuhi."


"Aku minta maaf, aku kira masalah ini tidak akan menyebar seperti ini, dia minta tolong."


"Kamu ini bukan orang bodoh, mengapa kamu bisa melakukan hal sebodoh itu."


"Sudahlah, yang penting kita masih bersama."


"Tapi orang membicarakan aku."


"Biarkan saja, peduli apa dengan omongan orang."


"Aku tidak mau tau, kamu harus jelaskan kepada mereka, jika nggak ya sudah, kita putus saja seperti anggapan orang."


"Kasian dia, dia anak teman mamaku."


"Lalu kamu nggak kasihan sama aku yang jadi biang gosip di tinggal kamu."

__ADS_1


"Kok jadi seribet ini,oh nasibku seperti buah simalakama." gumamku.


"Pokoknya selesaikan semua ini, jika belum selesai jangan mendekat aku." ucap Hanum berlalu dari hadapanku.


Aku semakin frustasi jika seperti ini. Aku tidak tau jika efeknya akan seperti ini. Ini semua ulah wanita itu. Benar - benar menyebalkan.


Aku bergegas menuju kelasnya. Semua ini harus diselesaikan dengan cepat. Ini bisa mempengaruhi hubunganku dengan Hanum.


Dia tampak kaget ketika melihat kedatangan ku. Aku menarik tangannya keluar kelas.


"Gimana ini, kamu harus tanggung jawab, aku mau semua selesai semua masalah ini."


"Ada apa ini?" tanyanya pura - pura bego.


"Jangan pura-pura, kamu harus jelaskan jika kita tidak ada hubungan apa-apa, Hanum merasa dia di khianati."


"Itu karena kamu, kamu mengancam ku."


"Hey seberapa menakutkan sih ancaman aku? kamu bisa menolak jika keberatan."


"Hei ancaman kamu itu hidup dan mati aku, selalu melibatkan mama aku, intinya cepat selesaikan, jika tidak aku akan bertindak."


"Coba aja." ucapnya tersenyum mengejek lalu meninggalkan aku.


Aku semakin pusing dengan semua ini. Akupun beranjak masuk ke kelasku.


...****************...

__ADS_1


"Biar ajalah jika Hanum itu minta putus." ucap mama kepadaku.


"Yah nggak bisa begitu ma, mama jangan seperti itu lah ma."


"Apa kurangnya Eca coba."


"Ma, cinta nggak bisa dipaksa, aneh aja rasanya karena dari kecil udah kenal dia."


"Justru seperti itu bagus, kamu udah tau bibit bobotnya."


"Ma,mama pernahkan jatuh cinta?" aku bertanya kepada mama dengan lembut.


"Pernahlah, dulu mamamu mengejar - ngejar papa." ucap papaku.


"Awalnya, tapi setelah itu papa yang bucin sama mama." jawab mama.


"Nah kalian tau rasanya jatuh cinta, tolong jangan paksa aku harus bersama dengan Echa."


"Papa sih nggak maksa, tapi kamu masih muda, masih SMA masa udah mikirin urusan jodoh, jodoh tidak ada yang tau." ucap papa nampak bijaksana.


"Dan papa kamu aja yang sudah matang sama hubungannya, tapi jika tidak jodoh ya nggak bisa, jodoh sudah ada di tangan Allah."


"Intinya saat ini aku mau mama mengerti, jangan gara2 Eca mama memaksa aku mengabulkan semua permintaanku."


"Baiklah, mulai saat ini mama nggak akan ikut campur masalah kalian."


"Makasih ma." ucapku sambil memeluk mama.

__ADS_1


__ADS_2