
Mendengar Momo kena serang Daffin dan Mezza memutuskan untuk menjenguk ke rumah Rey. Begitu juga dengan Alan dan keluarganya
Rumah Rey jadi sangat ramai malam ini. Tidak ketinggalan si kembar juga datang melihat Momo sepupunya yang paling manja.
"Untung kalian tidak apa-apa." ucap Alan yang duduk di sebelah Bella.
Bella sibuk membelai keponakannya itu. Dia tau bahwa keponakannya itu masih trauma. Bella juga menyuapinya makan malam.
"Rey pastikan Momo tertidur terlebih dahulu, aku takut ketika kamu tidur dia masih buka mata lalu bayangan lelaki itu hadir." ucap Mezza.
"tenang, aku akan menjaganya." jawab Rey seakan seperti suami siaga.
"Aktingnya oke juga, sok jadi suami siaga." ucap Momo dalam hati.
"Kayaknya aku kerjain bagus juga." ucap Momo sambil tersenyum dalam hati".
"Mo, selain yang tadi apa masih ada yang menyerang kamu seperti tadi?" tanya Zahran kepada adik sepupunya.
"Nggak ada bang." jawab Momo.
"Berati ini pertama kalinya?" tanya Zahyan.
"Iya bang."
"Azam kapan pulang nih?" tanya Zahran melihat anak Tante Bella.
"Di paksa pulang gua sama tuuu." ucap Azam menunjuk papanya Alan.
"Habis kayak kurang kerjaan aja sih, menempel sama Aya, mana mau Aya sama kamu." ujar Zahran membuat Azam makin masam.
__ADS_1
"Abang ipar tolong restui hubungan kami." ucap Azam kepada Daffin.
"Apa yang mau di restui? adikku aja nggak Sudi menikah dengan kamu." ucap Daffin semakin menyakitkan.
"Kenapa semua nggak mendukung hubungan gua dengan Aya sih?" tanya Azam manyun.
"Karena Aya tidak akan bahagia dengan kamu." jawab Azzura adiknya tidak mau kalah.
Semua tertawa menertawakan Azam yang memang sejak dulu mengincar Aya. Akan tetapi Aya memang tidak suka dengannya.
Ketika Aya menghindari Azam, ia kuliah di London. Akan tetapi Azam juga mengikutinya.ketika Aya mencari kerja di negara lain, Azam juga mengikuti langkahnya.
"Udah malam, mending kita pulang." ajak Alan.
"Apa perlu kita menginap di sini?" tanya Zahran.
"Nggak usah, Momo tidak akan kenapa-kenapa." jawab Rey.
"Terima kasih, tentu Tante aku akan menjaga Momo karena istri aku." jawab Rey.
Setelah semua pulang, Rey membawa Momo kembali kekamarnya. Rumah mereka nampak sepi lagi. Walau sudah ada mbok Lis tetap aja nampak sepi.
"Mo udah ngantuk belum?" tanya Rey berbaring menghadap Momo.
"Belum, aku nggak bisa tidur kayaknya."Momo tidur telentang.
"Kenapa?"
"Tadi siang lama tidur, kamu udah ngantuk ya?" tanya Momo.
__ADS_1
"Iya, aku capek banget, tunggu sejak kapan kamu memanggil aku dengan kamu?" tanya Rey sadar dengan panggilan Momo.
"Lupa, aku aja lupa panggil apa sama kamu." jawab Momo.
"Biasa kamu panggil Abang."
"Kakak."
"Abang, emang aku cewek panggil kakak." jawab Rey tidak terima.
"Nggak mau ah."
"Kenapa nggak mau?"
"Ada syarat."
"Apa?" tanya Rey menatap Momo.
Momo menghadap Rey.
"Kamu harus panggil aku dengan sayang." ucapnya dengan yakin.
"Ih itu maunya kamu." jawab Rey protes.
"Ya udah jangan protes begitu."
"Dah ah mau tidur, malas berdebat sama kamu." ucap Rey memejamkan mata.
Momo mencari akal agar bisa menggangu Rey. Dua pura - pura ketakutan lalu menyelinap di dada Rey.
__ADS_1
"Rey aku takut." ucapnya pura - pura.
Rey merasa ada yang aneh ketika wanita itu menempel di dadanya. Entah apa yang ia rasakan saat ini. Saat ini ia ingin merangkul wanita ini didalam pelukannya sampai pagi.